Rabu, 13 Mei 2020

Sudah Turun, BPJS Naik Lagi. Isu Pengalihan Coronavirus?

Sudah Turun, Iuran BPJS Naik Lagi. Menurut dari berita yang ku baca sih begitu ya. Di Kompas, di detik, cnn dan media online lainnya mengatakan demikian. Kesel sih emang, ngerasa di prank sama Presiden Jokowi. Berharap Pak Presiden belajar dari Ferdian Paleka. Habis ini ada berita atau update dari sosial media Pak Jokowi sambil bilang "Iuran BPJS Naik? Tapi boong" wkwkwkwk. Eh bentar, apakah ini salah satu alat yang digunakan sebagai pengalih isu Corona


Sebelum ngomel-ngomel ngerasa di prank sama Presiden Jokowi dan jajarannya, coba ngaca dulu. Tunggakan tagihan BPJS mu ada berapa bulan? Kalau nunggak berbulan-bulan, jangan ngomel deh mendingan. Pikirannya ademin dulu, Otaknya pasang. Baru deh dipake. Jangan bar-bar ngatain Pak Jokowi ngeprank, Presiden bohong, Presiden pembual dan kata tidak pantas lainnya. Jadi, ngaca dulu, tagihan mu udah lunas belum? Atau malah kamu termasuk yang dapet fasilitas gratis dari pemerintah sehingga nggak perlu bayar BPJS? Nggak usah ngomel-ngomel, nikmatin aja.

Iuran BPJS Naik Turun Seenak Jidat?

Buat aku yang setiap awal bulan selalu berusaha untuk melunasi tagihan BPJS Kesehatan ku, waktu awal tahun 2019 tagihan jadi Rp160.000 ditambahn admin Rp2.500 rasanya kayak nggak gerak. Biasanya bayar Rp82.500 jadi harus bayar Rp162.500. Bener-bener 99% naiknya, nggak kira-kira. Tapi... ya nggak apa, tetep ku bayar. Bukan berarti duit ku banyak ya (Amiiin). Tapi setelah ku jelajahi dunia perbokepan, eh bukan, maksudnya searching google sana-sini, asuransi yang paling sip sejauh yang ku tau ya BPJS Kesehatan ini. Di sini, kita anggep BPJS sebagai asuransi ya, fungsinya sama kan kayak asuransi kesehatan yang dijual di sana-sana kan?

Emang sih, banyak gembar-gembor asuransi swasta lebih baik dari BPJS. Ceritanya, temen ku ada yang kerja di salah satu asuransi yang dijual di Bukalapak. Aku pernah kepincut sama apa yang ditawarkan perusahaan asuransi tersebut. Gimana nggak kepincut, bayar BPJS 1 Bulan, bisa bayar asuransi tersebut (yang dijual di Bukalapak) selama 1 tahun. Karena temen ku kerja di sana, akhirnya ku disuruh lebih teliti lagi untuk membaca apa yang ditawarkan, hak dan kewajiban yang sudah dituliskan lengkap. Dan ternyata jeng...jeng... yang dicover adalah santunan selama dirawat di rumah sakit. Bukan kayak BPJS Kesehatan yang mungkin bisa mengcover segala jenis penyaki plus biaya rawat inapnya.


Sudah Turun, BPJS Naik Lagi? Isu Pengalihan Corona Kah?

Mending Asuransi Swasta Dibanding BPJS?

Gila sih BPJS Kesehatan ini, mengcover segala macam biaya yang akan timbul waktu kita di rawat karena sakit. Bisa jadi nggak bayar apapun selama berusaha mengobati penyakit yang di derita. Jangan ngomongin fasilitas, ini masalah kebermanfaatan yang diperoleh. Kalau fasilitas, ya kamu tau sendiri lah ya. Cuman kalau kebermanfatan, ku rasa BPJS Kesehatan yang paling jempolan saat ini.

