Bukan! Ini Bukan Papa Yang Mantan Pacarnya Mamma!



Friday, September 28, 2018

Perayaan Pesta Pernikahan Impian

Pernikahan Adat Jawa vs Pesta Pernikahan Impian. Lebih Baik ku Pilih yang Mana?
Pernikahan Adat Jawa vs Pesta Pernikahan Impian. Lebih Baik Pilih yang Mana? 
Sumber: linandjirsa.com
Kalau dilihat dari judulnya, pasti kalian udah bisa nebak apa yang bakalan ku lakukan setelah ini kan? Aku mau menerka-nerka jawaban kalian, mungkin bakalan ada yang berpikiran "Wuiiih... Bayu mau nikah cuy...". Nggak salah, emang aku mau nikah...

Sebelumnya aku mau cerita dulu...

Waktu tinggal di Semarang, aku pernah berkecimpung dengan dunia kawin-perkawinan. Tapi semenjak pindah ke Pekalongan, aku udah nggak pernah lagi menikmati legitnya dunia tersebut. Pucuk dicinta ulam tiba, pertengahan September kemarin ada temen yang ngajakin untuk kembali bernostagia dengan dunia perkawinan, tapi dengan peran yang berbeda. Kalau dulu pas di Semarang, aku lebih sering bersentuhan dengan lensa dan kamera. Beda dengan peran kali ini yang lebih sering bersetubuh dengan Handy Talkie dan susunan acara. Something new! Tapi ya nggak baru-baru amat sih, soalnya dulu aku juga pernah ngerasain hal serupa. Namun, kali ini jauh berbeda. Aku bakalan bekerjasama dengan orang yang bener-bener sama sekali belum pernah aku kenal sebelumnya, ketemu pun juga belum pernah. Intinya sih, ini aku lagi mengalami de javu kegiatan yang sama namun dengan orang yang berbeda. Cuman, aku nggak akan bercerita tentang itu. Kali ini aku bakalan bercerita tentang Perayaan Pesta Pernikahan Impian...

Apakah kamu tega kalau tamu undangan mu berpermadani tratag-tratag kuno itu?
Sumber: linandjirsa.com
Kembali lagi ke paragraf pertama...

Nggak salah, emang aku mau nikah. Tapi... ya nggak sekarang juga. Nggak dalam waktu dekat ini deh. Kalau menurut rencana ku, masih lama lah ya. Mungkin sekitar enam atau tujuh tahun lagi lah. Tapi, masih bisa kurang atau bahkan bisa jadi malah lebih dari yang ku rencanakan. Apa yang ku yakinin sih, itu semua udah ada jalannya. Udah ada garisnya dan udah ditentukan sama sang maha pencipta. Sebelum aku bernyawa pun, kayaknya garis itu sudah Tuhan tuliskan. Jadi, buat apa diambil pusing?

Berkaitan dengan situasi yang ada di paragraf kedua, waktu itu, aku lagi mau onani, terus aku mikir sambil ngebayangin sesuatu "Kalau ada pernikahan yang kayak gini, pasti bakalan keren banget deh". Mungkin apa yang aku pikirin dan aku bayangkan tersebut, bisa jadi alternatif perayaan pesta pernikahan yang nggak biasa atau mungkin bakalan bisa jadi trendsetter baru. Mau tau gimana gambarannya? Oke, this is it "Perayaan Pesta Pernikahan Impian":

Bentar... ini aku bikin tulisan ginian, bukan berarti aku mau pesta perayaan pernikahan ku jadi kayak gini ya. Tau sendiri kan kalau pernikahan itu adalah mempersatukan dua keluarga besar yang berbeda. Jadi, belum tentu waktu aku mau menikah dengan seseorang, konsep ini bakalan bisa ku gunakan dengan mudahnya. Aku bikin tulisan kayak gini itu cuman iseng doang sih. Cuman pengen mendokumentasikan dalam bentuk tulisan tentang apa yang akhir-akhir ini melayang-layang dipikiran ku. Siapa tau... di luar sana ada sepasang sejoli yang mau melangsungkan pernikahan, tapi nggak mau menggunakan acara yang mainstream gitu-gitu aja. Oke, lanjut!

