Sabtu, 19 September 2020

Letak Tahi Lalat Tanda Jago di Ranjang. Apa Kamu Termasuk?

Di tahun 2019 ini, aku baru tau kalau ternyata ada obat yang berfungsi sebagai penghilang tahi lalat. Data di google menyebutkan kalau pencarian informasi untuk menghilangkan tahi lalat secara alami ataupun menggunakan obat, terbilang cukup tinggi. Itu artinya, nggak sedikit orang yang sedang berusaha untuk menghilangkan tahi lalatnya.


Daftar Isi

1. Ini Bukan LalatX

Obat Penghilang Tahi Lalat
Sumber Gambar Lalat Ngewe: panosylva.wordpress.com

Padahal, menurut ku tahi lalat itu bisa meningkatkan kecantikan seorang perempuan. Kalau ngomongin angka, tahi lalat melakukan hal tersebut sekitar tujuh puluh persen lah. Jadi, kalau kamu punya tahi lalat yang letaknya kayak artis berikut ini, artinya kecantikan mu bertambah sekitar tujuh puluh persen. Girls! Jadi, jangan hilangkan tahi lalat mu. Boys! Perempuan yang punya tahi lalat dibagian ini, konon katanya hebat di atas ranjang. Pertimbangkanlah untuk memilih pasangan yang memiliki tahi lalat dibagian tersebut. Bagian manakah itu? Mari simak melalui paragraf selanjutnya...

Kok tahun 2019? Iya, sebenernya artikel ini udah ku siapkan sejak tahun 2019. Tapi aku simpen di draft doang, guna menunggu waktu yang tepat untuk mempublikasikannya. Ku rasa, ini waktu yang tepat. Soalnya, beberapa bulan setelah ngetik artikel ini, aku punya pacar. Karena tulisan ini sebagian besar berbicara tentang mantan, makanya nggak ku publish. Berhubung sekarang aku kembali lagi nggak punya pacar, jadi ku publish deh. Oke, skip!

Nggak ngerti, kenapa aku suka sama perempuan yang punya tahi lalat di sekitar mulutnya. Entah itu di bagian dagu, di bibirnya, bagian atas atau bawah bibirnya dan bagian lain yang berada di sekitaran mulut. Aku udah nemu 5 artis yang memiliki kriteria tersebut. Diantaranya adalah Jessica Milla, Nabilah Ayu, Isyana Sarasvati, Michelle Zuidith dan Putri Tanjung.

Sebenernya, disini aku nggak mau panjang lebar bercerita tentang artis tersebut di atas. Aku cuman mau curhat doang. Soalnya, akhir-akhir ini tuh aku bingung, aku udah makin tua, inner cirle pertemanan ku ternyata udah semakin mengecil. Malah aku sekarang bingung kalau mau cerita sama siapa. Nggak kayak dulu lagi gitu loh. Zaman SMA, punya inner circle sendiri. Ya ceritanya sama itu. Beralih ke bangku perkuliahan, inner circlenya juga beda lagi. Dan sekarang, inner circle ku pun beda banget dibanding periode hidup ku sebelumnya.

Lingkup pertemanan ku sekarang berasa sempit banget. Terlebih sekarang aku berada di tempat baru. Yang dimana temen-temen masa kecil orang-orang di sekitar ku sekarang, bukan aku. Pun begitu juga sebaliknya. Untungnya aku punya blog, aku bisa cerita di sini. Nggak ngerti siapa yang baca, atau malah nggak ada yang baca, aku nggak peduli. Yang penting aku bisa cerita. Terlebih, kayaknya traffic blog ku akan naik gegara bawa nama artis tersebut di atas pada artikel ini. Demi adsense cuy wkwkwk. Yaaa... walaupun saat tulisan ini dibuat, adsense di blog ini masih kalah jauh dari bayarannya kang parkir dalam sehari. Tapi, nggak tau kenapa, suka aja ngerawat blog ini. Walaupun kalau ngomongin menghasilkan, masih jauh dari harapan hehehe.



2. Pacar Pertama

Jessica Mila Seksi
Sumber Foto Jesica Mila https://kupang.tribunnews.com/

Pacar pertama ku nggak punya tahi lalat. Jadi, aku nggak mau menceritakan dia terlalu banyak di sini. Sebut aja namanya Rani. Sekarang dia udah nikah, udah punya 2 anak dan saat ini dibawa suaminya merantau ke Jepang. Dulu, handphone belum populer, masih kalah sama surat-menyurat. Aku jadian pun nembaknya lewat surat.

