Bukan! Ini Bukan Papa Yang Mantan Pacarnya Mamma!



Tuesday, May 22, 2018

Tips Lolos Tes Wawancara


Kemarin aku udah ngasih tips lolos tes administrasi sama tips lolos tes tertulis. Sekarang, aku bakalan ngasih tau "TIPS LOLOS TES WAWANCARA saat Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan". Tapi, buat kamu yang belum baca tips tips sebelumnya, mendingan bacain dulu tips tips yang udah aku bagiin. Karena kalau kamu langsung bacain tips lolos tes wawancara ini dan belum membaca tips sebelumnya, yakinlah kamu bakalan ngerasa ini loncat-loncat. Jadi, bacain dulu tips lainnya DI SINI. Buat yang udah bacain tips-tips sebelumnya, silahkan lanjut ke paragraf selanjutnya.

Share:

Monday, May 21, 2018

Tips Lolos Tes Tertulis


Sekarang, aku bakalan ngasih tau tentang "Tips Lolos Tes Tertulis saat Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan". Setelah kamu lolos tes administrasi, nantinya kamu bakalan dikasih tau sama panitia tentang agenda apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Kalau lihat dari pamflet yang udah beredar sih bakalan ada tes yang akan dilaksanakan tanggal 21 sampai 22 Juni 2018. Dipamflet emang nggak dijelasin bakalan ada tes apa aja. Tapi nanti waktu Temu Teknik (Technical Meeting) bakalan dikasih tau tes tes apa aja yang akan dijalani para peserta. Diantaranya adalah Tes Tertulis, Tes Wawancara serta Tes Minat dan Bakat. Untuk kali ini, bakalan aku kasih tau "TIPS LOLOS TES TERTULIS saat Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan". Jadi, Tipsnya gini...
Share:

Sunday, May 20, 2018

Tips Lolos Tes Administrasi


Sekarang, aku bakalan ngasih tau tentang "Tips Lolos Tes Administrasi saat Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan". Tahun 2017 lalu, tes Duta Wisata terbagi menjadi 4 (empat) jenis. Yaitu, tes administrasi, tes tertulis, tes wawancara serta tes minat dan bakat. Untuk tes administrasi, sebenernya tes ini adalah tes yang paling gampang. Nggak perlu ngerjain soal-soal, nggak perlu ditanyain kemudian jawab ini itu. Tinggal ngelengkapin syarat-syaratnya, udah deh lolos. Yaudah... gitu doang, sesimple itu. Tapi.. ada kiat-kiat atau tips khusus yang bakalan aku kasih tau melalui tulisan ini. Jadi, TIPS LOLOS TES ADMINISTRASI saat Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan, kurang lebih kayak gini...
Share:

Saturday, May 19, 2018

Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2018


Seorang Bayu Taufani Haryanto ikutan Duta Wisata? Apa nggak terlalu tua? Di blog antah berantah ini aja ngetikinnya jorok-jorok mulu gitu, emangnya pantes ikut acara begituan? Di blog jorok ini aja dia disebutnya sebagai Papa, kan ya nggak pantes kalau misalnya nanti sebutannya berubah jadi Mas? Ganteng enggak, biasa aja iya, jangankan ngimpi menang, masuk jadi finalis doang aja emangnya bisa? Itulah sederet pujian yang mengawali niat ku untuk mengikuti ajang yang nyatanya bergengsi ini "AJANG PEMILIHAN MAS DAN MBAK DUTA WISATA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2017". Jadi, gimana ceritanya seorang empunya Papabackpacker bisa terseret kemudian menyelam dalam ajang ini? Jadi, begini ceritanya gimana bisa ikutan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2017...
Share:

Friday, May 18, 2018

KKN Sepanjang Masa

Meninggalkan gemerlap Kota Semarang, kemudian memilih untuk tinggal di suatu daerah yang tidak segemerlap tempat aku dibesarkan adalah keputusan tersulit yang pernah aku ambil. Konon katanya, ketika aku memilih untuk tetap tinggal di Semarang. Lalu, menyelesaikan apa yang seharusnya aku selesaikan (Baca: Kuliah). Pundi-pundi rupiah nggak akan sungkan untuk mengalir deras menghiasi saldo tabungan ku. Tapi nyatanya, aku nggak milih jalan itu. Ya, aku memilih jalan yang berbeda dibanding kebanyakan orang yang pernah mengecap manisnya kehidupan di kota-kota besar, Kota Semarang khususnya. Lalu, kenapa berbeda? Lantas, apa yang sekarang aku lakukan?


Seperti yang udah aku tulisin pada postingan sebelumnya, tentang Pindah 3 Kali Dalam 1 Tahun. Btw, ketika kamu belum baca tentang Pindah 3 Kali Dalam 1 Tahun, mungkin kamu bakalan kebingungan. Seakan tulisan ini loncat sana-sini nggak karuan. Jadi, alahkah baiknya kamu baca postingan tersebut dahulu apabila kamu belum sempat membacanya. Setelah membaca postingan tersebut, silahkan lanjutkan membaca paragraf selanjutnya.

Semenjak kepindahan ku dari Semarang, rasanya nggak akan ada hal istimewa yang bisa aku lakukan di Pekalongan. Semuanya terlihat abu-abu, samar-samar dan nggak bisa ditebak. Hal yang aku pikirkan waktu itu hanyalah "Orang tua ku nggak akan membuat bising telinga ku perihal kuliah yang tidak kunjung selesai". Ya, aku memang cuman cari aman doang. Karena sejujurnya, pada saat itu, aku sudah muak sama yang namanya bangku perkuliahan --Oh ya, bagian ini akan aku bahas lain waktu pada postingan selanjutnya-- Semuanya emang serba tak terduga. Tuhan berhasil memainkan perannya pada cerita hidupku. Awalnya, hal yang akan aku lakukan di Pekalongan adalah mencoba untuk mengembangbiakkan dan kemudian membudidayakan ikan lele. Namun nahas, setelah beberapa kali mencoba, ternyata aku masih gagal. Lama kelamaan, lenyaplah sudah rencana awal tersebut.

Setelah rencana itu menguap. Lalu, apa aja sih yang aku lakukan?

Suatu ketika, desa tempat aku tinggal, Desa Wonopringgo namanya. Membuat website desa yang dipesan melalui tenaga ahli yang telah dipilih. Setelah kulihat tampilan dan isinya, rasanya aku bisa membuat tampilan yang lebih baik serta mengisi website desa tersebut dengan isian yang lebih menarik. Setelah dicoba, ternyata Kepala Desa tempat aku tinggal menyukai apa yang aku kerjakan. Lalu, beralihlah pengelola website dari yang awalnya bukan warga Desa Wonopringgo beralih kepada aku yang notabene udah jadi warga Desa Wonopringgo. Yah... walaupun sampai postingan ini dibuat, KTP ku masih KTP Semarang siiih. Oke Skip!

Setelah itu, mulailah aku mengisi konten yang akan ditampilkan pada website desa tersebut. Pada dasarnya, karena aku blogger kali ya, rasa-rasanya kok eman-eman kalau postingan di website desa isinya cuman tulisan doang. Hingga akhirnya, aku mulai memasukkan foto-foto yang mendukung postingan-postingan yang akan dikeluarkan. Berturut-turut banyak inovasi yang aku lakukan dalam pengembangan web desa tersebut. Pertama, membuat web desa menjadi website bilingual --Mungkin ini yang pertama di Indonesia-- Website Desa yang Bilingual. Coba cari di google, website desa mana yang bilingual selain desawonopringgo.com? Rasa-rasanya nggak ada (Sampai tulisan ini dibuat).

