Jumat, 17 April 2020

Tim Wesfix - Resign Itu Dipraktekin (Review Buku)

Belajar Dari Buku Resign Itu Dipraktekin

Resensi Buku: Resign Itu Dipraktekin merupakan buku karangan Tim Wesfix. Dari judul bukunya, udah langsung bisa menebak apa yang akan disampaikan oleh Tim Wesfix. Tapi nggak segamblang itu, nggak serta merta, "Udaaaah kamu resign aja, terus bikin usaha sendiri. Habis itu jadi bos". Nggak dengan semudah itu Tim Wesfix mengajarkan dan kemudian mengajak pembacanya untuk buru-buru ambil keputusan untuk resign. Soalnya di buku ini akan banyak diberikan hal-hal yang mungkin akan mempengaruhi keputusan untuk resign, atau malah semakin mendukung keputusan untuk resign. Jadi, inilah hal-hal menarik yang ku dapatkan setelah membaca buku karangan Tim Wesfix ini...

Resensi Buku Resign Itu Dipraktekin

Judul Buku: Resign Itu Dipraktekin
Penulis: Tim Wesfix
Penerbit: PT. Garansindo
Percetakan: PT Gramedia
Tahun Terbit: Cetakan 1, Agustus 2016
ISBN: 978-602-375-646-9
Tebal Buku: 142 Halaman
Editor: Adinto F. Susanto
Sampul: wesfixity@gmail.com
Tata Isi: wesfixity@gmail.com

Sinopsis

Resign (undur diri) itu tidak semudah yang dibayangkan, namun sangat perlu dipelajari. Jika saat ini, Anda berencana untuk resign dari jabatan Anda dan memburu peluang lain, jangan terburu-buru. Pelajarilah dengan cermat. Bukan dengan teori-teori atau duduk di sebuah seminar, tapi dengan... DIPRAKTEKIN

Dengan halaman full-color dan gaya penyampaian yang serba visual, serta pembahasan yang singkat-padat, Anda akan merasakan perbedaanya. Buku ini tidak sekadar membuat informasi Anda bertambah, tapi juga akan membuat Anda tersenyum, terperangah, sekaligus mangut-mangut. Asyik dibaca!

Sikat buku ini terutama buat Anda: pekerja kantor, manajer, entrepreneur, calon pengusaha muda, hmmm, calon artis, calon penulis, para pengejar passion dan semuanya yang tertarik untuk MAMANFAATKAN PELUANG.

Baca Juga: Belajar Dari Buku -  Samantha (Risa Sarasvati)

Bukan Resensi Buku

Karena ini PAPABUKABUKU, jadi ini bukan resensi buku yang mungkin ada kaidah penulisannya. Struktur atau unsur yang juga harus dipenuhi. Ini adalah Belajar Dari Buku. Jadi mau formatnya kayak gimana ya terserah aku dooong wkwkwkwk

Resign Itu Dipraktekin ini adalah buku kedua dari Tim Wesfix yang udah pernah ku baca. Setelah buku sebelumnya yang ku baca berjudul Menulis Itu Dipraktekin. Buku-buku Tim Wesfix rata-rata nyuruh melakukan sesuai yang tentunya positif dong ya. Sama halnya dengan buku Resign Itu Dipraktekin. Mungkin konotasi positifnya jangan dilihat dari satu sisi doang ya. Kalau kamu memandang resign adalah sesuatu yang negatif, coba balik arah dengan melihat bagian lainnya.

Naaah... dibuku ini, Tim Wesfix sangat cerdik dengan menghadirkan definisi resign yang "seharusnya" itu yang seperti apa. Nggak sembarang resign, keluar dari pekerjaan yang sekarang telah digeluti. Ya emang sih, sejujurnya resign emang semudah itu kan? Tinggal keluar dari pekerjaan yang sekarang sedang digeluti. Tapi ternyata tidak dooong, resign nggak "semudah itu".

Isi Buku

Buku ini terdiri dari 7 Bab. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Sebelum Kita Resign
  2. Jangan Terjebak Passion
  3. Membangun Fondasi Finansial
  4. Resign Sebagai Pilihan Berisiko
  5. Resign Pada Waktunya
  6. Berkarya Setelah Resign
  7. Jangan Gampang Menyerah
Aku nggak mau spoiler tentang bagian per bab dari buku ini membahas apa aja. Tapi dari judul babnya harunya udah bisa ditebak-tebak apa aja yang bakalan dibahas pada masing-masing bab. Kalau kamu mau tau isinya apa, ya harus beli bukunya terus baca sendiri. Kalau ku tulisin semuanya lengkap, selain spoiler, terus apa bedanya sama penulis bukunya? Wkwkwk. Jadi kalau mau tau apa sih isi keseluruhan dari buku berjudul Resign Itu Dipraktekin ya beli bukunya. Nggak mahal kok, waktu itu aku beli di JD.id nggak sampai 50 ribu udah dianter sampai rumah dengan tanpa ada biaya pengiriman alias gratis ongkir. Padahal, buku sebagus itu menurut ku harunya dijual di angka 50 ribuan dan belum sama ongkirnya.