Hehehe zaman Kartini banget ya? Sebenernya ada cerita unik tentang hubungan ku dengan Rani ini. Tapi, karena dia nggak punya tahi lalat. Jadi, dia nggak bisa diceritakan di postingan ini. Nanti deh, aku mau bikin tulisan khusus tentang awkward-nya percintaan anak SD. Ya, kelas 6 SD aku udah punya pacar cuy. Naaaah, Rani ini pacar pertama ku. Semarang keras soalnya, nggak punya pacar dikatain nggak ganteng. Nggak berani nembak cewek, dikatain nggak punya titit. Nanti deh, Rani bakalan ku buatkan bagian tersendiri, utamanya di bagian awkward-nya itu. Kalau aku inget dan sempet bikin tulisannya ya wkwkwk


3. Pacar Kedua

Michelle Zuidith Seksi
Sumber Gambar Michelle Zuidith: hot.detik.com

Pertama kalinya aku suka perempuan yang punya tahi lalat di sekitar mulut, itu waktu masih SMP. Aku adalah tipe orang yang nggak percaya cinta pada pandangan pertama. Yang ku kenal adalah cinta karena terbiasa. Sama si Dita ini pun awalnya aku nggak suka. Biasa doang aja. Tapi karena terbiasa, ya akhirnya lama-lama suka juga. Oh ya, Dita ini mantan ku waktu SMP. Kalau boleh dikata sih, salah satu cewek populer di SMP, dulu pada masanya. Cewek yang terkenal susah didapetin. Banyak yang mepet tapi semuanya mental. 

Dita ini dulu duduknya di depan ku, dia sukanya sama yang duduk di sebelah ku, bukan sama aku. Terus waktu study tour ke Jakarta, Dita pun posisi bangkunya di depan ku. Jadi ya, interaksi ku sama dia intens banget. Udah sekelas duduknya berdekatan. Terus waktu study tour juga kursinya bersebelahan. Naaaah... segala cerita berawal dari sini...

Karena kedekatan fisik tersebut, otomatis komunikasiku dengan Dita ini menjadi semakin intens. Tapi, bukan menanyakan perihal diri ku ya. Dia selalu menanyakan temen sebangku ku, yang dia suka itu. Jadi, komunikasi ku sama Dita ya berkisar tentang seberapa besar perhatian dan kasih yang Dita pengen tunjukkan ke cowok yang dia suka, panggil aja Jaya. Karena hal itu, aku jadi tau segimana besarnya perjuangan dia untuk memperoleh perhatian Jaya. 

Hingga akhirnya, aku sampek mikir "Ini kalau aku jadi pacarnya Dita kayaknya enak banget deh". Soalnya, Dita itu perhatiannya gila, total banget. Kayak menghargai orang banget gitu loh. Tapi aku nggak punya kesempatan atau momentum untuk memperoleh perhatian Dita. Soalnya bukan aku yang dia suka, tapi temen sebangku ku. Jadi, perhatian ku ke Dita ini hanya sebatas teman aja, nggak lebih. Pun, mungkin itu juga yang dia rasakan.

Oleh karena itu, aku cuman berharap "Kapan ya, aku bisa kayak Jaya gini. Diperhatiin sampek segitunya. Diperduliin sampek segitunya". Tapi, kemudian aku sadar diri. Aku termasuk anak yang biasa aja di kelas. Alias nggak pinter-pinter amat. Nggak gabung ke Geng anak-anak hits di sekolah. Terus kalau ke sekolah nggak bawa hp, mainan hpnya di rumah doang. Anak cupu yang terlalu patuh sama peraturan sekolah. Terus, aku juga salah satu murid yang pakai celana sesuai peraturan sekolah, 15 cm di atas lutut. Padahal geng anak-anak hits di sekolah pada pakai celana yang mendekati lutut. Cupu banget deh pokoknya. Kamu kalau lihat penampilan ku saat itu, pasti tertawa terbahak-bahak wkwkwk. Ah... pokoknya. intinya jauh dari harapan deh kalau aku bisa dapet momentum itu.

Ditengah keputus asaan ku, entah ada angin apa, aku juga nggak tau kenapa... aku mendapatkan momentum itu. Iya, perhatian Dita yang lebih dari sekedar temen!

Baca Juga: Naik Motor ke Bali. Habis 1,6 Juta Doang!