Klik Gambarnya Aja Kalau Mau Lihat Postingannya
Kedua, untuk mengikuti perkembangan zaman, aku nggak cuman membuat dokumentasi yang berupa gambar doang, aku mulai membuat dokumentasi kegiatan yang berupa Video Blog atau yang biasa disebut VLOG, yang masih rutin aku kerjakan hingga postingan ini dibuat. Terbaru, sepertinya akan ada inovasi lain yang akan dihadirkan oleh desawonopringgo.com yaitu aku beserta teman-teman yang lain akan membuat PRINGGODANI TV. Doakan semuanya bisa lancar yaaaa 🙈 Aku rasa, ketika PRINGGODANI TV dapat mengudara, ini akan menjadi desa pertama di Kabupaten Pekalongan yang memiliki channel TV sendiri 😊😊😊

Klik Gambarnya Aja Kalau Mau Lihat Channel Youtube Desa Wonopringgo

MENJADI PENGURUS DI KARANG TARUNA DESA

Dulu, Karang Taruna di Desa Wonopringgo pernah bergeliat. Entah kenapa, beberapa tahun kebelakang, organisasi kepemudaan tersebut terbengkalai tak ada yang mengurusnya. Mendapat suntikan dana segar dari Dana Desa, tepat di tahun kepindahan ku, karang taruna mulai bergeliat kembali. Aku yang bukan siapa-siapa --yang baru saja akan memulai kehidupan ku di Desa Wonopringgo-- serta merta ditunjuk menjadi salah satu pengurus sekaligus ketua bidang yang aku terdaftar didalamnya. Yaitu, bidang Kelompok Usaha Bersama. Merasa nggak ngerti apa yang harus aku lakukan, sebenarnya aku ingin menyerahkan jabatan tersebut kepada pemuda lain yang sudah lebih lama tinggal di sib. Namun nahas, semuanya menolak. Kembali, kujalani peran baru yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya.

DYK, Logo Ini Aku yang Bikin.
Setelah mengikuti karang taruna desa, banyak kegiatan-kegiatan yang harus dijalankan. Kegiatannya apa aja, bisa dilihat melalui desawonopringgo.com Pada setiap kegiatan yang dijalani karang taruna, aku selalu mendapatkan peran ganda. Pertama sebagai panitia dan kedua sebagai pengelola website desa yang harus mendokumentasikan serta membuat tulisan tentang kegiatan yang sedang berlangsung.

TURUT SERTA MEMBANGKITKAN PERPUSTAKAAN DESA


Saat mengikuti rapat pembentukan pengurus karang taruna desa yang bertempat di Balai Desa, perhatian ku selalu tertuju pada sebuah lemari kaca tua berisikan buku-buku dengan tulisan "Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo". Ketika kuperhatikan sekeliling, nampaknya tak ada yang menggubris keberadaan lemari kaca tua tersebut, mereka tampak acuh terhadap keberadaannya. Karena penasaran, kutanyai pengurus karang taruna lainnya "Loh, ternyata di sini punya perpustakaan ya?" Rerata yang kutanyai pada kompak menjawab "Nggak ngerti, emangnya ada ya?". Padahal di ruangan tersebut yang nyatanya selama ini mungkin selalu mereka lihat itu, ada sebuah lemari yang bertuliskan "Perpustakaan Cerah". Setelah mengetahui situasi tersebut, kemudian aku menanyakan hal yang sama kepada Kepala Desa tempat aku tinggal

"Iya ada, namanya Perpustakaan Cerah"

"Cerah apanya? Orang perpustakaan Gelap gitu kok? Ganti aja namanya jadi Perpustakaan Gelap. Perpustakaannya nggak keurus gitu" Sanggah ku.

"Dulu koleksinya banyak, karena nggak ada yang mengurus, jadi ya terbengkalai seperti itu" Timpalnya lagi. "Yaudah, kalau sanggup, tolong dibangkitin lagi perpustakaannya"

Percakapan itu berakhir begitu saja. Aku yang merasa tak memiliki kemampuan dan keahlian apapun untuk membangkitkan perpustakaan tersebut, lalu mulai berbincang dengan ketua karangtaruna 

"Mbak, itu perpustakaannya kok kasihan ya? Kan di karangtaruna ada bidang Pendidikan dan Pelatihan, kenapa enggak dimasukin ke program kerjanya bidang tersebut buat menghidupkan perpustakaan?"

"Iya... Mbak juga udah kepikiran itu. Kayaknya emang perpustakaannya kudu diaktifin lagi deh"


Bentaaar... ini kayaknya kalau kulanjutin, ceritanya bakalan panjang. Kali ini ceritanya bakalan aku singkat, biar nanti aku cerita di postingan lainnya lagi aja ya. Biar bisa lebih mendetail.

Pada akhirnya, buku-buku berharga tersebut mendapatkan sebuah tempat dan rak buku yang layak. Sehingga, pantaslah kemudian tempat itu disebut sebagai perpustakaan. Buku yang awalnya polosan tanpa identitas pun, sekarang udah nggak telanjang lagi seperti selayaknya perpustakaan pada umumnya. Tak ketinggalan, perpustakaan tersebut juga telah memiliki penjaga yang akan setia mengawasi buku-buku yang ada.

MANJADI PENGURUS BUMDES

BUMDes adalah kepanjangan dari Badan Usaha Milik Desa. Mungkin karena keikutsertaan ku dalam kegiatan-kegiatan yang selama ini dilaksanakan di desa, aku direkomendasikan oleh Kepala Desa tempat ku tinggal untuk mengikuti seleksi pengurus BUMDes. Entah kenapa, nama ku masuk menjadi salah satu yang lolos jadi pengurus BUMDes. Beda cerita dibandingkan apa yang udah aku tulisin di atas. Sebelumnya, di desa tempat aku tinggal belum pernah ada kepengurusan dari BUMDes. Jadi, ini merupakan kepengurusan angkatan pertama. Segala sesuatunya serba coba-coba, serba mengamati. Yaaah... pokonya belum ada yang bisa dijadikan acuan karena ini merupakan kepengurusan BUMDes yang baru pertama kali ada. Sebelum paragraf ini jadi panjang kayak cerita perpustakaan desa, nampaknya paragraf ini harus kusudahi di sini. Sama seperti paragraf sebelumnya, aku juga akan menceritakan perihal tersebut melalui postingan lainnya.

MENJADI DUTA WISATA KABUPATEN


Ini dia, yang selama ini amat jauh dari pikiran ku. Mengikuti ajang pemilihan Duta Wisata tingkat Kabupaten lalu secara kebetulan bisa menjadi juara satu. Ini benar-benar bukan apa yang selama ini aku banget. Beberapa sahabat ku, yang emang tau betul mengenai keseharian ku kompak melontarkan pertanyaan "Serius? Kamu ikutan acara begituan? Aku kok nggak percaya ya? Itu nggak kamu banget deh kayaknya". Yaaa, bagian ini juga nggak bakalan aku panjangin. Karena aku udah menyiapkan postingan khusus yang akan membahas hal ini --Postingannya malah udah jadi jauh-jauh hari sebelum postingan ini terbit-- Memang sengaja belum aku keluarin, karena aku sedang memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk mengeluarkannya. Dimana cara tersebut nampaknya telah berhasil aku temukan melalui postingan ini.

Lima hal yang kena cetak tebal (bold) di atas. Bakalan aku bikinin postingan yang akan membahasnya secara khusus. Karena kalau aku taruh semuanya dalam satu postingan, nampaknya bakalan memusingkan untuk dibaca. Sebelum aku mengakhiri postingan ini, aku bakalan memberitahu tulisan keren yang dibuat oleh salah seorang teman blogger yang kemudian menjadi teman di dunia nyata. Namanya Halim Santoso. Dia pernah membuat suatu tulisan yang sangat bagus sekali. Intinya sih tulisan tersebut membahas apa yang aku sampaikan di atas yang dirangkum dalam satu postingan yang sangat menginsiprasi. Postingan berjudul "BELAJAR ARTI KATA PULANGDARI KAMPUNG NASI GORENG" kurang lebih menceritakan tentang apa yang selama ini aku alami. Sembari menunggu postingan dari hal-hal di atas meluncur, silahkan baca postingan Halim Santoso di blognya JEJAK BOCAH ILANG

Foto Bareng Mas Halim dan Wike Oktaviana
Terus, kenapa postingan ini judulnya KKN Sepanjang masa? Iya... aku tau, aku juga sadar kalau aku belum pernah ngerasain yang namanya KKN. Tapi kayaknya, KKN zaman now ya gitu-gitu aja kan ya? Bikin kegiatan, ngajarin orang desa di tempat dia kkn, tugasnya kelar, habis itu bisa jalan-jalan (Eh malah kayaknya banyak jalannya dibanding kegiatannya ya?). Setelah kkn selesai, yaudah, tugas dia selesai. Dia melupakan desa yang nyatanya punya andil besar dalam fase kelulusannya tersebut. Kalau boleh kasar sih aku bilangnya kayak kacang lupa kulitnya. Naaaah... rasa-rasanya lima hal yang udah aku tulis di atas kayak KKN gitu kan ya? Serta masih aku kerjakan sampai sekarang. Entah besok-besok, aku nggak berani menjamin. Tapi, dari judul postingan ini, rasa-rasanya kayak harapan baik yang kudu dilanjutkan bukan? Nggak harus nunggu SARJANA MEMBANGUN DESA atau DOKTOR MEMBANGUN DESA untuk mau tinggal di desa kan? Jadi, nggak perlu jadi sarjana, nggak perlu jadi doktor kalau mau "sedikit" berusaha untuk membangun desa to?

