Jumat, 15 Mei 2020

Canon 77D: DSLR Pemula, Rasa Profesional


Review Canon 77D. Kali ini aku mau membuka identitas kamera yang selama ini ku gunakan untuk menghasilkan visual yang ada di Papabackpacker. Kamera ini sejatinya merupakan sebuah DSLR. Dimana DSLR zaman sekarang sudah bukan menjadi idola dimana-mana karena sudah munculnya teknologi baru dalam diri mirrorless. Kamera mirrorless yang lebih ringkas, lebih ringan dan memiliki harga yang relatif lebih murah perlahan mulai menggantikan posisi DSLR. Tapi, entah kenapa di zaman sekarang ini, aku masih lebih menyukai menggunakan DSLR dibandingkan mirrorless. Ini dia alasannya! 

Canon 77D merupakan sebuah kamera DSLR pemula dengan rasa profesional karena memiliki beberapa teknologi mutakhir yang terkandung di dalamnya. Diantaranya adalah sensor APS-C 24MP, Dual Pixel Auto Focus (AF), WiFi dan Bluetooth serta memiliki body dengan tombol yang paling lengkap di kelasnya. Kamera ini dirancang untuk pehobi fotografi yang ingin merasakan pengalaman menggunakan kamera profesional tapi dengan bodi kamera yang tidak terlalu besar serta harga yang cukup miring.

Sebenarnya Canon memposisikan Canon 77D ini pada posisi yang mengambang. Kalau melihat jumlah digit yang ada (Dua digit), seharusnya Canon 77D ini masuk pada kelas Canon 60D, Canon 70D dan Canon 80D. Tapi dengan penambahan angka 7 pada bagian belakang, Canon 77D jadi memiliki penempatan posisi baik dari segi fitur, harga dan pengalaman pengguna yang berbeda dibanding dengan kamera yang sudah ada di kelasnya. Pada kelas di bawahnya, Canon juga punya 760D yang secara posisi mirip 77D. Pada kelas tiga digit, biasanya Canon memberikan penamaan dengan kelipatan 50. Dimulai dari Canon 550D, 600D, 650D, 700D, 750D, 800D dst. Nah posisi 760D ini mengambang, sama seperti 77D. Jadi, biisa di bilang Canon 77D ini adalah kakaknya Canon 760D.

Kembali mari kita bicarakan Canon 77D

Canon 77D DSLR Pemula, Rasa Profesional

Canon 77D memiliki layar yang bisa diputar ke segala arah. Tidak seperti mirrorless kebanyakan yang biasanya memiliki perputaran layar yang terbatas. Selain itu, layar Canon 77D sudah mengadopsi layar sentuh seperti smartphone zaman sekarang pada umumnya. Seperti pendahulunya, Canon 77D juga memiliki layar tambahan yang berada di atas kamera. Pada layar kedua tersebut, terdapat tampilan yang terdiri dari iso, shutte speed, bukaan diafragma, mode kamera, panduan kompensasi cahaya, kapasitas baterai, ikon bluetooth, WIFI dan NFC, sisa jumlah foto yang bisa diambil serta dilengkapi dengan lampu penerangan khusus. 

Canon 77D juga memiliki dua roda kendali putar yang terletak pada bagian atas yang berguna untuk mengatur iso dan shutter speed. Serta roda kendali kedua yang terletak pada antar muka kamera yang berguna untuk mengatur bukaan diafragma. Naaaah, tidak seperti kebanyakan kamera mirroless zaman sekarang, Canon 77D ini sudah dilengkapi dengan port untuk mikrofon eksternal, walaupun belum ada port untuk audio out put. Selain itu, seperti DSLR pada umumnya, built-in flash juga merupakan fasilitas standart yang terdapat pada bagian atas kamera.