"Cermin ajaib, siapa perempuan paling cantik di negeri ini?"
Sumber: theaterscript.com
Langkah pertama, kamu harus bayangin dongeng "Putri Tidur" dan "Putri Salju".
Kedua, kamu bayangin kalau kamu lagi nonton film.
Ketiga, kamu bayangin pertunjukan teater dengan tatanan cahaya yang menarik. (Jangan lupa bayangkan kombinasi musik dan tarian)
Keempat, mainkan imajinasi liar mu untuk menggabungkan langkah pertama, kedua dan ketiga sehingga memiliki jalan cerita yang bisa dipertontonkan. Apa? Dipertontonkan Bay? Maksudnya gimana?

Kalem anak iblis... Ini baru mau mulai ceritanya...

Tapi bentar... ada yang udah bisa nebak arahnya kemana? Kalau udah ada yang nebak, coba nanti bandingin sama apa yang ku tulis. Apakah yang kamu pikirkan dan apa yang ku pikirkan itu sama? Kalau iya, siapa tau kita jodoh? *Ups

Yang ada di bayangan ku sih, bukan kedua mempelai pria dan wanita yang berjalan dari luar gedung yang memasuki tempat berlangsungnya acara. Kemudian diikutin orang tua dan saudaranya. Habis itu salam-salaman, tamunya makan terus habis itu pada pulang. Yaaa... seperti pernikahan pada umumnya sih. Tapi, pikiran liar ku berkata seperti ini:

Bayangin, semua mata tamu undangan mu bakalan tertuju pada mu dan kamu jadi pusat perhatian mereka!
Sumber: antoksoesanto.blogspot.com
Premis Perayaan Pesta Pernikahan Impian yang mau ku tulis adalah: "Mengajak serta tamu undangan memasuki cerita dongeng anak yang bertema percinta. Lalu, menghadirkan ending cerita dongeng menjadi kehidupan nyata pada sebuah acara penikahan. Dimana pemeran utamanya adalah mempelai pria dan mempelai wanita". Konsepnya adalah menghadirkan pertunjukan teater digabungkan dengan film atau video kejadian dalam skenario yang tidak memungkinkan untuk dipertunjukkan pada saat itu juga. Kemudian, disempurnakan dengan musik, tarian dan tata cahaya yang semakin mendukung keberlangsungan pertunjukan tersebut.

Ini dia... apa yang tadi ku sebut bisa dipertontonkan...

Jadi, nanti pesta pernikahannya itu semacam pertunjukan teater. Dimana mempelai pria memainkan perannya sebagai pangeran dan mempelai wanita memerankan Putri Tidur. Ceritanya bisa dimodifikasi sedemikain rupa sehingga tidak merusak durasi dan kesakralan acara yang dilangsungkan. Semua adegan harus dipikirkan secara matang. Mulai dari asal muasal gimana tuan putri tertidur dalam waktu yang lama. Hingga datanglah seorang pangeran yang bisa membangunkannya. Pertimbangkanlah untuk menampilkan adegan romantis dan yang bisa bikin baper tamu undangan secara live show. Sementara adegan prolog atau adegan pendahulu yang nggak bikin baper-baper amat, ditampilkan melalui layar besar yang memaikan video atau film adegan pendahulu tersebut (tentunya yang sudah dibuat jauh-jauh hari sebeleum acara berlangsung). Biar nggak monoton, musik pengiring sama tarian-tarian pendukung harus dijadikan sebagai selingan. Tatanan cahaya juga harus dimainkan sedemikian rupa untuk lebih mendramatisir pertunjukan.

Nenek sihir memainkan perannya untuk membuat sang putri tertidur pulas terlalu lama.
Sumber: jumpaonline.com
Harapannya sih, perhatian seluruh tamu undangan bakalan tertuju kepada kedua mempelai. Biar semua orang baper lihat seorang Putri Tidur yang dibangunkan dengan kecupan mesra dari seorang Pangeran Tampan yang direpresentasikan secara live show oleh kedua mempelai. Tujuannya adalah agar mempelai pria dan mempelai wanita benar-benar menjadi The Real Prince and The Real Princess on their day. Semua pandangan tertuju kepada kedua mempelai, semua perhatian tercurah kepada kedua mempelai dan semua tamu undangan dibikin baper dengan adegan mesra yang mereka saksikan secara live. Sehingga bisa menimbulkan persepsi, "Yang udah nikah jadi pengen nikah lagi dan yang belum nikah jadi pengen cepet-cepetan nikah".