Kalau desa bisa maju, kalau desa terus berinovasi, kalau desa mau bergerak, kalau ada penggerak di desa, kalau ada yang mau berkorban untuk desa, kalau banyak orang pintar mau tinggal di desa, jikalau program sarjana membangun desa nggak cuman angan, jikalau program doktor membangun desa terlaksana, bisa dibayangin gimana Indonesia kedepannya? Rasa-rasanya gaung macan asia nggak cuman semboyan doang.

PULANGLAH

Bangun Desa mu
Atau Desa Orang Tua mu?
Atau Desa Kakek Nenek mu?
Jangan ke Jakarta doang, Jangan ke Semarang doang,
Kota-Kota Besar Udah Sumpek Sesak
Buat Apa Punya Duit Banyak tapi Cuman Bermanfaat Untuk Diri Sendiri?
Buat Apa Punya Ilmu Banyak tapi Dipendem Sendiri?
Lebih Baik Punya Sedikit tapi Dibagikan Bukan?

Pulanglah...

Indonesia Membutuhkan mu...
Jangan Buat Kota Sesak itu Makin Bertambah Sesak
Pulanglah Para Sarjana
Pulanglah Wahai Doktor
Gelar mu, Dibanggakan Pemerintah Untuk Membangun Desa
Tentu Kamu tidak Melupakannya Bukan?
Pulanglah...
Mainkan Peranmu, Peran Tanpa Tanda Kutip

Ini Waktu Penilaian Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Jawa Tengah Tahun 2018. Iya, Perpustakaan Gelap tadi Udah Sedikit Cerah Sekarang.
KKN mu sebentar doang? Nggak seru! Enakan KKN sepanjang masa. Jadi, masih mau KKN lagi?

Salam,
BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Admin Website        http://www.desawonopringgo.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani

Share:

Sunday, February 25, 2018

#PAPABUKABUKU

PAPABUKABUKU adalah bagian atau segmen baru yang bakalan hadir di papabackpacker. PAPABUKABUKU sendiri hadir karena waktu itu aku lihat meme yang ada fotonya Bill Gates terus ditambahin tulisan "....(Aku lupa awalannya)... Membaca Dua Judul Buku Setiap Bulan". Kurang lebih intinya kayak gitu. Sesimple itu, hingga akhirnya menjadi alasan kuat kenapa aku harus bikin segmen PAPABUKABUKU di papabackpacker.

Sumber: expansion.com
Mumpung masih awal tahun, mulai ini aku bakalan menceritakan pengalaman ku setelah baca suatu judul buku. Entah menceritakan, meresensi atau mengutip kata-kata yang bagus dari buku itu atau apalah nanti jadinya gimana aku nggak tau. Intinya, aku bakalan " menghasilkan sesuatu" setelah aku selesai membaca suatu judul buku.

Sumber: bustle.com
Sebenernya aku nggak hobi-hobi amat perihal baca buku, banyak yang lebih hobi dan lebih seneng mengenai hal tersebut dibanding aku. Tapi nggak tau kenapa, sedikit banget orang yang mau menceritakan atau "menghasilkan sesuatu "setelah mereka berhasil menyelesaikan membaca suatu judul buku. Sebenernya, banyak sih yang "update status" atau "update story" ketika lagi baca buku. Biasanya fotoin cover depannya, terus update. Ya, cuman itu doang. Selebihnya, nggak tau. Entah dia berhasil menyelesaikan membaca buku tersebut atau enggak yang penting, "Udah pernah update cover bukunya".

Sumber: tipsiana.com
Pada dasarnya, aku nggak masalah juga sih, bukan masalah ku. Toh itu akun dia, gadget dia, kuota juga kuota dia. Jadi, ya terserah dia juga kan mau update apaan? Sama sekali aku nggak melarang. Karena pada dasarnya, mungkin yang dia lakukan bisa aja menarik orang lain yang lihat storynya untuk kemudian punya pemikiran "Waaah... Kayaknya bukunya bagus". Terus ngebales story temennya yang update buku hingga punya keinginan "Eh pinjem dong, mau baca". Terus... Lanjut deh sampek baper-baperan. Seenggaknya, hal tersebut di atas masih jauh lebih baik dari pada tiap saat, tiap waktu, kerjaan mu cuman nyecroll feed doang kan? Seenggaknya, hal tersebut di atas masih menandakan walaupun sekarang zamannya serba digital, buku tetep masih disentuh. Buku belum sepenuhnya bener-bener ditinggalkan. Naaaah... nantinya, aku juga bakalan update status atau story atau melalui sosial media lainnya supaya orang lain kebakar semangatnya buat mau "kembali" membaca buku. Jadi, update story cover buku doang? Nggak masalah kan ya?

Sumber:quotefancy.com
Selain itu, PAPABUKABUKU ini merupakan kampanye pribadi ku untuk menentang suatu persepsi yang menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia itu rendah. Karena menurut ku, minat baca masyarakat Indonesia itu nggak rendah. Contohnya, waktu aku dan temen-temen di PERPUSTAKAAN CERAH DESA WONOPRINGGO melakukan kegiatan yang namanya open booth di Alun-Alun Kajen, nyatanya banyak yang mampir dan banyak yang baca. Berangkat dari survey abal-abal tadi, target kita dalam kegiatan tersebut dalah nggak ada pengunjungnya sama sekali. Tapi, nyatanya ada pengunjung. Jadi, kata siapa minat baca masyarakat Indonesia itu rendah? Aku nggak percaya. Terus, ditambah lagi tiap hari kamis malem, di tempat aku tinggal sekarang, disetiap mushola dan masjid pasti pada ngebacain yang namanya Surat Yasin. Bukan kah itu disebut membaca?

Jadi, siapa yang bilang minat baca masyarakat Indonesia itu rendah? Aku nggak percaya.

Masih ingat judul buku apa yang terakhir kamu baca? Kalau aku sih, terakhir baca buku ini:

JANUARI 2018

1. Sepatu Dahlan - Khrisna Pabichara
2. Dilan 1990 - Pidi Baiq
3. Dilan 1991 - Pidi Baiq

FEBRUARI 2018

1. Surat Dahlan - Khrisna Pabichara
2. I Love Umroh - Ruli Amirullah
3. Milea - Pidi Baiq
4. Belajar Menulis Artikel - Wahyu Wibowo

MARET 2018
1. Maddah - Risa Saraswati
2. Hans - Risa Saraswati
3. William - Risa Saraswati
4. Hendrick - Risa Saraswati

APRIL 2018
1. Ubur-Ubur Lembur - Raditya Dika
2. Teman Tapi Menikah - Ditto Percussion dan Ayudia Bing Slamet
3. Hujan, Senja & Cerita yang Telah Usai - Boy Candra
4. Rentang Kisah - Gita Savitri Devi

MEI 2018
1. William - Risa Saraswati
2. Asih - Risa Saraswati
3. Teman Tapi Menikah 2 - Ditto Percussion dan Ayudia Bing Slamet

Share:

Sunday, February 4, 2018

Tips Investasi Modal Kecil untuk Generasi Millennial

Generasi Millennial Zaman Now memang sangat erat kaitannya dengan penggunaan teknologi. Rasanya, dunia akan sangat membosankan kalau sehari aja enggak megang yang namanya smartphone. Ya kan? Harus iya. Kalau enggak, itu tandanya kamu adalah Generasi Jadul Zaman Old. Mau diomongin kayak gitu? Nggak kan? Makanya, berbanggalah kamu yang punya hobi mainin smartphone. Kalau bisa sih, jangan ilangin kebiasaan "baik" tersebut. Loh? Kok jangan diilangin? Padahal katanya kebanyakan mainin smartphone itu nggak baik? Kok ini dibilang baik sih? Gini ceritanya...