Jadi, dengan 7 bab di atas yang disajikan dalam 142 halaman, rasanya worth it banget deh buku ini buat dibeli. Harga dibanding isinya, pas banget. Malah aku bilang kamu rugi kalau nggak beli buku yang isinya kalau dihargain lebih dari 50 ribu itu. Jadi, kamu yang beli buku ini ku jamin untung banyak.

Belajar Dari Buku #PAPABUKABUKU

Setelah baca buku ini, aku jadi banyak mendapatkan sesuai yang menurut ku bagus banget. Kalau tadi aku bilang nggak mau spoiler, kali ini aku berubah pikiran. Karena sejatinya spoiler adalah hal baik yang harusnya diterangkan ke orang lain, supaya orang lain mau merasakannya langsung. Pun dengan yang mau ku tulis kali ini, aku mau spoilerin bagian baik dari buku ini dengan harapan kamu bakalan beli atau seenggaknya bacain buku ini.

Sudah Yakin Dengan Passion mu?


Resensi Buku Resign Itu Dipraktekin Tim Wesfix

"Passion kerap menjadi kata sakti yang digunakan oleh orang yang rela meninggalkan perkejaan demi mengikuti keinginan kata hatinya. Banyak dari mempunyai pola pikir bahwa dengan mengikuti passion, hidup kita akan bahagia" - Resign Itu Dipraktekin Halaman 16

Nah ini, kata brengsek yang ternyata aku juga termakan omongan motivator tai yang tenar pada masanya dengan mengatakan "Kamu kalau kerja tertekan, itu artinya kamu bekerja nggak sesuai Passion mu. Keluar, terus bikin usaha sendiri yang sesuai passion mu. pasti kamu akan lebih enjoy". Terdengar menantang dan "kayak" harus dituruti dan dilaksanakan. Soalnya kata-katanya terlalu menarik untuk tidak dituruti. Jadi, pasti kebanyakan orang akan menuruti kata hati dalam bentuk passion. Tapi ternyata nggak gitu juga... 

Jawabannya ada di buku ini pada halaman berikutnya...

Resign Memang Harus Dipraktekin. Tapi Tunggu Dulu...


Belajar Dari Buku Resign Itu Dipraktekin Tim Wesfix

"Di lain pihak, kita juga perlu menyadari bahwa passion tidak menjanjikan apa-apa. Tidak sedikit orang meninggalkan pekerjaan utamanya demi mengejar passion harus kecewa karena dia tidak menemukan kebahagian di situ." - Resign Itu Dipraktekin Halaman 17

Ada yang bisa menebak apa lanjutan dari cuplikan kalimat di atas? Harusnya sih nggak usah menebak ya. Tinggak gedein gambarnya terus baca aja cuplikannya langsung. Naaah jadi yang menarik justru kelanjutan dari kutipan di atas. Jika gagal, pertanyaan-pertanyaan mendasar pun muncul "Apakah ini benar-benar pasiion kita? Apa yang sebenarnya saya cintai".

Kutipan serta lanjutan cuplikan dari halaman 17 yang kemudian menjadi 4 kalimat klimaks yang langsung menancap di otak ku. Anjiiiir... kenapa aku nggak baca buku ini dari dulu? Kenapa baru bacanya sekarang? Wkwkwkwk. Nggak...nggak, ini bukan sebuah bentuk penyesalan dalam hidup ku. Tapi aku jadi mikir, ternyata hal besar dalam hidup bisa diperoleh dengan cuman membaca buku lalu mengalaminya sendiri.

Dancing In The Rain

Belajar Dari Buku Resign Itu Dipraktekin Tim Wesfix

"Life is not about waiting for the storms to pass... It's about learning how to dance in the rain" Resign Itu Dipraktekin Halaman 29

Kalau diartiin ke dalam Bahasa Indonesia, kurang lebih bunyinya gini: "Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu... Ini tentang belajar menari di tengah hujan". Anjir nggak sih? Dalem banget. Padahal kata-kata sehari-hari yang mungkin udah sering didengar.

Kalau ini sih aku nangkepnya, dimanapun kamu berada, pada situasi apapun kamu berpijak, bersenang-senang lah. Mau kamu pengennya punya usaha sendiri, tapi malah sekarang lagi kerja di tempat orang dan sekarang lagi benci-bencinya sama bos mu. Atau kamu yang maunya kerja ditempat orang karena sekarang lagi mengutuki usaha mu yang nggak kunjung seperti bayangan mu. Menari-narilah di tengah hujan, bersenang-senanglah. Karena nggak ada manusia yang salah langkah, semuanya sudah merupakan jalan dari Tuhan. 