Petunjukan dimulai dengan diputarnya film pada layar raksasa yang menutupi panggung utama. Semua lampu dipadamkan, sehingga semua mata hanya tertuju pada layar yang memutarkan adegan pendahuluan. Film tersebut menceritakan sebab musabab bagaimana awalnya sang tuan putri bisa mengalami masa tidur yang sangat panjang (Jalan ceritanya bisa diadopsi dari dongeng Putri Tidur). Adegan pada film diarahkan sedemikian rupa, sehingga tidak ada frame drop ketika layar digulung yang menandakan dimulainya pertunjukan teater. Saat layar mulai menggulung, penonton dikagetkan dengan kemunculan pangeran yang sedang bertarung menghadapi seseorang. Dandanan pangeran dan seseorang tersebut dibuat sedemikian mirip sehingga penonton sulit membedakan yang mana "pangeran yang merupakan mempelai pria" dan "seseorang yang menyerupai pangeran (pangeran palsu) tetapi bukan mempelai pria". Dalam adegan pertarungan tersebut, pangeran asli yang diperankan oleh mempelai pria dibuat mengalami kekalahan. Tujuannya adalah untuk mengecoh pentonton, agar mengira bahwa pangeran palsu adalah mempelai pria yang akan melangsungkan pernikahan.

Bayangin, pesta pernikahan mu nanti ada kayak gininya. Apa nggak bikin merinding yang lihat?
Setelah kekalahan pangeran asli, penari dan pemusik mulai memainkan perannya. Ketika kolaborasi ciamik antara pemusik dan penari selesai, pertunjukan dimulai kembali dengan adegan pengumuman dari orang tua tuan putri (mempelai wanita) yang mengadakan sayembara yang intinya "Barang siapa yang bisa membangunkan tuan putri, akan dinikahkan kepada anaknya tersebut" atau pengumuman sejenis lainnya. Pangeran asli dan pangeran palsu mendengar berita tersebut. Sehingga keduanya berebut untuk memenangkan sayembara itu. Adegan setelah ini dibuat twist yang menghadirkan kembali pertarungan antara pangeran asli dan pangeran palsu. Arahkan penonton untuk memiliki persepsi "yang menang dalam pertarungan akan menikahi tuan putri". Naaah... titik baliknya di sini... pangeran asli kembali mengalami kekalahan pada pertarungan kedua tersebut. Sehingga pangeran palsu memiliki kesempatan yang sangat besar untuk bisa memenangkan sayembara itu. Tapi, ternyata enggak, ada pantangan yang dilanggar pangeran palsu sehingga menyebabkan kekuatan supernya menghilang. Yaitu "Jangan pernah kamu mendekati atau bahkan menyentuh si putri tidur. Jika kamu melanggarnya, kekuatan magis ku akan menghilang. Begitu juga kekuatan super mu" yang diucapkan oleh penyihir si biang keladi yang mambuat sang putri mengalami masa tidur panjangnya. Naah... pangeran asli yang awalnya dianggap sebagai pesakitan, menjelma menjadi pahlawan pada akhir pertunjukan. Aku kok bayanginnya ada adegan wedding kiss beneran yang membangunkan si tuan putri ya? Jadi, tuan putrinya lagi tidur habis itu dicium bibirnya sama pangeran (udah sah mah ya bebas dong ya) terus bangun deh dia. Pangeran memenangkan sayembaranya, kemudian membunuh pangeran palsu berserta ibunya si penyihir jahat. Ini endingnya sengaja ku percepet, kepanjangan nanti yang baca males kan ya? Hingga akhrinya...

BOOOM...

Kalau nikahan mu kayak gitu, yakinlah banyak orang yang pengen nikah lagi.
Sumber: musicaltheatremusings.co.uk
Pertunjukan selesai. Raja dan Ratu yang di represantasikan oleh orang tua kedua mempelai, mempersilahkan para rakyatnya untuk menikmati pesta rakyat dalam rangka merayakan pesta pernikahan The Real Prince and The Real Princess. Tata panggung yang awalnya temaram langsung berubah menjadi terang benderang. Pesta di negeri dongeng menjadi pesta di kehidupan nyata.