Sumber: www.kutipan.net
Btw, yang nggak baik itu bukan kebanyakan mainin smartphone. Yang nggak baik itu, kebanyakan mainin perasaan anak orang. Eh, ini ngapa malah jadi bahas perasaan. Skip!

Sebenernya, kebanyakan mainin smartphone itu nggak baik sih. Tapi...

Kalau kamu mainin smartphone cuman stalking gebetan, nye-croll instagram, upload selfie alay atau repost status sok bijak tanpa mencantumkan sumbernya, itu nggak baik. Terlebih lagi kalau ngelihatin Chelsea Islan telanjang atau artis beken lainnya tanpa busana, terus download-in film-filmnya Miyabi, itu lebih nggak baik lagi.

Padahal, kebanyakan mainin smartphone itu baik banget loooh. Asalkan...

Kamu bisa mengembangkan pengetahuan tentang teknologi atau hal lainnya yang lebih bermanfaat --intinya sih belajar via internet-- itu akan lebih baik. Google, Youtube ataupun media lainnya, di sana banyak banget artikel atau video yang bisa dijadiin sebagai pengganti guru atau tempat kursus. Naaah... kalau udah bisa ngalihin dari yang berbau bokep ke hal-hal yang lebih postif, kebanyakan mainin smartphone jadi kebiasaan yang baik banget. Apalagi bisa sembari nyari duit, bukankah itu jauh lebih baik lagi?

Bentar...

Nyari duit cuman modal smartphone sama koneksi internet?
Emang bisa?

Jawabannya adalah: BISA BANGET!!

Lah? Terus... Gimana caranya?

Sumber: http://www.abraseunegocio.com.br
Ini dia Tips Investasi Modal Kecil untuk Generasi Millennial:

Tips 1: Investasi secara Berkelompok, Menghasilkan Untung yang Maksimal

Sumber: http://investasionline.id
Investasi berkelompok di sini maksudnya adalah kamu dan temen-temen mu, secara bersama-sama ngumupulin duit buat diinvestasiin ke suatu usaha yang sudah berjalan. Selain itu, bisa aja bikin usaha baru dari duit yang berhasil dikumpulin dari hasil investasi berkelompok tersebut. Contohnya, bikin usaha kuliner kaki lima ala hotel bintang lima, bikin usaha travel agent, bikin usaha distro clothing, bikin usaha digital marketing, bikin usaha profesional fotografi, dll. Intinya sih, lebih ke "menjual" barang atau jasa dari keahliah para anggota yang melakukan investasi berkelompok tersebut.

Sebagai Generasi Millennial, kayaknya rada janggal kalu harus disebut Generasi Millennial tapi cita-citanya jadi "Pekerja atau PNS". Bukan kah itu cita-cita orang tua kita zaman dulu? Bukan kah kita Generasi Millennial Zaman Now? Masa iya cita-citanya kayak cita-cita generasi zaman old?

Whatsapp-in temen-temen mu, Ajakin bikin usaha, Patungan investasi, Jalankan usaha tersebut bersama-sama dan booom... Modal yang dikeluarin enggak seberapa, kemudian keuntungan yang diperoleh berpuluh-puluh kali lipat dibandingkan modal awal yang dikeluarin. Intinya sih, Investasi berkelompok ini adalah Usaha Modal Kecil Untung Besar yang sangat cocok dilaksakana oleh Generasi Millennial Zaman Now, yang modalnya masih dikit tapi kreativitas dan imajinasi liarnya lagi berkobar sehingga idenya bisa dijual mahal. Kamu nggak tertarik?

Tips 2: Kunci Berinvestasi Hanyalah Sekadar Niat


Sumber: https://www.duniafintech.com
Nah, kalau kamu udah tau, paling enggak, sedikit tentang gimana caranya mengoperasikan smartphone beserta internetnya, kamu udah bisa memulai bisnis yang bener-bener serius. Nggak perlu ngebangun dari awal, tapi kamu cukup ikut-ikutan di bisnis orang yang udah jalan sebelumnya. Atau, kamu bisa langsung jadi boss buat diri mu sendiri. Yaitu dengan bisnis jual beli online atau yang kita kenal sebagai online shop merupakan jenis investasi yang menguntungkan dengan modal kecil. Kamu bisa milih sendiri barang apa yang mau dijual, proses pembuatannya, sampek nentuin harga jualnya. Jadi, keuntungan pun ada di tangan mu!


Naaah... Dua tips di atas adalah tips yang dilakukan oleh Generasi yang belum millennials. Karena segala sesuatunya masih dilaksanakan secara manual. Yaitu dengan cara menghubungi pihak-pihak yang akan diajak kerjasama. Sekarang kan zamannya teknologi yang serba cepat dan serba mudah. Jadi, ngapain harus capek-capek ngelakuin tips-tips di atas? Harus nyari-nyari orang-orang yang pas dan cocok buat diajak kerjasama. Harus nyari usaha yang kredibel dan bisa menjamin modal yang diinvestasikan tetep aman. Harus nyari suplier yang jual harga dibawah pasar. Harus nyari pelanggan yang, pada kenyatannya nggak segampang ngebalik telapak tangan. Emangnya gampang? Pasti susah kan?

Sumber: https://twitter.com/mekar_id
Naaaah... beruntunglah kalian semua yang hidup di zaman now. Karena sekarang ada suatu platform yang namanya MEKAR. Perusahaan yang logonya bisa di lihat pada gambar di atas ini adalah adalah suatu perusahaan teknologi keuangan yang melayani pinjaman peer-to-peer (P2P) lending yang berbasis web online. P2P di sini maksudnya adalah kegiatan yang mempertemukan para pemberi pinjaman (Investor) dengan para pencari pinjam (Borrower) yang menjadi satu dalam sebuah platform. Jadi intinya, MEKAR ini memberi kemudahan bagi masyarakat umum yang ingin menginvestasikan uangnya tapi nggak tau mau investasi kemana, kemudian MEKAR hadir sebagai jembatan yang bisa mempertemukan antara investor kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang yang sedang membutuhkan dana segar untuk pengembangan usaha yang telah dijalankannya melalui suatu aplikasi. Jadi, cuman modal smartphone dan juga internet, kamu udah bisa banget investasi serius yang enggak main-main. Karena di dalam platform MEKAR sendiri sudah banyak UMKM yang terdaftar sebagai mitra dari perusahaan tersebut yang siap melipatgandakan keuntungan dari modal yang kamu investasikan.

Kenapa Harus MEKAR.ID?

1. MEKAR Merupakan Bagian dari Yayasan Putera Sampoerna

Siapa yang nggak tau Sampoerna? Perusahaan besar di Indonesia yang masih langgeng menjalankan bisnisnya hingga sekarang. Jadi, orang-orang yang berada di balik MEKAR adalah orang-orang yang memiliki kredibilitas tinggi yang tidak perlu diragukan lagi dalam mengelola keuangan.

2. Jaminan Modal Investasi

Jumlah uang yang diinvestasikan melalui MEKAR akan dijamin 100% keberadaannya. Jadi, uang yang diinvestasikan melalui MEKAR tidak akan hilang walaupun usaha yang diinvestasikan mengalami kebangkrutan. Gampangnya, ketika kamu jadi investor melalui MEKAR, lalu dana investasi tersebut disuntikkan kepada pelaku UMKM yang membutuhkan modal. Namun, apabila UMKM tersebut mengalami kerugian atau kebangkrutan, duit yang sebelumnya udah diinvestasiin nggak akan hilang. Duit bakalan kembali penuh 100% tanpa dikuringi apapun. Aman kan?