Seinget ku sih, kelas 8 akhir aku mulai pacaran sama si Dita. Dulu sama Rani nembaknya pake surat, giliran sama Dita udah naik kelas dong, nembaknya lewat SMS. Cupu sih emang, nggak berani ngomong langsung. Tapi gimana? Orang dibales "iya". Yaudah, artinya aku pacaran sama Dita dong. Saat itu, rasanya seneng banget. Keinginan ku tercapai.

Sama kayak Rani, Dita ini juga sekarang udah nikah. Belum punya anak, baru nikah sih soalnya, lagi proses bikin kali ya wkwk (Waktu tulisan ini ku buat. Update sekarang udah punya anak). Dita punya tahi lalat, seinget ku sih di bagian dagu sebelah kirinya. Semenjak saat itu, aku jadi terobsesi sama perempuan yang punya tahi lalat di dagu sebelah kirinya.

Seperti hubungan percintaan anak zaman SMP pada masanya, kadang kala dunia serasanya milik berdua. Kadang kala mencoba hal baru terasa membuat penasaran dan ketagihan. Tapi, untungnya lingkaran pertemanan ku nggak ada yang punya tahi lalat di dagu. Jadi, aman-aman aja tuh hubungan ku sama si Dita. Masa pacaran ku sama Dita ini dimulai dari kelas 8 akhir sampai kelas 11 awal. Yaaa... kurang lebih 2 tahunan lah. Aku masuk SMA yang deket rumah, sementara Dita masuk SMA favorit dan keren di Kota Semarang. Jadi, LDR beda sekolah.

Walaupun begitu, nyatanya aman-aman aja. Aku nggak pernah main api dengan coba deketin temen-temen cewek di sekolah baru ku. Tahun pertama terlewati dengan mulusnya. Semulus pahanya Dita. Setelah naik ke kelas 11, keadaan jadi berubah drastis. Naah ini, aku bingung, aku bukan penganut cinta pada padangan pertama. Tapi baru kali ini waktu aku kelas 11, aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama adek kelas ku. Anak baru kelas 10, waktu MOS. Tiga hari doang, bisa bikin aku suka sama orang lain karena cinta pada pandangan pertama. Tau sendiri lah ya, gimana brengseknya laki kalau udah gitu.


4. Pacar Ketiga

Nabilah Ayu JKT48 Seksi

Aku pernah ngerasain jadi lelaki bajingan, laki brengsek nggak punya hati ya saat kelas 11 ini. Aku suka sama adek kelas ku, sebut saja namanya Amel. Jadi ceritanya pas MOS, dulu aku jadi panitia yang megang kelasnya si Amel ini. Dia orangnya pendiem, beda sama si Dita yang bawel banget. Kalau masalah tahi lalat, Amel ini punya tahi lalat di bagian dagunya. Tapi, nggak ngerti kenapa aku jadi suka pada pandangan pertama sama Amel. Ah... perempuan bertahi lalat di dagu tuh emang beda ya. Bikin menarik banget.

Singkat cerita, dengan kegantengan yang ku miliki dan dengan segala macam hasutan inner circle ku yang mengatakan kalau "Eh Amel cantik ya. Mintain nomernya dong. Berani nggak?". Otak jahat ku langsung berproses. "Ah minta nomer doang, gampang! Nggak ada takut-takunya aku sih. Nanti ku mintain". Emang aku waktu itu lagi beranian orangnya. Terus ku pakai alasan tadi untuk meminta nomer hp si Amel ini. "Dek, aku bisa tanda tanganin buku mu ini. Tapi aku minta nomer hp mu". Terus, dengan gampangnya Amel ngasih nomer hpnya. Pasalnya, ada berkas milik Amel yang harus ku tanda tangani. Zaman dulu, MOS emang ajang buat ngerjain anak baru serta sekali mendayung untuk melampaui dua tiga pulau sekaligus. Singkat kata, terjadilah simbiosis mutualisme. 

Aku dapet nomer hpnya Amel. Tapi nggak ku serahkan ke temen ku yang nantangin tadi. Iseng-iseng ku kontak Amel. Eh ternyata beneran dibales. Entah kenapa, nyambung banget. Amel yang kesehariannya pendiem, bikin penasaran, ternyata emang bener bikin penasaran. Ku cari data digitalnya lewat Facebook. Ku scroll sampek bawah-bawah. Hingga akhirnya ku tau, kalau beberapa bulan yang lalu, Amel baru aja putus dari pacarnya. "Wah kesempatan nih" Pikir ku. Tapi, waktu itu posisi ku masih sama Dita. Tapi, Amel selalu merespon pesan yang ku kirimkan padanya.