Ini baru namanya pernikahan zaman now. Percuma selama hidup mu, kamu jadi k-popers sejati atau jadi anak clubbing penggemar DJ Soda tapi nanti nikahan mu lagunya dangdutan doang. No, ini bukan memposisikan dangdut sebagai aliran musik yang rendahan. Cuman, biarlah imajinasi mu itu diberi peran lebih agar menghasilkan ide-ide liar yang berasal dari kesukaan, kegemaran atau hobi dari kedua mempelai yang akan melangsungkan pernikahan. Lalu, dikemas sedemikian rupa sehingga bisa diterapkan pada perayaan pesta pernikahannya.

Wedding Enterance mu jalan dari luar gedung ke atas panggung doang? Katanya anak zaman now? Kalau kayak gitu doang mah, anak zaman old kali...
Sumber: teater-teri.blogspot.com
Aku bisa ngetik semua hal di atas juga bukan murni dari pemikiran ku semata. Tadi udah ku jelasin kalau ada temen yang ngajakin buat menikmati dunia kawin-perkawinan kan? Naaah... jadi ketika mengikuti kegiatan tersebut, aku menyaksikan suatu prosesi acara pernikahan yang berbeda dibanding kebanyakan. Cuman, menurut ku ada yang kurang, akhirnya ku lengkapi sehingga menghasilkan gambaran sesuai dengan apa yang ku tulis di atas. Jadi, nggak ada batasan atau halangan yang harus dihindari ketika ada sepasang sejoli yang akan melangsungkan pernikahan. Apa yang ku tulis di atas pun sah-sah aja kalau mau digunakan dan sah-sah aja kalau mau dikritisi atau bahkan dicaci maki.

Jadi, itulah Perayaan Pesta Pernikahan Impian menurut versiku. Kalau aku boleh kasih nama sih, bakalan ku kasih nama "Wedding Theater". Lalu, seperti apakah Perayaan Pesta Pernikahan Impian menurut versi mu? Tuliskan di kolom komentar supaya bisa kubagikan ke orang lain. Siapa tau angan-angan receh nggak masuk akal mu malah bisa menginsipirasi orang lain kan? Let's share goodness 😀

Nggak harus jadi anak raja kalau mau melaksanakan Royal Wedding. Buat sendiri Royal Wedding versimu dengan skenario yang kuat.
Sumber: linandjirsa.com

Salam,
BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Admin Website        http://www.desawonopringgo.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani
Share:

Saturday, September 22, 2018

PAPABUKABUKU: Senyum Dahlan - Tasaro GK


Setelah sekian lama segmen PAPABUKABUKU hadir di Papabackpakcer, baru kali ini aku kepikiran untuk membuat segmen tersebut jauh lebih hidup dibanding sebelumnya. Kalau sebelumnya cuman ada daftar buku yang udah ku baca dalam rentang waktu tertentu, kali ini aku akan sedikit membahas dan menceritakan pengalaman ku setelah membaca buku tersebut. Ini bukan resensi buku, aku pun nggak ngerti caranya meresnsi buku. Jadi ini murni pesan, kesan atau hal baik apa yang akhirnya ku peroleh dan terngiang-ngiang sehingga dapat kuambil pelajaran positif darinya.

Senyum Dahlan ini serial ketiga dari Trilogi Novel Inspirasi Dahlan Iskan. Serial pertama berjudul Sepatu Dahlan, kemudian serial kedua berjudul Surat Dahlan yang ditulis sama Khrisna Pabichara. Karena udah terlanjur menyelesaikan membaca kedua serial sebelumnya, aku jadi penasaran sama serial terkahirnya. Tulisan Khrisna Pabichara di serial sebelumnya udah berhasil menghipnotis ku dan membuat penasaran. Alam bawah sadarku otomatis berkata "Pasti serial ketiganya bakalan nggak kalah seru". Waktu ku tau yang nulis Senyum Dahlan bukan Khrisna Pabichara, aku tetep penasaran sama isinya. Karena itu, tanggung lah yang pertama sama kedua udah baca, masa yang ketiganya enggak baca sih. Jadilah ku beli buku tersebut.