3. UMKM Berkualitas

Proses pemilikan mitra UMKM yang ada di platform MEKAR dilaksanakan dengan verifikasi yang sangat ketat. Sehingga, kemungkinan kecil UMKM yang telah terdaftar di MEKAR adalah UMKM abal-abal yang tidak jelas asal-usulnya. Karena proses verifikasi UMKM dilaksanakan oleh organiasasi khusus yang bertugas mencari dan menemukan usaha kecil yang membutuhkan suntikan modal dengan kriteria yang sangat tinggi. Diantaranya adalah UMKM tersebut memiliki tingkat kredit bermasalah yang rendah, UMKM tersebut adalah UMKM yang telah berjalan dan memiliki keuntungan yang bisa dikembangkan lagi.

4. Tidak Pernah Menunggak

MEKAR merupakan platform yang tidak pernah menunggak pembayaran hasil investasi dari penerima modal kepada pemberi modal. Selain itu, MEKAR juga tidak pernah melakukan penjadwalan ulang ataupun keterlambatan mengenai pembayaran hasil investasi kepada pemberi modal.

5. Monitoring Berkala

Setelah ada investor yang bersedia menginvestasikan uangnya kepada UMKM yang terdaftar di websitenya, MEKAR tidak hanya diam saja. Akan dilakukan monitoring atau pengecekan secara berkala sehingga modal yang diinvestasikan benar-benar bermanfaat bagi pemberi modal dan juga penerima modal.

Jadi tunggu apalagi? Ayo investasikan uang mu melalui MEKAR. Selain memperoleh keuntungan yang sangat besar (Hingga 13%) kamu juga bisa membantu pelaku UMKM yang ada di Indonesia untuk terus mengembangkan usahanya sehingga semakin bermanfaat untuk masyarakat luas. Investasi sekaligus membantu orang lain? Cuman MEKAR yang bisa.

Sumber: https://steemit.com
Lihat gambar di atas? Itu yang akan terjadi kalau kamu menginvestasikan uang mu melalui MEKAR.ID Kamu tinggal duduk santai menimkati liburan mu, kemudian uang akan dengan sendirinya menghampiri mu. Masih mikir apa lagi?

Segera Kunjungi MEKAR.ID melalui smartphone atau gadget yang kamu miliki.


Akhir Kata, Salam Buat "Papa"!


BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani

Share:

Friday, February 2, 2018

Pindah 3 Kali Dalam 1 Tahun

Ini seriusan, aku mengalami yang namanya pindahan sebanyak tiga kali dalam waktu satu tahun. Kebayang nggak sih gimana rasanya harus pindah sebanyak itu dalam waktu yang sesingkat itu? Kebayang nggak sih gimana ribetnya ngurusin pindahan sebanyak itu? Kebayang nggak sih kalau aku harus tiga kali menyesuaikan dengan keadaan yang baru? Iya, tiga kali. Nggak cuman sekali dua kali. Tapi, tiga kali. Jadi... Beginilah ceritanya...

Halo! Kalian Yang Ada Di Foto Ini. Apa Kabar? Komen Di Bawah Kalau Berani!
Menurut KBBI, pindah memiliki arti beralih atau bertukar tempat. Lalu, menurut ku, yang bisa beralih dan bertukar tempat itu nggak cuman tempat tinggal. Bisa jadi tempat tinggal termasuk juga sih. Namun, subjek lain diluar tempat tinggal, bisa beralih dan berpindah juga kan? Jadi, aku meyakini bahwa apa yang aku ketik pada kalom judul enggak mutlak dikatakan salah. Pindah tiga kali dalam satu tahun yang dimaksud judul di atas, bukan berarti aku berpindah tempat tinggal sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Tapi, kayaknya sih ada yang nebak kalau subjek pindah yang ku maksud adalah tempat tinggal kan? Kalau iya, kamu sedikit keliru hehehe 😀

Kok sedikit keliru? Soalnya, pindah tempat tinggal merupakan satu dari tiga pindahan yang bakalan aku ceritain kali ini. Jadi...

PINDAH YANG PERTAMA

Ini Tempat Tinggal ku Waktu Masih di Semarang. Mungkin, 75% Hidupku Dihabiskan Di Sini.
Seperti yang udah kalian tebak sebelumnya. Pindah yang dimaksud pada poin pertama ini adalah "Pindah Tempat Tinggal". Tahun 1994, aku lahir di Pekalongan. Umur dua tahun, kedua orang tua ku pada merantau ke Semarang. Otomatis, aku yang masih seimut itu, juga harus ikutan orang tua ku pindah ke Semarang. Periode TK sampai Kuliah, semuanya kualami di Semarang. Disini ceritanya klise, sama kayak kebanyakan orang, nggak ada yang istimewa. Kurang lebih 20 tahun berlalu, aku yang dulunya imut-imut berubah drastis jadi amit-amit. Aku yang dulunya habis mandi cuek aja bertelanjang ria lari-larian buat ganti baju, sekarang malah jadi sering ngebayangin "Dulu, Chelsea Islan kecilnya gitu juga nggak ya?". Kalu iya dan sekarang masih kayak gitu, bagus juga tuh 😀😀😀 Eh ini apaan coba. Nggak jelas begini...
Bagi ku, masa kuliah adalah masa yang penuh liku. Ini ceritanya nggak klise, ceritanya beda dibanding kebanyakan orang. Kalau orang-orang biasanya kuliah-belajar-lulus-cari kerja-kawin. Kalau aku beda, ada beberapa bagian yang sengaja aku lewatin. Hingga akhirnya, aku yang masuk kuliah tahun 2012 sampai tulisan ini dibuat di tahun 2018, belum juga mengalami fase yang namanya "LULUS".

Ganteng Kan? Emm... Oke... Oke... Lebih Tepatnya, Pernah Ganteng Kali ya?
Cerita bermula dari kata "LULUS". Orang tua ku tau dan menyadari kalau anaknya yang paling ganteng ini, sedang dalam fase malas untuk melanjutkan kuliah. Apalagi untuk mengejar kata LULUS. Mungkin orang tua ku gemes juga kali ya lihat anaknya melenceng dari kebanyakan orang gini. Hingga akhirnya, terlontar pertanyaan serius "Kamu mau tetep di Semarang tapi kuliahnya di kelarin atau pindah ke Pekalongan, bantu-bantu di sini dan status kuliah mu nggak akan dipermasalahkan dalam waktu dekat?". FYI, setelah kurang lebih 19 tahun orang tua ku kerja di Semarang, sekitar tahun 2013 orang tua ku balik lagi ke Pekalongan. Kerjanya pindah ke Pekalongan semua. Balik lagi ke pertanyaan tadi. Pertanyaan dengan pilihan jawaban yang sulit. Kalau aku pilih opsi pertama, artinya aku bakalan melanjutkan cerita hidup ku di Semarang. Mengikuti kota ini berkembang menjadi kota metropolitan. Aku tetep bisa bersenang-senang menikmati kemudahan hidup di Semarang. Aku nggak harus adaptasi ulang dengan hal baru. Enak deh pokoknya. Tapi, masalah kuliah bakalan bikin aku bising. Pasti orang tua ku bakalan terus tanya dan nungguin " Kapan aku lulus?". Padahal kan, akunya emang lagi males gitu ya.

Halo Gengs!! Kapan Nikah?
Kalau aku pilih opsi kedua, artinya aku harus meninggalkan Semarang dengan segala kenangan manisnya. Meninggalkan teman-teman dan orang-orang yang punya andil dalam cerita hidupku. Menetap di Pekalongan yang minim fasilitas dibanding Semarang. Mau ke KFC jauh, ke McD nggak ada. Beli makanan ini itu, nggak ada yang jual. Beli barang online, ongkirnya mahal. Enaknya, masalah kuliah, apalagi soal lulus, nggak bakalan mengganggu hidup ku. Nggak bakalan bikin bising. Dilema deh pokoknya. Tapi, karena ada iming-iming kuliah ku tidak akan dipermasalahkan dalam waktu dekat, akhirnya aku memilih "Ya, aku mau ke Pekalongan aja. Bantu-bantu di sana". Pilihan yang berat emang, meninggalkan segala seni kehidupan di Semarang yang serba ada digantikan dengan Pekalongan yang.... ah... baca sendiri deh di atas gimana "nggak asiknya" Pekalongan. Tahun 2016 di bulan Agustus, menandai petualangan baru dalam fase hidupku. PINDAH KE PEKALONGAN.