Canon 77D DSLR Pemula, Rasa Profesional

Ini beberapa hal yang membuat Canon 77D berasa mengambang pada posisi yang tidak pada seharusnya bagaimana kamera Canon dua digit berada. Malah cenderung mengadopsi apa yang ada pada kamera Canon yang memiliki serri satu digit (Kelas di atas seri satu digit 77D):
  • Canon 77D ini memiliki 45 titik fokus, dimana hal tersebut mirip dengan apa yang ada di kamera profesional di atanya semacam Canon 7D mark II.
  • Teknologi Dual Pixel Auto Focus saat live view.
  • Memiliki kecepatan shutter sebsar 6 fps. Yang artinya bisa memotret 6 kali secara bertut-tutur dalam waktu 1 detik.
  • Baterai yang daya yang lebih besar dibanding kamera dua digit Canon lainnya.
  • Dan yang paling keren, sudah ada digital image stabilizer di body kamera. Jelas akan membuat proses pengambilan gambar baik video atau foto akan menjadi lebih stabil. Apalagi ditambah dengan menggunakan lensa yang memiliki Image Stabilizer pula, pasti baik video atau foto yang dihasilkan akan semakin stabil.
  • Bisa merekam dengan resolusi Full HD 1080p pada 60 fps. Mau bikin video slow motion? Ayok aja sih kalau pake 77D mah.
  • Punya Wifi, Bluetooth dan NFC. Yang tentunya akan mempercepat proses transfer data dari kamera ke device lainnya tanpa bantuan pc komputer ataupun laptop.
  • Ada fitur Face Detection yang bisa mengenali wajah. Sehingga mampu membantu agar kamera dengan cepat dan tepat untuk dapat menentukan seberapa jauh objek berada.
  • Layar sentuh yang bisa dibolak-balik, mau pake gaya 69, doggy atau gaya apapun, BISA! wkwkwk. Mau fokusin gamabar pake sentuh-sentuh juga bisa, namanya juga touch screen.
Jadi bisa disimpulkan kalau Canon 77D dua digit ini, memiliki posisi yang mengambang karena memiliki beberapa fasilitas yang sejatinya adalah fasilitas yang ada pada Canon berseri satu digit padahal aslinya kamera dua digit. Apalagi dengan pemasangan harga yang nggak beda jauh dibanding seri dua digit sekelasnya seperti 70D tapi memiliki kemampuan selayaknya 7D mark II.

Spesifikasi Canon 77D

Pada Canon EOS 77D, Canon sebagai produsen kamera seri tersebut benar-benar serius dalam menciptakan dan melakukan perancangan pada sebuah kamera DSLR seri ini. Karena Canon 77D ini didesain dengan sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan penggunanya. Canon 77D ini mengemban spesifikasi dan fitur utama sebagai berikut:
  • 24MP sensor with Dual Pixel autofocus
  • 6fps continuous shooting
  • 1080/60p video capture 
  • Microphone input
  • 3″ fully-articulating touchscreen LCD
  • 45-point all-cross-type phase-detect autofocus system
  • Digic 7 processor
  • Top plate LCD for shooting information
  • Dual control dials
Dengan apa yang dimiliki oleh Canon 77D di atas, dapat ditarik garis besar kalau:

Desain Antarmuka Canon 77D

Canon 77D DSLR Pemula, Rasa Profesional

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa semakin kecil dan ringan sebuah kamera akan semakin memudahkan penggunaannya. Karena mobilitas pergerakan ketika menggunakan kamera tentu akan semakin mudah. Canon 77D ini memiliki tampilan menurut ku sama dengan kamera DSLR canon kategori lainnya. Cenderung lebih berat jika dibandingkan dengan kamera Canon dengan seri digit berjumlah tiga. Tapi hal tersebut tidak mengurangi mobilitas pergerakan ketika menggunakan Canon 77D. Jadi ungkapan yang mengatakan bahwa semakin kecil dan ringan kamera akan semakin memudahkan penggunaannya tentu agak kurang tepat. Ada yang senang menggunakan kamera yang lebih berat karena mungkin dirasa lebih mantap dalam penggunaannya.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dengan adanya pegangan tangan (grip) yang nyaman tentu akan sedikit mereduksi yang dianggap sebagai kekurangan Canon 77D ini karena relatif berat. Tapi karena pelatakan tombol yang pas, sehingga tetap nyaman apabila terpaksa digunakan hanya dengan satu tangan, pegangan tangan yang ada sangat mendukung akan hal tersebut. Selain peletakan tombol yang pas, kamera ini juga dilengkapi tombol-tombol pengaturan yang cukup lengkap. Ditambah dengan adanya lcd kedua yang ada pada bagian atas bodi kamera, tentu akan semakin memudahkan mobilitas pergerakan ketika menggunakan kamera walaupun dirasa agak berat. Jadi masalah berat atau enggaknya Canon 77D ini menurut ku adalah merupakan sebuah kebiasaan. Kalau udah biasa pegang seri Canon dengan digit satu, malah Canon 77D ini akan terara lebih ringan. 