Disini aku agak spoiler. Tapi, kalau mau tau ceritanya lengkapnya, baca aja bukunya. Aku sedikit kecewa sih sama tulisan Tasaro GK ini. Nggak semenarik apa yang disuguhkan Khrisna Pabichara pada kedua serial pendahulunya. Lihat deh daftar buku yang udah ku baca di PAPABUKABUKU. Setelah terakhir aku baca Teman Tapi Menikah 2 punya Ditto Percussion sama Ayudia Bing Slamet yang ku selesaikan membacanya pada bulan Mei 2018, tiga bulan setelahnya nggak ada satupun buku yang berhasil ku selesaikan untuk membacanya. Ya karena itu, tulisan Tasaro GK nggak sesuai ekspektasiku, menurut ku sih nggak semenarik tulisan Khrisna Pabichara. Karena ketidak menarikan itu, jadi bikin aku nggak penasaran sama kelanjutan kisahnya. Tapi, hati kecil ku bilang "Elaaah tanggung amat sih nggak ngelarin. Jangan buka buku yang lainnya sebelum Senyum Dahlan ini selesai dibaca. Eman-eman duit yang buat beli bukunya kan kalau Senyum Dahlan dilewatkan" Gitu pikir ku. That's why PAPABUKABUKU udah lama nggak update.

Tapi karena paksaan itu, walaupun lama buanget. Akhirnya aku berhasil menyelesaikan buku Senyum Dahlan ini. Under estimate ku mulai pecah dan luntur ketika udah pertengahan buku. Menurutku, Senyum Dahlan baru menarik setelah setengah buku terlewati. Hingga akhirnya aku menemukan beberapa hal yang kuanggap menarik dari buku ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:


"Perjalanan kadang harus dimulai dengan keterpaksaan. Meninggalkan satu takdir menuju takdir lainnya. Meninggalkan banyak nama dan berharap akan bertemu dengan nama-nama yang baru" - Senyum Dahlan Halaman 263

Cuplikan di atas menurut ku bener banget sih. Aku pernah mengalaminya. Nggak cuman dalam satu kejadian, tapi dalam beberapa kejadian yang berbeda. Tapi intinya sama "Keterpaksaan meninggalkan kenyamanan kemudian berharap dengan nama-nama yang baru". Buat yang belum pernah baca ceritanya, bisa dibaca lewat melalui link yang kubagiin habis setelah ini.

Menarik juga buat dibaca:
1. Pindah 3 Kali Dalam 1 Tahun
2. KKN Sepanjang Masa


"Kamu tidak bisa bersikap macam priayi yang hanya melakukan bagianmu, lalu berpikir segalanya akan selesai dengan sendirinya" - Senyum Dahlan Halaman 157

Nggak ngerti kenapa cuplikan di atas nyentil aku banget. Manusia emang harus jadi robot kayaknya. Nggak bisa bersikap "Jobdesk ku ini doang. Udah ku kerjain semua. Jadi, yaudah tugas dan tanggungjawab ku otomatis udah selesai dong". Mungkin kayak gitu bakalan banyak dijumpai di sekitar mu kan? Apalagi yang udah berkecimpung di dunia kerja. "Aku dibayar cuman buat ngerjain jobdesk ku doang. Tugas lain udah diurus orang lain yang emang udah jobdesk-nya dia. Kalau aku ngerjain jobdesk lainnya, harusnya aku dapet tambahan dong?". Kalau otak dan sikap mu adalah sebagai pekerja. Silahkan terapkan apa yang ku tulis di atas. Tapi kalau kamu mau lebih dari hanya sekedar seorang pekerja, jangan lakukan hal di atas. Lakukanlah apa yang ku cuplik dari Senyum Dahlan di atas. Walaupun saat ini posisi mu sebagai pekerja, but if you doing that ("Kamu tidak bisa bersikap macam priayi yang hanya melakukan bagianmu, lalu berpikir segalanya akan selesai dengan sendirinya") yakinlah, gelar pekerja mu akan segera luntur untuk menjemput takdir baru "memperkerjakan orang". Nggak usah mikirin tambahan uang kalau kamu ngerjain sesuatu diluar tanggung jawab pekerjaan mu. Pikir aja, "kelebihan" tanggung jawab mu itu sebagai amal yang akan dibalas dan diberi tambahan langsung oleh Tuhan.