Jadi, waktu kemarin BPJS naik, banyak orang yang turun kelas. Aku salah satu yang enggak melakukan hal tersebut. Pun aku selama sejauh ini nggak pernah pake itu kartu BPJS (Nggak pengen pake juga sih ya), aku nggak pernah ngerasa rugi tuh. Gampangnya, iuran yang ku keluarkan, kuniatkan sebagai amal. Berharap supaya aku nggak sakit, terus ngegunain kebermanfaatan kartu BPJS. Nggak, aku nggak pengen gitu. Jadi, mau iuran BPJS pake tarif lama atau tarif baru, atau tarif yang lebih baru lagi selama lubuk hati ku yang terdalam mengatakan bayar, ya bayar aja. Jadi, aku bayar BPJS, walaupun nggak ku pake, berasa lebih banyak untungnya malahan. Karena selama ini aku nggak pernah sakit sampai yang harus ngeluarin kartu BPJS Kesehatan. 

Sehat Itu Mahal. Jadi BPJS Harus Mahal?

Kalau ada pepatah yang bilang sehat itu mahal, wah gila sih. Aku ngerasain bener kalau sehat itu mahal banget. Kesehatan ku selama ini dengan segala bentuk macam aktivitas yang ku lakukan, harganya jauh lebih mahal ketimbang iuran BPJS termahal saat ini. Padahal, mungkin badan ku remuk, bertahun-tahun jadi kelelawar, melek sampai menjelang Subuh, hobinya makan mie instan, hobinya minum minuite maid cup rasa jeruk. Mungkin kalau BPJS tau keseharian ku, dia nggak mau bayarin kalau aku sakit. Tapi nyatanya, nggak apa, biarpun pola hidup ku sangat tidak baik. Kartu BPJS Kesehatan nggak pernah keluar dari dompet.

Mungkin itu tadi, yaudah sih bayar aja iuran BPJSnya. Niatnya, sebagai amal biar nggak sakit. Toh katanya kan ini juga subsidi silang kan? Apa salahnya bantu negara, bantu sesama warga Negara Indonesia? 

Bhineka Tunggal Ika bukan cuman pepatah masa lampau kan? Masih berlaku kan?

Jadi, bayarlah tagihan BPJS Kesehatan mu itu sesuai waktu yang sudah disepakati.

Perkara masalah itu nanti duitnya dikorupsi atau enggak, bukan urusan kita.

Tugas kita sebagai peserta BPJS Kesehatan adalah membayar tagihan tepat waktu. Keberatan sama besaran iurannya? 

Bisa turun kelas. 

Masih keberatan juga? 

Pake asuransi swasta.

Nggak ada yang sepowerful BPJS? Bisa cover ini itu?

Ada cuk! Harganya 10 kali lipat iuran BPJS termahal dan dibayar pertahun per orang.

Keberatan? Kemahalan?

Udah bener pake BPJS Kesehatan malah ngomel-ngomel wkwkwk

Kalau dirasa nggak keberatan sama tarifnya, kan ada 3 kelas. Ambil yang paling murah. Ntar waktu misalnya harus dipake kartu BPJSnya, bisa naik kelas ke kelas 2. Simpel kan?


Sudah Turun, BPJS Naik Lagi? Isu Pengalihan Corona Kah?
Nggak Usah Tegang Juga Kali Bacanya. Biasa Aja wkwkwkwk

Berita Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi

Berita naiknya iuran BPJS jadi berapa, cari di google, aku nggak mau nulis itu. Pasti blog alay ini kalah telak. Jadi aku menulis dari sisi yang lain. Nih referensinya:
Harusnya sih nggak ada. Judulnya clikbait doang. Biar banyak yang klik, terus banyak yang baca. Pun sub judulnya juga alay, ngasal jeplak doang. Sengaja, biar pada penasaran. Blog ku sekarang banyak iklannya. Aku butuh cuan buat bayar iuran BPJS Kesehatan yang naik lagi cuk! wkwkwk

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Back to Top