Deket Sih Emang, Paling Cuman Dua Jam. Tapi, Yang Namanya Pindah... Ya... Pindah. Iya, Pindah.
PINDAHAN YANG KEDUA

Dulu, waktu SMP aku udah mainan blog. Terinspirasi dari blog bokep yang bisa menghasilkan duit gegara upload foto cewek-cewek telanjang, aku jadi termotivasi. Pengen cari duit dengan cara seperti itu pula. Upload-in koleksi foto-foto cewek telanjang yang udah ku kumpulin sejak SD ke blog, lalu menghasilkan duit dari situ. Perlu diketahui, Semarang emang keras, anak SD udah kenal bokep. Seperti yang udah sedikit aku ceritakan di atas, aku lama tinggal di Semarang. Bahkan malah sejak sebelum usia TK. Jadi, tau kan aku udah ngebokep sejak kapan? Eh ini ngapa malah jadi bahas bokep. Intinya, aku udah kenal dunia blogging sejak SMP. Periode awal ngeblog, aku memulai di platform blogspot. Dulu, sempet juga nyobain pake platform buatan dalam negeri dagdigdug.com yang sekarang udah bangkrut. Periode awal ngeblog, semangat banget. Tampilan blog diotak-atik sedemikian rupa. Cari tutorial di google. Dulu youtube belum terkenal. Jadi, satu-satunya cara buat belajar ya googling. Singkat cerita, aku sok tau otak-atik kode HTML yang ternyata ada kesalahan yang kubuat. Sehingga tampilan blog ku jadi nggak karuan bentuknya. Parahnya, aku nggak bisa memperbaikinya seperti semula. Hingga akhirnya, aku alergi sama yang namanya kode HTML yang kayak tai susah dipelajarin itu. Saat itu pula, aku berhenti ngeblog.

Ini Salah Satu Blog Alay Yang Pernah Ku Buat. Ini Blog Zaman SMA. Blog Zaman SMP Sudah Kulenyapkan Karena Terlalu Alay. Aslinya, Blog Itu (Lihat Gambar) Mau Ku Lenyapin Juga, Tapi Sayang, Lupa Passwordnya.
Tahun 2012, aku mulai kenal sama yang namanya Wordpress. Platform blogging saingan Blogspot. Karena kemudahan pengoperasiannya, dimana pengguna dalam artian blogger enggak dibuat pusing sama yang namanya kode HTML. Faktanya, kode HTML tersebut sempet bikin aku males sama yang namanya blog. Beda cerita di Wordpress, semuanya dibuat sesederhana mungkin. Semua kalangan pasti bisa ngeblog pakai platform Wordpress. Karena kemudahan tersebut, tepat ditahun 2012, aku mulai ngeblog lagi. Ketika ngeblog di wordpress, pengguna hanya perlu memikirkan isi atau konten yang akan ditampilkan pada blog tersebut tanpa pusing dengan kode HTML. Ketagihan mainan blog di Wordpress, selama periode kurang lebih 4 tahun ngeblog aku berhasil menghasilkan 31 postingan original tanpa copy paste. Mungkin kalau dibanding blogger lain, jumlah segitu tergolong kecil. Tapi bagiku, itu merupakan pencapaian terbesar dalam hidup ku. Intinya aku udah seneng banget dan jatuh cinta sama Wordpress. Sampai puncaknya, kunjungan perhari di blog bisa mencapai angka 70an. Periode tersebut merupakan periode tertinggi ku dalam dunia blogging. Masalah muncul ketika aku pengen alamat blog ku jadi kelihatan lebih profesional dibanding sebelumnya. Awalnya papabackpacker.wordpress.com pengen aku rubah jadi papabackpacker.com. Masalahnya adalah biaya beli domain di Wordpress.com itu mahal. Aku nggak mampu. Hingga akhirnya aku menemukan fakta bahwa kalau mau punya alamat papabackpacker.com biaya termurah adalah lewat blogspot. Karena keinginan kuat untuk memiliki blog yang terlihat profesional, mau nggak mau, akhirnya aku harus merelakan dan meninggalkan semua cerita manis di wordpress menuju platform yang ku benci karena kerumitan kode HTMLnya, blogspot. Aku sempat mengalami masa 70an viewer per hari ketika masih di wordpress yang kemudian sempat beberapa minggu, 0 viewer di blogspot. Seketika itu aku sempat merasa menyesal kenapa harus mempertaruhkan cerita manis itu kemudian menggadaikannya dengan alamat blog yang hanya "sedikit" terlihat lebih profesional. Aku menyesal. Sebenernya banyak cerita yang mau aku sampaikan tentang pindah blog ini, tapi kalau diceritain di sini, kayaknya bakalan terlalu panjang. Subscribe papabackpacker.com supaya ketika aku cerita kerumitan pindah blog udah meluncur di papabackpacker.com, kamu bisa langsung ngikutin ceritanya. Intinya, pindahan yang kedua adalah pindahan blog.

Masa-Masa Indah Waktu Papabackpacker Masih Di Wordpress. Masa Yang Belum Pernah Terulang Kembali Ketika Pindah Ke Blogspot. Sedih Yaa :(
PINDAHAN YANG KETIGA

Seketika aku jadi sedih ketika harus ngisi paragraf ini. Soalnya, paragraf ini bakalan bercerita tentang masalah hati. Kata kuncinya adalah Pindahan dan Hati. Kalian udah bisa menebak arahnya kemana bukan? Ya, hati ku telah berpindah. Eh, sebenernya bukan aku yang memindahkannya. Tapi lawan main ku yang memutuskan bahwa dia akan memindahkannya. Entah untuk sementara atau seterusnya. Tapi, sejak saat itu, pokoknya tahun 2017 awal sampai sekarang udah tahun 2018, masih belum balik tuh. Aku nggak tau. Intinya sih, aku yang dulunya menaruh hati pada subyek tertentu, sekarang mau nggak mau harus memindahkannya. Aku yakin paragraf ini nggak enak banget buat dibaca. Entah kenapa seketika semuanya blank. Aku nggak tau mau menyampaikan apa. Intinya sih hati ku dipaksa untuk berpindah, tapi nggak bisa 😩😩😩 Tapi harus pindah, tapi nggak tau harus atau enggak? Ah nggak ngerti ah. Kamu tau kan rasanya patah hati? Semuanya serba nggak enak. Sampai menceritakan kembali disini pun aku nggak sanggup. Ah yaudahlah biarin aja. Biarkan semuanya megalir apa adanya. Intinya, pindahan yang ketiga ini adalah pindahan yang berhubungan dengan hati dan perasaan yang... ah... perempuan, kenapa kamu sulit dimengerti? Udah ah, ini kalau dipanjangin juga bakalan tambah nggak jelas. Intinya udah tau kan ya? Pindahan yang ketiga adalah pindahan masalah hati dan perasaan.

Eh, apa perlu bagian ini punya postingan khusus? Kasih masukan di kolom komentar yaaa. Kalau banyak yang minta, nanti bakalan ku bikin postingan khusus. (Padahal aku udah tau, nggak bakalan ada yang komen. Walaupun nggak ada yang komen, suatu saat bakalan ku buatkan postingan khusus sih kayaknya. Masih kayaknya doang loh ini tapi 😀)

Sayangi Lingkungan!
Itu dia... tiga pindahan yang aku alami dalam setahun belakangan ini. Dari pindah tempat tinggal, pindah platform blog sampai pindah hati. Awalnya sih, aku ngerasa aku bakalan benci sama yang namanya perpindahan. Aku bakalan mengutuki dan menyesali sama yang namanya pindahan. Aku bakalan menyesali keputusan ku untuk pindah. Tapi ternyata enggak. Pindahan nggak selamanya nggak enak. Ketiga pindahan tersebut di atas, kecuali pindahan yang ketiga, nyatanya banyak menyimpan cerita indah dibelakangnya. Pindahan nggak selamanya menyeramkan. Pindahan nggak selamanya tentang menulis ulang cerita dari awal.