Pengalaman 10.000 Jam

Belajar Dari Buku Resign Itu Dipraktekin Tim Wesfix

"Anda bisa dikatakan ahli setelah mengerjakan aktivitas tersebut selama minimal 10.000 jam" Resign Itu Dipraktekin Halaman 30

Nah ini, makanya pada bagian sebelumnya aku bilang kalau apa yang ku ungkapkan pada paragraf sebelumnya adalah bukan merupakan sebuah bentuk penyesalan. Karena ku tau, apa yang ku lakukan sekarang belum ada apa-apanya kalau dinilai dengan 10.000 jam. Pun juga buat kamu yang sekarang lagi kerja, dalam artian belum resign, coba hitung udah kerja berapa lama kamu? udah sampai 10.000 jam apa belum? Kalau belum, lanjutin aja dulu. Siapa tau kata resign mu cuman muncul hanya karena kata motivasi alay yang bilang "Harusnya kamu kerja sesuai passion mu". 

Andai kata kamu sehari kerja 8 jam. Kalau 10.000 jam artinya kamu harus bekerja selama 1250 hari tanpa libur. Kalau dijadikan tahun, berarti sekitar 3 tahun lebih 4 bulan. Udah bekerja di tempat yang sama dengan jenis pekerjaan yang sama selama 3 tahun lebih 4 bulan? Atau udah punya usaha yang berdiri pada bidang dan kegiatan yang sama selama 3 tahun lebih 4 bulan? Kalau belum, jangan paksa untuk melakukan sesuatu diluar jangkauan mu. Ingat, dancing in the rain. Bisa jadi setelah 10.000 jam menggeluti apa yang kamu lakukan sekarang, entah itu bekerja atau berusaha sendiri, bisa jadi kamu malah mencintai hal-hal yang sekarang sedang kamu kutuki tersebut. Peroleh lah pengalaman 10.000 jam tersebut.

5 Langkah Menjadi Ahli

Belajar Dari Buku Resign Itu Dipraktekin Tim Wesfix

"Dengan berlatih 10.000 jam, Anda diharapkan sungguh bisa menjadi seorang ahli." Resign Itu Dipraktekin Halaman 31

5 Langkah menjadi ahli:
  1. Pertama, memutuskan bidang keahlian anda
  2. Kedua, mengidentifikasi keahlian anda
  3. Ketiga, menjadi mahir
  4. Keempat, berlatih lebih keras
  5. Kelima, bersabarlah dan setia
Emang sih jumlah langkah yang ditulis oleh Tim Wesfix untuk menjadi seorang ahli hanya ada 5 langkah saja. terlihat sangat mudah memang. Penjabaran yang ada pada halaman 31 pun juga ditulis dengan sangat singkat padat dan betul-betul jelas. Tapi kalau kamu buka halaman selanjutnya, penjabaran yang akan diungkapkan oleh Tim Wesfix akan sangat teramat detai sekali. Dibaca sekali doang kayaknya nggak serta merta langsung paham. Karena penjabarannya yang sangat teramat detail tersebut. Dan aku nggak mau spoiler apa yang dibahas selanjutnya, sekali lagi ku bilang, kalau mau tau lebih jauh, kamu harus beli bukunya terus baca sendiri.

Bersahabat dengan Kegagalan


Belajar Dari Buku Resign Itu Dipraktekin Tim Wesfix

"Banyak orang yang berefleksi dengan baik mengenai kegagalan, dan rata-rata mensyukuri pengalaman tersebut. Tanpa kegagalan, Anda mungkin tidak bisa benar-benar sukses." Resign Itu Dipraktekin Halaman 128

Walaupun judul buku ini adalah Resign Itu Dipraktekin tapi setelah membaca keseluruhan buku tersebut tanpa ada yang dilewatin satu halaman pun, seaslinya kesimpulan yang ku dapat nggak melulu tentang judulnya. Tim Wesfix dengan dangat cerdas menyampaikan poin-poin atau langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk "mempersiapkan" resign. Seperti kutipan di atas, salah satu pesan dasar yang seharusnya ditanamkan pada orang yang dengan berani mengambil keputusan untuk resign "Mensyukuri pengalaman gagal". Yakin akmu mau resign? Resikonya adalah gagal.

Tanpa sadar, mungkin bos mu sekarang adalah orang yang menjadikan passion sebagai dasar mendirikan usaha yang besar yang kamu terlibat di dalamnya. Mungkin kerjaan mu sekarang yang berada dalam bayang-bayang passion bos mu memang bukan pekerjaan impian mu. Tapi ternyata kamu sedang berjalan pada mimpi besar yang mungkin akan sama-sama membawa mu ke sesuatu yang lebih besar dibandingkan apa yang terlihat sekarang. Bisa jadi setelah melewati 10.000 jam, ternyata tumbuh pasiion baru dalam diri mu yang nggak pernah terbayangkan sebelumnya oleh mu. Bisa jadi, bekerja ternyata adalah passion mu. Kalau kamu udah menemukan passion mu, ngapain resign?

Itulah beberapa hal yang bisa kuambil dan kupetik untuk jadi sebuah pelajaran yang bisa diteladani.

Jadi, kapan terkahir kali kamu baca buku?

Kalau aku sih, terakhir baca buku ini

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Back to Top