Kalau udah gini, udah ketebak lah ya endingnya bakalan gimana. Tebakan mu pasti nggak meleset. Karena bener, akhirnya aku yakin kalau Amel suka sama aku. Hingga akhirnya ku ambil keputusan. Nggak bisa nih kalau punya pacar dua-duaan. Lalu, keputusan ku adalah hari ini aku mau putusin Dita. Brengseknya aku ya, hari ini putus sama Dita besoknya langsung jadian sama Amel.

Apalagi saat itu facebook lagi naik daun. Setelah siangnya jadian sama Amel, aku langsung request in relationship dan ku arahin ke facebooknya. Itu salah satu hal tertolol yang pernah ku lakukan di muka bumi ini. Gimana nggak tolol, sekarang putus nih, besoknya koar-koar di facebook yang saat itu lagi ngetren dan langsung pasang relationship sama cewek baru. Dunia langsung tidak berpihak pada ku. Aku langsung menghadapi situasi yang sulit. Drama-drama anak sekolah yang banyak ditayangkan di adegan sinetron murahan, ku alami saat setelah kejadian tersebut.

Fyuh... baru pacar ke 4 tapi udah sepanjang ini...


5. Tanda Jago di Ranjang. Punya Tahi Lalat di Area ini!

Seksi
Sumber: Pixabay

Sek sek bentar, mantan ku masih 4 lagi yang kesemuanya punya tahi lalat di sekitar mulutnya. Tapi kok rasanya malu mau ceritain sisanya. Soalnya, 3 dari 4 sisa mantan ku yang belum ku ceritain, belum pada nikah semua. Nggak ada hubungannya sih emang, cuman kayaknya tulisan ini akan terlalu panjang kalau harus ku ceritain satu persatu. Toh juga tulisan curhat gini, ku yakin nggak akan banyak yang mau baca wkwkwk.

Intinya 6 dari 7 mantan ku yang ada sampai tulisan ini dibuat, pada punya tahi lalat semua disekitar mulutnya. Terus apa hubungannya di atas aku ngomongin mantan sama tahi lalat? Apa hubungannya Letak Tahi Lalat Tanda Jago di Ranjang? Emangnya ada hubungannya?

Ku rasa enggak sih ya.

Eh bentar-bentar... jangan salah persepsi dulu... Aku bikin tulisan ini bukan berarti aku mau membuktikan mitos atau omong kosong yang dulu aku pernah denger. Kalau tahi lalat di wilayah wajah tertentu, bisa menunjukkan atau menandakan sifat orang tersebut. Lalu, aku juga nggak ngerti sih. Apakah ada hubungannya antara letak tahi lalat di bagian tertentu menandakan jago di Ranjang. Aku bikin tulisan ini pun juga nggak ngerti apa maksudnya. Seperti yang udah ku bilang tadi, tulisan ini udah ada di draft. Jadi, eman-eman kalau nggak di publish. Pun juga daripada blognya kosong nggak ada update baru kan. Jadi, yaudahlah ku baca ulang tulisan lama ini, ku benahin dikit-dikit, Terus ku publish.

Saat kembali lagi untuk membaca tulisan ini, di atas aku menyatakan kalau mau bercerita tentang mantan-mantan ku sebelumnya. Ku rasa, aku nggak akan melakukannya wkwkwk. Aku juga nggak ngerti apa tujuannya aku bikin artikel nggak jelas gini. Pun aku juga udah lupa, dulu apa tujuan ku bikin tulisan ini.


6. Kesimpulan

Jadi, kalau kamu mau tau apakah letak tahi lalat menandakan jago di ranjang atau enggak, ya coba buktiin aja sendiri sih. Kalau menurut ku sih, itu nggak akan berpengaruh. Mitos letak tahi lalat di daerah tertentu juga nggak bisa dibuktiin kalau orang tersebut memiliki sifat tertentu. Pun juga dengan asumsi yang sengaja ku buat biar yang cari bokep di google nyasar ke sini.

Ah nggak ngerti ah ini tulisan apa tujuannya. Aku kesel sendiri bacanya. Udah ah, aku nggak mau berusaha buang-buang waktu untuk membuat tulisan ini agar jadi lebih rasional dan mudah dipahami. Pun kamu yang baca ini sampai bagian terakhir ini, selamat udah buang-buang waktu untuk hanya sekedar menyelesaikan membaca tulisan ini. Padahal, aku yang ngetik aja nggak tau ini apaan.

Jadi, daripada ini semakin nggak jelas. Mendingan mari kita sudahi saja tulisan ini.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Back to Top