Dengan adanya tombol ISO, Shutter Speed dang pengaturan Diafragma yang terpisah, akan semakin mudah penggunakan kamera ini. Karena proses penggantian ISO dapat dilakukan dengan hanya emnggunakan satu tangan saja. Begitu juga dengan proses penggantian shutter speed, hanya dengan menggerakan roda gerigi yang ada pada bagaian atas kamera. Untuk mengganti pengaturan diafragma, dapat dilakukan hanya dengan menggunakan satu jari dengan cara menggerakkan roda gerigi yang ada pada bagian depan antar muka kameran Canon 77D.

Letak baterai kamera dan kartu penyimpanan yang berupa SD Card juga dibuat terpisah. Jadi akan semakin mudah ketika mengejar momen. Karena penggantian memori dan juga baterai dapat dilakukan hanya dengan empat langkah saja. Membuka tutup baterai, mengelurkan baterai hanya dengan satu tarikan tombol, kemudian memasang baterai sesuai posisinya kemudian mendorong penutup baterai pada posisi yang seharusnya, sehingga kamera akan langsung dapat digunakan. Begitu pula dengan penggantian SD Card, dapat dilakukan dengan dalam empat langkah cara yang sama seperti proses penggantian baterai. 

Jadi, kenyamanan kamera dalam melakukan mobilitas penggunakan kamera tidak hanya dapat dinilai dari bobotnya saja. Tapi peletakan antarmuka serta tombol-tombol fungsi secara tepat tentu akan membuat kamera lebih nyaman.

Kualitas Gambar

Kualitas Gambar yang dapat dihasilkan oleh Canon 77D ini cukup baik kalau menurut ku, melebihi ekspektasi ku. Kalau dibanding kamera lainnya seperti 760D, 800D, 70D atau 80D, aku nggak bisa bandingin langsung. Soalnya belum pernah nyobain secara langsung. Kalau dibanding Canon 550D sebelumnya yang pernah ku miliki, jelas Canon 77D memiliki banyak keunggulan yang jelas juga mempengaruhi kualitas gambar yang akan dihasilkan. Kalau ngomongin noise, ya jelas, kayaknya semua kamera kalau pake ISO tinggi, pasti muncul noisenya. Apalagi nggak diaktifkan fitur image noise reduction, ya pasti banyak muncul noisenya. Mau kamera semahal apapun deh. 

Patokan ku sih, kalau nggak mau muncul noise yang kebangetan, ya maksimal pake iso dua stop dibawah iso maksimal yang ada di kamera. Kalau masih gelap ya pake tambahan alat eksternal lainnya yang bisa bikin objek lebih terang dong, jangan oon wkwkwk. Kalau mau foto, tapi iso udah dua stop di bawah iso maksimal, ya pake flash. Kalau bikin video, pun juga, kasih lampu tambahan. Nggak akan bisa dipaksain, namanya juga alat kan. Lain cerita kalau bikin foto atau videonya di luar ruangan dengan cahaya terik matahari, semua kamera juga bisa bagus, pun kamera hp. Jadi, jangan oon pokoknya. Kalau mau mendapatkan kualitas gambar atau video yang baik, lakukanlah treatment tambahan yaaa.