"Kamu tidak bisa bersembunyi di belakang kesulitan yang kamu alami selama liputan. Kamu tidak bisa beralasan sedang sakit kepala, putus cinta, atau bokek" "Deadline ya deadline... Dia membunuhmu dan tidak bisa sebaliknya" - Senyum Dahlan Halaman 157

Selama hidup ku, aku banyak mengalami hal ini. Banyak orang bersembunyi dan berkesan mencari aman dibalik halangan yang dihadapinya. Pada awalnya, orang-orang tersebut bersikap macam priyayi. Hanya mengerjakan apa yang menjadi jobdesk-nya. Setelah ada kesulitan yang menghalanginya, dia melupakan segalanya, termasuk jobdesk-nya. Makanya, jangan bersikap macam priyayi. Bantulah orang lain yang emang kamu bisa untuk membantunya. Yakinlah, suatu saat ketika kamu mengalami kesulitan dalam mengerjakan dan menyelesaikan jobdesk mu. Hingga nampaknya deadline akan mundur menjadi sudden death. Ketika saat itu tiba, tanpa kamu meminta bantuan pun, orang lain akan dengan senang hati memberi mu pertolongan. Pada akhirnya kamu akan bisa mencapai "Deadline ya deadline".

Dari buku setebel itu, yang selalu terngiang dipikiran ku cuman tiga hal di atas sih. Hal diatas bakalan bisa banget kalau ku terapkan pada diriku sendiri. Mungkin akan berkembang menjadi hal-hal positif lainnya yang pola dasarnya dari ketiga hal tersebut di atas. Atau kamu yang udah baca buku ini punya hal positif lain yang sekiranya bisa dibagikan ke orang lain? Kalau ada, silahkan tinggalin di kolom komentar. Nanti bakalan ku tambahin dibawah tiga hal yang udah kusebutkan di atas.

Jadi, kapan terkahir kali kamu baca buku?

Salam,
BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Admin Website        http://www.desawonopringgo.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani
Share:

Monday, September 17, 2018

4 Alasan Kenapa Travel Blogger Cocok Jadi Duta Wisata

Sumber: Instagram @Takdos

Kamu travel blogger dan pengen jadi duta wisata? Pas! Ini artikel yang harus kamu baca. Atau... Kamu suka bikin tulisan dan pengen jadi duta wisata? Cocok! Artikel ini pas banget buat kamu. Baca sampai kelar...

Duta Wisata itu yang aku tau, tugasnya banyak banget. Salah satunya adalah menjadi bagian terdepan di sebuah wilayah untuk menggali, memperkenalkan hingga kemudian menjadi bagian dari denyut kehidupan seni, budaya dan pariwisata daerah - dikutip dari Dirjen Pemasaran Kementrian Pariwisara dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia - Intinya sih nggak jauh-jauh dari kamu sebagai duta wisata kudu ikut serta dalam mempromosikan kesenian, kebudayaan serta perpariwisataan yang ada di daerah mu.

Kalau masalah promosi sih, aku yakin yang namanya blogger atau penulis bakalan dengan mudahnya melakukan hal tersebut. Apalagi kalau punya blog dengan genre Travel Blog atau blog dengan tema perjalanan. Makanya, kenapa aku bilang kalau Travel Blogger ini cocok banget kalau jadi dan menyandang gelar sebagai duta wisata. Aku banget ya? Naaah... Ini dia beberapa alasan kenapa Travel Blogger ini cocok jadi duta wisata:

1. Bisa Promosi


Print Screen http://naked-traveler.com/
Travel Blogger mana sih yang nggak bisa promosi? Aku yakin semua travel blogger bakalan jago kalau disuruh promosi. Nggak harus lewat suara yang menggelegar atau dengan keterampilan berbahasa asing yang dimiliki. Karena blogger tugasnya menulis. Jadi, nggak harus kamu pandai berbicara panjang lebar disertai kemampuan berbahasa asing yang sangat baik, kalau cuman disuruh promosi doang. Pasti travel blogger lancar jaya. Seenggaknya inner circle mu bisa memperoleh informasi tambahan yang kamu buat melalui tulisan (utamanya tentang wisata) yang kemudian bisa membuat inner circle mu terpengaruh untuk mau mendatangi suatu tempat wisata yang sudah kamu buatkan tulisannya. Awalnya emang cuman dari inner circle mu doang siiih. Tapi ketika kamu bikin tulisan dan berhasil terindeks ke google, yakinlah, nantinya nggak cuman inner circle mu doang yang akan merasakan kehebatan skill promosi mu melalui kegiatan tulis menulis tersebut. Karena apa? Kamu sudah berhasil mencetak data digital yang sudah terekam oleh robot-robot google. Apa manfaatnya? Semua makhluk di dunia yang terhubung ke internet, punya kemungkinan untuk terpengaruh oleh data digital melalui tulisan yang telah kamu buat. Selamat! Tugas dan tanggung jawab mu sebagai duta wisata mu sudah kamu capai. Terlebih, dalam hal berpromosi. Coba kamu bayangin, kalau seorang duta wisata tapi nggak bisa berpromosi? Terus gimana dong? Terus ngapain dong? Itu dia, kenapa seorang Travel Blogger cocok jadi duta wisata. Soalnya, travel blogger pasti bisa promosi. Sesuai dengan salah satu tugas Duta Wisata adalah "Mempromosikan bla...bla...bla..."

2. Suka Berwisata


Sumber: Instagram @Takdos
Ini dia kelebihan selanjutnya yang dimiliki oleh seorang travel blogger yang bakalan mendukung tugas mu sebagai duta wisata. Nggak mungkin kan seorang travel blogger tapi nggak suka berwisata? Kalau mungkin, terus dari mana dia bisa punya bahan tulisan? Terlebih kalau tempat yang mau ditulis belum ada data digitalnya sama sekali, terus... apa yang mau ditulis? Nggak akan jadi repot kalau kamu travel blogger dan suka berwisata. Tinggal cari waktu yang pas, kunjungin suatu tempat wisata, terus sepulangnya dari sana tinggal bikin tulisan. Beres deh. Akan jadi masalah ketika kamu terpilih menjadi duta wisata tapi kamunya sendiri nggak suka berwisata. Mau bisa dapet bahan promosi dari mana? Kalau nggak punya bahan promosi, terus gimana caranya kamu berpromosi? Ya nggak bisa to? Naaah... Akan jadi aneh ketika seorang duta wisata tapi nggak suka berwisata to? Itu dia untungnya kenapa travel blogger cocok jadi duta wisata. Soalnya, pasti seorang travel blogger bakalan suka berwisata. Duta wisata tapi nggak suka berwisata? Emmmmm...

3. Nggak Maniak Swafoto


Sumber: Feed Instagram @bayutaufani yang sepi upload foto baru
Coba deh kamu cek... travel blogger mana yang isi blognya muka doang semua? Kayaknya, yang beneran travel blogger kemungkinan besar koleksi fotonya nggak cuman muka doang semua. Ya... nggak menutup kemungkinan tetep bakalan ada foto muka si empunya blog. Tapi yakinlah, nggak akan itu satu frame isinya muka doang. Yaaa... maksimal 1/4 bagian ada mukanya 3/4 bagian lainnya adalah pemandangan indah suatu tempat yang bakalan bikin orang lain mupeng pengen ke sana. Akan jadi masalah ketika kamu jadi duta wisata tapi foto yang kamu punya atau bahkan foto yang kamu bagiin lewat media sosial adalah foto muka semua. Terus, apa yang mau kamu promosiin? Diri mu sendiri? Oh jadi kamu lagi menjual diri? Pantesan aja... banyak yang nawar. Itu dia kenapa seorang travel blogger cocok jadi duta wisata. Soalnya pasti seorang travel blogger bukanlah orang yang maniak berswafoto. Duta Wisata tapi isi media sosialnya cuman muka doang? Kamu Duta Wisata apa Duta Selfie? Emmmmm....

4. Bisa Bikin Media Promosi yang Menarik


Ini Trinity lagi jualan buku terbarunya. Tapi lihatlah, bagaimana dia mempromosikan buku terbarunya tanpa hard selling.
Nggak harus sih emang seorang Duta Wisata bisa bikin media promosi yang menarik. Tapi, bukan kah jadi suatu nilai lebih kalau seorang Duta Wisata bisa dan mampu bikin media promosi yang menarik? Bisa bikin tulisan informatif, bisa bikin foro menarik apalagi kalau sampai bisa bikin video promosi yang menarik. Beeeeh... lengkap mah. Kayaknya syarat jadi Duta Wisata harus ditambah kali ya? "Bisa Bikin Media Promosi yang Menarik". Kalau seorang Duta Wisata tapi nggak bisa bikin media promosi yang menarik gimana dong? Lagi-lagi ngandelin pemerintah untuk membuat media promosi dong? Terus ngapain pemerintah ngadain pemilihan Duta Wisata disetiap wilayah kalau gitu? Ah buang-buang duit doang to? Itu dia... kenapa Travel Blogger cocok untuk jadi Duta Wisata.