Naaaah... dari ketiga pindahan tersebut di atas, kedepannya bakalan berkembang menjadi cerita yang akan menghiasi papabackpacker.com. Tenaaang, papabackpacker.com enggak akan serta merta berubah menjadi blog alay tempat curhat doang. Bakalan ada banyak hal positif yang bisa diambil kok, tenang aja. Tetep bakalan ada cerita traveling. Tapi, nanti tunggu tanggal mainnya. Papabackpacker.com akan berkembang lebih jauh dari apa yang selama ini tertanam dalam benakku "Papabackpacker adalah travel blog, jadi isinya ya harus traveling doang". Ternyata enggak, papabackpacker akan berkembang jauh melebihi apa yang ada dalam benakku. Tapi, tetep nggak akan melupakan jati diri awalnya sebagai blog traveling.

Kayaknya, itu aja sih yang bisa aku sampaikan sekarang. Tunggu cerita tak terduga lainnya di papabackpacker.com

Akhir Kata, Salam Buat "Papa"!


BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani



Share:

Tuesday, December 26, 2017

Pengumuman GIVEAWAY#3 Tentang Pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Jawa Tengah 2017


Ini aku cari foto, video ataupun berita tentang "Pengumuman Mas Mbak Duta Wisata Jawa Tengah tahun 2017" via google sama youtube susah amat lah. Nggak ada yang enak dan layak dipajang gitu. Em... entah lah. Mungkin, lagi proses edit kali ya. Masa iya kan acara tingkatnya sekelas Provinsi Jawa Tengah tapi dokumentasinya acakadut nggak jelas nggak karuan? Nggak mungkin kan ya? Jadi... Nanti kalau misalnya dokumentasi yang berupa foto atau video yang enak dan layak udah keluar via google atau youtube, bakalan aku update lagi di blog ini. Tapi, kalau via youtube nggak bakalan bisa diedit lagi. Udah tau sendiri kan kalau video di youtube nggak bisa diedit? Nah... itu dia masalahnya. Btw, foto di atas adalah pemenang keseluruhan Mas Mbak Duta Wisata Jawa Tengah Tahun 2017. Ada yang bisa lihat dan nebak aku ada dibagian mana?
Share:

Friday, October 20, 2017

GIVEAWAY#3 ketik MAS (spasi) BAYU kirim sms ke 3938

Dukung Bayu (Mas Duta Wisata Kabupaten Pekalongan) Dalam Ajang Pemilihan Mas  dan Mbak Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017

NB: KETENTUAN GIVEAWAY ADA DI BAGIAN BAWAH

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Halo semuanya...

Mungkin di sini ada banyak yang belum kenal aku ya. Perkenalkan, nama ku BAYU TAUFANI HARYANTO, biasa dipanggil Bayu. Bulan agustus kemarin, kebetulan aku didaulat dan diberi mandat untuk menjadi "MAS DUTA WISATA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2017". Nggak cuman itu, dalam ajang tingkat kabupaten tersebut, aku juga alhamdulillah kebetulan banget menang kategori lain, yaitu " MAS DUTA MULTIMEDIA". Jadi, sekali lagi aku bilang, KEBETULAN BANGET aku bisa menang 2 predikat sekaligus, yang pertama MAS DUTA WISATA (Juara 1) dan MAS MULTIMEDIA (Juara Video Youtube).

Untuk saat ini, aku belum mau cerita banyak soal itu. Nanti di lain waktu aku bakalan ceritain semuanya. Tapi nanti, tunggu aja tanggal mainnya...


Naaaah... Berkat apa yang udah aku ungkapin tadi (Jadi Mas Duta Wisata Kabupaten Pekalongan), mau nggak mau, bisa nggak bisa, suka nggak suka, rela nggak rela, otomatis aku bakalan mewakili KABUPATEN PEKALONGAN pada ajang serupa (Pemilihan Duta Wisata) tapi ditingkat Provinsi Jawa Tengah. Jujur aja nih ya, jujur... banget. Kalau ini aku cuman bawa nama pribadi ku sendiri, aku bakalan milih untuk enggak berangkat maju ke tingkat Provinsi. Sekali lagi aku tekankan, kalau ini aku cuman bawa nama pribadi ku sendiri, aku bakalan milih untuk enggak berangkat maju ke tingkat Provinsi. Bukan karena apa...apa... aku kayak sadar diri gitu loh, kemampuan ku itu nggak seberapa, masih cetek gitu lah pokoknya. Terlebih lagi, kalau melihat sejarah perduta wisataan di Kabupaten Pekalongan. Ketika maju ke tingkat provinsi, itu... belum bisa berbicara banyak. Padahal para duta wisata pendahulu ku itu orangnya pinter-pinter semua, ganteng-ganteng semua, perfect gitu pokoknya. Intinya, mereka semua itu sangat berkompeten untuk mengikuti ajang ini di tingkat provinsi. Beda sama aku, pinter enggak, ganteng juga biasa aja, intinya mah, kurang berkompeten gitu kalau dibandingin sama para duta wisata pendahulu ku. Jadi intinya, aku bakalan ngibarin bendera putih duluan di awal, aku udah merasa nyerah. Kayak, percuma maju, nanti juga palingan nggak menang. Bakal mengecewakan banyak orang. Jadi kira-kira begitulah apa yang aku rasakan, ketika aku cuman membawa nama pribadi ku ke ajang tersebut.

Saat Melengkapi Berkas Pendaftaran Mas Mbak Duta Wisata Provinsi di Dinporapar Jawa Tengah, Kota Semarang
Tapi ini beda cerita, situasinya beda...

Disini aku posisinya nggak cuman bawa nama pribadi doang. Lebih dari itu, aku bawa nama Kabupaten Pekalongan. Kita semua tau, Kabupaten Pekalongan nggak cuman punya seseorang doang. Kabupaten Pekalongan ya punyanya orang-orang Kabupaten Pekalongan, ya punyanya orang-orang yang berkaitan baik langsung ataupun tidak langsung dengan Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, aku yakin pasti orang-orang Kabupaten Pekalongan bakalan memiliki kebanggaan tersendiri ketika ada wakilnya yang berhasil mengukirkan tinta emas dalam suatu perlombaan. Naaaah... sekarang ini saatnya. Ayo kita buktikan sama orang-orang di luar sana. Kalau Kabupaten Pekalongan itu nggak bisa dipandang sebelah mata. Kabupaten Pekalongan itu memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa berkembang lebih jauh lagi. Kita tunjukkan kepada orang-orang diluar sana, utamanya kepada 34 kota dan kabupaten lainnya di Jawa Tengah, kalau orang-orang Kabupaten Pekalongan itu bisa bahu-membahu untuk meraih prestasi tertinggi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Tanpa kalian, aku bukan apa-apa. Kayak yang aku bilang tadi, aku bakalan nyerah duluan kalau tanpa dukungan kalian semua. Sekali lagi aku tekankan, ayo kita buktikan!!! Orang-orang Kabupaten Pekalongan nggak bisa dipandang sebelah mata!!!