Kinerja dan Performa

Kalau pake lensa bawaan Canon, ku jamin deh kecepatan autofokus kamera Canon manapun bakalan cepet. Apalagi disertai dengan cukupnya cahaya yang ada saat proses pengambilan gambar. Beda cerita kalau udah pake lensa bawaan Canon tapi ngambil gambarnya di malem hari dengan keadaan gelap tanpa ada tambahan penerangan apapun, ya jelas autofokusnya akan melambat. Apaplagi ditambah pakai lensa buatan pihak ketiga yang bukan asli dari Canonnya, akan tambah lambat kemampuan autofokusnya. Itu dia kelemahan lensa buatan ketiga yang ku rasankan selama ini. Autofokus yang nggak secepat autofokus lensa bawaan Canon.

Menurut ku, kinerja Canon 77D ini udah jauh lebih meningkat dari kinerja kamera Canon seri tiga digit, ini jelas sih ya. Tapi, Canon 77D ini ternyata bisa melebihi ekspektasi ku. Kerennya, Canon 77D ini bisa diajak ngerekam video selama 30 menit secara terus menerus tanpa henti dan tanpa adanya peringatan seperti kamera panas atau lainnya. Canon 77D ini bisa diajak buat bikin video dari pagi buta sampai tengah malem jam-jam mbak-mbak tunasusila pada keluar, nggak akan menemukan masalah berarti, asalkan punya persediaan baterai dan memori yang cukup. Bikin video aja bisa, apalagi kalau cuman buat foto-foto doang, kinerjan ataupun performanya nggak akan menurun. Tetep kuat, kayak habis minum Kratingdaeng pokoknya.

Fitur Pendukung Videografi 

Canon 77D DSLR Pemula, Rasa Profesional

Canon 77D dirancang nggak cuman buat memuaskan hasrat fotografi, dia juga bisa memuaskan hasrat videografi mu. Mau foto-foto telanjang, jelas bisa dilibas dengan mudah menggunakan Canon 77D. Mau bikin video bokep? Bisa kayaknya nih wkwkwkw. Eh apa sih ini, jangan dicoba lah, bahaya kalau kesebar ntar wkwkwk.

Kembali lagi ke bahasan seharusnya...

Proses perekaman di Canon 77D menjadi sangat mudah karena adanya menu khusus sekali klik yang berguna untuk merubah mode pengambilan video. Tombol tersebut sekaligus menjadi satu pada tombol off, kamera dan video. Jadi kalau mau ambil foto, tinggal geser tuasnya ke mode foto. Pun begitu juga kalau mau video, tinggal geser tuasnya ke mode video. Gampang bukan?

Seperti yang udah ku tulis di atas, Canon 77D ini mampu merekam video Full HD 1080p pada kecepatan 60 fps. Jadi mau bikin video slow motion pun, bisa. Kalau ada yang bilang nggak bisa, berarti belum kenalan sama adobe premiere pro sama plug in twixtor wkwkwk. Selain itu, Canon 77D sudah memiliki jack mic. Jadi bisa pasang mic eksternal supaya suara yang dihasilkan video mu dapat lebih baik. Epicnya, Canon 77D ini sudah memiliki fitur image stabilizer yang sangat berguna sekali dalam proses pengambilan video. Karena dengan adanya fitur tersebut, maka akan dapat mencegah dan atau meminimalisir setiap getaran yang timbul selama proses perekaman berlangsung. Kalau masih getar-getar bikin pusing, pakein warp stabilizer yang ada di premiere pro dong.

Dengan adanya LCD yang bisa diputar ke segala arah, maka akan memudahkan "pengintipan" proses pengambilan gambar. Soalnya mau dari posisi manapun, layarnya bisa dibolak-balik sehingga, bisa melihat keseluruhan gambar yang diambil melalui Viewfender yang ada. Selain itu, adanya fitur touch screen pada layar LCD Canon 77D, tentu akan memudahkan untuk memindahkan fokus pada objek yang akan dipilih. Tinggal sentuh, fokus langsung berubah. Jadi, akan sangat mendukung banget buat kamu yang mau bikin video Vlogging. Pun nggak mau bikin vlog yang megangin kamera madep ke muka, tetap aja fitur di atas akan sangat memudahkan proses pengambilan video.