Kalau ke-4 poin di atas sudah ada dalam diri seorang travel blogger, yakinlah tugas duta wisata yang sepengetahuan ku diantaranya adalah untuk menjadi pelopor pentingnya sadar wisata, pelopor promosi, sarana bagi masyarakat untuk mengenal segala hal dalam pariwisata serta menjadi salah satu faktor penanda kemajuan dunia pariwisata, pasti bisa dibabat habis. Itu dia kenapa aku berani bilang kalau Travel Blogger itu cocok banget jadi Duta Wisata. Jadi duta wisata tapi nggak bisa promosi? Buat apa?! Jadi duta wista tapi nggak suka berwisata? Kenapa nggak jadi duta perumahan aja?! Jadi duta wisata tapi feednya muka doang? Nyaingin Pekalongan Cantik Pekalongan Ganteng dong?! Jadi duta wisata tapi nggak bisa bikin media promosi yang menarik? Kalah sama vlogger bocah zaman now dong?!

Ini ngomongin fakta di lapangan, coba kamu amatin emangnya apa sih gunanya duta wisata? Emangnya duta wisata itu ngapain aja? Apa yang mereka lakukan? Selain mejeng sana mejeng sini? Terus ngapain juga diadakan pemilihan serupa tiap tahunnya kalau nyatanya hal tersebut di atas nihil hasilnya? Terus aku yang udah jadi seorang duta wisata emangnya udah melakukan hal-hal di atas? Tentu saja belum. Sebenernya ngeluarin artikel ginian itu kayak berasa nyentil diri sendiri juga sih. Jadi, artikel ini bukan berfungsi untuk menggurui orang lain; atau merendahkan peran duta wisata daerah lainnya; atau mendeskreditkan peranan duta wisata pada umumnya. Tapi, melalui artikel ini aku pengen membuka pandangan pemuda-pemudi keren yang udah pernah ikutan ajang pemilihan duta wisata (termasuk diri ku sendiri) untuk lebih tergerak lagi dan lebih sadar lagi tentang peran apa dan bagaimana yang seharusnya dilakukan dan dilaksanakan setelah proses pemilihan duta wisata selesai dilaksanakan.

Siap?
Mari kita wujudkan!

Sumber: Instagram @Takdos
Oh ya, sebelum berpisah, aku mau ngasih tau kalau temen Duta Wisata dari Kabupaten Tegal namanya Hendra Setiawan, dia sudah sedikit melalukan apa yang kutuliskan di atas melalui channel youtube pribadinya. Yang mau lihat, bisa tonton video terbarunya yang tepat keluar pas artikel ini ku publish melalui video yang kubagikan di bawah ini:


Atau yang mau kepoin lebih lanjut tentang channelnya Mas Hendra bisa dilihat DI SINI (atau cari aja "Catatan Perjalanku") karena ada banyak video lain yang seharusnya bisa ditiru oleh duta wisata lainnya. Sengaja ku masukin ke postingan ini, entah waktunya tepat atau gimana aku nggak ngerti. Intinya postingan ini keluar, aku nemu video terbaru Mas Hendra yang di follow up melalui story whatsappnya. Selain itu, ini sengaja ku posting di sini sebagai apresiasi sekaligus contoh bagi duta wisata lainnya.

Atau kamu duta wisata dan udah bikin kayak apa yang dibikin sama Mas Hendra di atas? Tinggalin komen di bawah, nanti bakalan aku update juga channel mu melalui postingan ini.

Kuulangi lagi...
SIAP?!
MARI KITA WUJUDKAN!!

Salam,
BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Admin Website        http://www.desawonopringgo.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani
Share:

Subscribe

Masukkan Email:


Youtube Channel:

Popular Posts

Total Pageviews