Setelah ini, pasti akan timbul pertanyaan "Gimana caranya?"....
Caranya gampang banget:
  1. Aku mohon doa dan dukungannya, supaya aku bisa mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan pada ajang Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017.
  2. Sekali lagi aku tekankan, tolong aku dibantuin doa. Tolooooong... banget aku dibantuin doa. Karena tanpa doa, bakalan sia-sia usaha apapun yang selama ini kita lakukan untuk mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan. Bukan aku doang ya, tapi kita semua.
  3. Nggak bosen-bosennya aku bilang, TOLONG AKU DIBANTUIN DOA.
  4. Ambil hp kalian, buka aplikasi sms lalu ketik MAS (spasi) BAYU kirim ke 3938
NB: Untuk yang sms, itu khusus nomer TELKOMSEL ya. Jadi, yang nggak punya nomer telkomsel, harus beli dulu. Inget yang tadi aku ketik kan? Scroll ke atas kalau lupa. Jangan mau, Kabupaten Pekalongan dipandang sebelah mata. Jangan mau kalah sama TELKOMSEL doang, nomer TELKOMSEL di konter banyak, buruan beli, habis itu kirim sms sebanyak-banyaknya. Kalau habis ini ada yang nyerah duluan, "Ah kok Telkomsel doang sih? Kan nomer ku Indosat, kan nomer ku Xl, kan nomer ku Axis, kan nomerku Smartfren, kan nomer ku 3". Kalau kalian nyerah, aku bisa apa? Mau sampai kapan Kabupaten Pekalongan dipandang sebelah mata? Mau kapan lagi kita bisa mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan yang sangat kita cintai ini? Mau nunggu tahun depan? Mau nunggu tahun depannya lagi? Mau tahun depan tahun depannya lagi? Kelamaan! HAJAR SEKARANG!!!

Jangan lupa ya, beli nomer TELKOMSEL, isi pulsa yang banyak, terus buka aplikasi SMS. Habis itu, ketik MAS (spasi) BAYU kirim ke 3938. Kalau kirim smsnya sekali doang mah, orang kota dan kabupaten lainnya di Jawa Tengah mah bisa, gampang. KIRIM YANG BANYAK!!!Kirim sebelum tanggal 26 Okotober 2017 jam 21.00 WIB
JANGAN LUPA, KIRIM YANG BANYAK!!!


GIVEAWAY

Oh iya, ini ada give awaynya looh. Hadiahnya tabungan senilai total dua ratus ribu rupiah untuk satu atau dua orang pemenang. Tabungan yang bakalan kubagi secara cuma-cuma ini nggak main-main loh, tabungannya dari Bank Negara Indonesia (BNI). Nanti kalian bakalan dapet BUKU TABUNGAN BNI serta kartu ATM BNI, yang memiliki kelebihan sebagai berikut:
  1. Bebas iuran bulanan (Tanpa potongan administrasi bulanan)
  2. Tetap dapat bunga bulanan dari bank
  3. Bisa ambil uang di seluruh mesin atm milik BNI
  4. Bisa ambil uang di seluruh mesin atm berlogo "ATM Bersama"
  5. Tidak ada saldo mengendap, duit di tabungan bisa dihabisin sampai nol rupiah
Tabungan kayak gini nggak akan bisa dibikin di bank. Hanya tempat tertentu doang yang bisa bikin tabungan dengan keuntungan yang udah aku sebutin tadi. Salah satunya di PPOB Pringgodani (Ada di google maps). Jadi nanti, yang menang Giveaway#3 bakalan dapet apa yang udah aku sebutin di atas beserta keuntungan-keuntungannya. Terus, gimana cara ikutannya? Gampang! Gini caranya:
  1. Kirim SMS sesuai format di atas
  2. Capture bukti smsnya
  3. Upload di Instagram atau Facebook atau Twitter kalian masing-masing
  4. Jangan lupa tag akun sosial media ku di Instagram atau Twitter dengan user id sama yaitu @bayutaufani kalau Facebook: Bayu Taufani Haryanto (Mau Facebook Page atau akun pribadi sama aja)
  5. Setiap upload foto, WAJIB pakai hastag #BAYUFORJATENG kalau nggak pakai hastag dianggap gugur
  6. Jangan lupa ajakin temen yang lainnya
  7. Semakin banyak kirim smsnya, semakin banyak upload di sosial media kalian, maka akan semakin besar pula kemungkinan buat menangnya
Kriteria pemenang:
  1. SMS dan Upload capture (Screen Shoot) bukti SMS terbanyak
  2. Caption terunik yang menyertai foto. Bebas mau tulis caption apapun, yang jelas yang paling unik yang bakalan ku pilih. Mau kirim doa lewat caption juga boleh, asal doa langsung ke Tuhannya juga jangan lupa ya
Kriterianya cuman ada dua, bobot masing-masing kriteria adalah 50:50. Akan jadi satu pemenang tunggal, ketika ada yang kirim sms lebih dari 37 kali (Dibuktikan dengan upload foto sebanyak 37 kali). Jadi, ketika ada yang kirim sms lebih dari 37 kali, kemudian upload bukti sms di sosmed sebanyak 37 kali juga, langsung deh jadi pemenang tunggal Giveawy#3 kali ini. Namun, apabila ada beberapa orang yang sms dan upload foto lebih dari 37 kali, kriteria di atas kembali berlaku ya. Pengumuman pemenang setelah tanggal 5 November 2017. Batas akhir sms dan upload adalah tanggal 26 Oktober 2017 jam 21.00 WIB. Tarif Rp550 per sms. Kalau sms 37 kali cuman ngehabisin Rp20.350 habis langsung masuk kategori prioritas buat menang yang hadiahnya Rp200.000. Giveaway mana coba yang bisa kayak gini? Cuman di papabackpacker.com pastinya!!! Hajaaar!!!


CATATAN SANGAT PENTING: Disini aku nggak mau ngebatesin kalau yang boleh sms dan ikutan giveaway ini orang Kabupaten Pekalongan juga. Diatas, aku lebih sering sebut Kabupaten Pekalongan doang, itu lebih berfungsi agar aku bisa membakar semangat orang-orang Kabupaten Pekalongan aja sih. Tapi dengan tegas, disini aku enggak meu ngebatesin siapapun dan orang yang tinggal dimanapun boleh sms dan ikutan Giveaway#3 ini. Karena temen-temen dan temen-temennya orang tua ku dan temen-temennye temen temen ku nggak cuman berdomisili di Kabupaten Pekalongan doang. Ada yang di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Semuanya boleh kirim sms dan boleh ikutan. Tapi khusus warga Kabupaten Pekalongan, aku lagi ngebakar semnagat kalian, masa kalah sama orang-orang diluar Kabupaten Pekalongan yang mau dan rela mendukung ku? Apa kalian nggak malu? AYOOOO HAJAAAR!!!


Jangan lupa beli nomer TELKOMSEL. Isi pulsa yang banyak. Buka aplikasi SMS. Habis itu, ketik MAS (spasi) BAYU kirim ke 3938. Habis itu capture (Screen Shoot), upload ke media sosial masing-masing. Jangan lupa tag akun sosmed ku di instagram atau twitter @bayutaufani atau Facebook Bayu Taufani Haryanto. Wajib kasih hastag #BAYUFORJATENG. Kirim sms dan upload bukti sms sebanyak-banyaknya.

ADA VLOGNYA. BISA DICEK LOOOH...



Share:

Thursday, September 21, 2017

Jual Diri Tapi Halal? Gini Caranya... [Tips Jual Diri Yang Aman dan Halal]

Jual Diri Online 2017 Pekalongan. Itu bukan kata kunci sembarangan yang bisa ditemukan di google. Karena ternyata, kata kunci itu berada di posisi atas pada mesin pencarian milik google. Artinya, nggak sedikit orang yang searching kata kunci tersebut. Bisa dipastikan pula bahwa kata kunci tersebut, kemungkinan besar bakal menyajikan hal-hal yang sensitif sekaligus negatif. Ini dia hebatnya Papabackpacker, karena bakalan menyajikan artikel yang sangat menarik untuk dibahas. Udah ketebak mah ya, udah pada baca judulnya kan? Jadi, kali ini aku bakalan ngasih tips gimana cara jual diri yang aman dan halal (sekaligus menawarkan suatu bentuk kerjasama). Biar apa yang selama ini udah kamu bangun nggak tiba-tiba didatengin Satpol PP, terus ngasih stiker yang tulisannya tempat usaha mu ditutup. Bentar.... Jual diri tapi halal? Emangnya ada? Emangnya bisa? Ya ada doooong... Ya bisa doooong... Artikel yang berisi tips ajaib ini, bakalan sangat cocok buat orang-orang yang lagi butuh duit banyak tetapi dengan waktu yang sangat singkat. Penasaran gimana caranya? Makanya, pantengin artikel ini sampai akhir...

Share:

Subscribe

Masukkan Email:


Youtube Channel:

Popular Posts

Total Pageviews