HDR Movie

Canon 77D ini dibekali dengan mode bawaan HDR Movie. Dengan adanya fitur tersebut, sehingga dapat membantu funsi penangkapan gambar menjadi lebih baik. Gampangnya, fitur HDR ini ibarat kayak mata kita. Mata bisa menangkap objek dengan jelas walaupun baian latar belakang objek memiliki intensitas cahaya yang lebih terang dibanding objeknya. Sehingga baik objek ataupun latar belakang objek dapat dipadukan dengan warna dan intensitas cahaya yang sangat pas. Kamera jenis lama, harus membutuhkan seperangkat tambahan untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan pandangan mata manusia. 

Karena di Canon 77D ini telah menghadirkan fitur HDR Movie, sehingga proses tersebut di atas akan dipadupadankan menjadi gambar baik foto atau video dengan tepat. Lebih banyak detail yang sesuai seperti pandangan mata manusia untuk dapat menghasilkan gambar yang menakjubkan. Sebenarnya, fitur HDR Movie ini bisa saja ku masukkan pada keunggulan Canon 77D pada bagian atas yang merupakan fitur pendukung videografi. Tapi hal tersebut urung ku lakukan. Karena menurut ku, HDR Movie ini nggak cuman bisa digunakan ketika mengambil video saja. Namun, bisa juga digunakan ketika mengambil foto.

Fitur Pendukung Fotografi

Canon 77D DSLR Pemula, Rasa Profesional

Seperti yang udah ku tulis di atas, kalau Canon 77D ini juga didesain untuk mendukung aktivitas Fotografi. Oleh karena hal tersebut, ada beberapa fitur yang menurut ku mendukung untuk mempermudah proses fotografi. Tentunya dengan hadirnya prosesor Digic 7 yang sekarang saat tulisan ini dibuat pada tahun 2020, sudah agak ketinggalan zaman. Tapi ada yang menarik, Canon 77D ini memiliki prosesor yang lebih baru dibanding Canon 80D adalah kamera yang secara posisi dan harga berada di atas Canon 77D karena masih menggunakan Digic 6. Kalau meluhat prosesor yang ada, seharusnya gambar yang dihasilkan oleh Canon 77D, walaupun lebih murah diabnding 80D mungkin akan memiliki hasil pengambilan gambar yang lebih baik. Ya walaupun banyak faktor yang mendasari proses pembentukan sebuah gambar. Tapi di atas kertas, Canon 77D memiliki prosesor yang lebih baru dibanding kamera seri di atasnya. 

Sama halnya dengan kebergunaan lacar yang bisa dibolak-balik dengan fitur touch screen, fitur tersebut selain berguna untuk kepentingan videografi, tentu juga sangat berguna untuk kepentingan videografi. Karena proses pengambilan gambar akan sangat dimudakan dengan adanya fasilitas tersebut. Sehingga diharapkan proses pembidikan objek yang akan diperoleh akan lebih tepat sasaran dengan bantuan fitur touchs creen yang ada pada Canon 77D. Selain itu, fitur rotation screen yang ada pada Canon 77D juga akan secara otomatis merubah pengaturan layar yang ada di viewvender untuk berputar menyesuaikan posisi layar. Sehingga gambar yang tampil di vievender tidak bolak-balik tak beraturan. Kalau di smartphone fitur tersebut memiliki fungsi selayaknya auto rotate, kalau di Canon nggak tau namanya apa. Yang jelas fitur tersebut akan sengat memudahkan ketika proses pengambilan gambar. Pun juga setelah gambar jadi, proses tersebut sangat membantu peletakan posisi gambar sesuai dengan posisi kamera.

Selain itu, adanya fitur HSS pada Canon 77D akan sangat membantu pengambilan foto yang menggunakan alat tambahan berupa flash. Apabila flash digunakan pada kecepatan tinggi, maka dengan adanya fitur HSS di Canon 77D maka kecepatan kamera dapat diselarashkan dengan proses yang berlansgung di flash eksternal. Sehingga gambar yang dihasilkan akan dapat sepenuhnya menangkap cahaya yang dihasilkan oleh flash eksternal. Tidak akan terpotong menjadi bagian gelap dan terang.

Dengan dipisahnya tombol pengaturan ISO, Shutter Speed dan juga tombol pengaturan diafragma, tentu akan semakin memudahkan proses pengambilan gambar yang ada pada Canon 77D. Karena pengaturan yang biasa dikenal dengan sebutan segitiga eksposure tersebut, dapat dilakukan secara terpisah sendiri-sendiri tanpa mempengaruhi satu sama lainnya. Sehingga, pengaturan yang ada tidak berubah-rubah karena penggunaan tombol yang biasanya disatukan. Hal tersebut tidak terjadi pada Canon 77D.

Wifi, Bluetooth dan NFC

Canon 77D DSLR Pemula, Rasa Profesional

Ini dia fitur yang sangat membatu di era yang serba cepat sekarang ini, Dengan dihadirkannya fitur Wifi, Bluetooth dan NFC tentu akan semakin mudah membuat proses pengiriman atau pemindahan file ke perangkat lain akan menjadi semakin cepat dan semakin mudah. Selain digunakan untuk proses pemindahan file, fitur tersebut juga dapat semakin mudah menghubunkan ke akses Canon Connect Connections CS 100. Sehingga dapat langsung membagikan foto atau video yang ada di kamera menuju ke media sosial seperti Facebook, Instagram serta medial sosial lainnya. Apabila memiliki perangkat printer Canon semilisal Canon Selphy yang dilengkapi wifi, tentu akan langsung bisa melakukan pencetakan gambar hanya dengan menggunakan kamera tanpa bantuan perangkat lainnya.

Ada juga fitur NFC (Near Field Communication) yang disematkan dalam bodi kamera Canon EOS 77D. Dengan kemampuan NFC yang terintegrasi, kamera Canon EOS 77D bisa langsung terhubug keperangkat lain yang memiliki fitur NFC juga, hanya dengan menyentuh ikon NFC yang ada pada kamera. Sehingga selain menggunakan wifi, proses pemindahan file dapat juga dilakukan dengan menggunakan teknologi NFC. Dengan adanya NFC, tentu proses pemindahan file akan memiliki kecepatan yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan wifi.

Selain Wifi dan NFC, Canon 77D juga dilengkapi dengan konektivitas Bluetooth. Fitur ini memungkinkan untuk menghubungkan kamera dengan lebih cepat dan mudah ke remote kontrol bluetooth. Sehingga dapat membantu untuk melakukan pemotretan jarak jauh. Bluetooth yang ada pada Canon 77D juga dapat digunakan sebagai saranya untuk melakukan pemindahan file. Selain itu, baik Bluetooth ataupun Wifi yang ada di Canon 77D dapat digunakan sebagai saran yang berfungsi untuk menghubungkan kamera dengan aplikasi Camera Connect sehingga bisa langsung terhubung ke smartphone serta dapat melakukan pengontrolan kamera melalui smartphone atau tablet.

Kelebihan Canon 77D

  • Layar touchscreen.
  • Memiliki dua layar LCD (Utama dan Tambahan).
  • Memiliki Image Stabilizer.
  • Sistem autofokus "pro" 45 titik.
  • Memiliki dua roda kendali (Shutter Speed dan Diafragma).
  • Memiliki mic port.
  • Memiliki konektivitas bluetooth dan wifi.

Kekurangan Canon 77D

  • Belum bisa merekam video dengan kualitas 4K.
  • Pilihan ISO 1 stop. Bukan 1/3 stop.
  • Tidak memiliki headphone jack.
  • Jendela bidik optik agak kecil dan cakupan tidak 100%.

Kesimpulan

Canon 77D DSLR Pemula, Rasa Profesional

Canon 77D merupakan kamera DSLR yang dirancang untuk penggemar fotografi yang ingin merasakan kinerja dan kualitas yang mendekati kamera profesional namun tidak ingin kamera yang terlalu besar dan memberatkan, dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan kamera profesional. Keuntungan utama sistem kamera DSLR adalah tersedianya lensa serta aksesoris kamera yang sangat berlimpah.

Baca Juga:

Contoh Video Menggunakan Canon 77D

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Back to Top