Bukan! Ini Bukan Papa Yang Mantan Pacarnya Mamma!



Saturday, May 19, 2018

Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2018


Seorang Bayu Taufani Haryanto ikutan Duta Wisata? Apa nggak terlalu tua? Di blog antah berantah ini aja ngetikinnya jorok-jorok mulu gitu, emangnya pantes ikut acara begituan? Di blog jorok ini aja dia disebutnya sebagai Papa, kan ya nggak pantes kalau misalnya nanti sebutannya berubah jadi Mas? Ganteng enggak, biasa aja iya, jangankan ngimpi menang, masuk jadi finalis doang aja emangnya bisa? Itulah sederet pujian yang mengawali niat ku untuk mengikuti ajang yang nyatanya bergengsi ini "AJANG PEMILIHAN MAS DAN MBAK DUTA WISATA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2017". Jadi, gimana ceritanya seorang empunya Papabackpacker bisa terseret kemudian menyelam dalam ajang ini? Jadi, begini ceritanya gimana bisa ikutan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2017...
Gimana Ceritanya Bisa Ikutan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan?

Aslinya postingan ini mau aku kasih judul "Gimana Ceritanya Bisa Ikutan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan?" tapi karena momennya nggak pas (Harusnya tulisan ini udah keluar beberapa bulan yang lalu, tapi karena akunya sok sibuk, jadinya tulisan ini baru aku keluarin sekarang). Naaaah... berhubung pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 udah dibuka, judulnya aku ganti. PS: Cerita dibawah ini bakalan banyak curhatnya, kalau kamu cuman mau cari info gimana cara daftar Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 langsung scroll ke bawah aja. Kalau kamu mau bacain curhat ku hingga bisa menjadi Mas Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 silahkan baca sampai habis. Oke, let's begin.

Semua Finalis Mas Mbak Duta Wista Kabupaten Pekalongan Tahun 2017
Cerita bermula ketika Pemerintah Desa Wonopringgo mendapatkan surat cinta dari Kecamatan Wonopringgo. Inti dari surat tersebut adalah Desa Wonopringgo secara remi diutus langsung oleh pihak kecamatan untuk mendelegasikan dua warganya agar mengikuti acara tersebut. Usut punya usut, ternyata penyelenggara acaranya adalah Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan. Tajuk acara bergengsi tersebut udah aku sebutin di paragraf awal tadi ya...

Info menarik tersebut, kemudian disampaikan melalui pesan singkat oleh Kepala Desa Wonopringgo kepada Ketua Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo. Setelah itu, karena kegesitan dan ke-"gercepan" Ketua Karang Taruna Pringgodani, info tersebut langsung dibagikan ke grup whatsapp milik organisasi yang dinahkodainya. Sambut pun tidak bergayung. Sayang sekali, tidak ada yang mengajukan diri sama sekali. Barang sehelai respon pun juga tidak ada. Ah... Ada apa ini?

Hari demi hari berlalu... pengumuman tersebut pun semakin tenggelam berkat obrolan receh grup whatsapp. Terlebih, saat itu juga Karang Taruna Pringgodani sedang merencanakan untuk mengadakan suatu acara. Jadi dapat disimpulkan, emang nggak ada yang minat ikut acara begituan. Sebenarnya, situasi tersebut telah diprediksi sejak awal sih. Hingga akhirnya, ada satu anak perempuan yang memberanikan diri untuk mengikuti acara tersebut. Usut punya usut, ternyata keberanian, kemauan dan kesanggupannya, timbul setelah dilakukan pendekatan khusus yang sangat intim yang dilakukan langsung oleh ketua karang taruna. Namun, malangnya nasib ku. Perempuan pemberani tersebut memberikan syarat yang berat untuk dilaksanakan. Yaitu, "Dia nggak mau ikutan kalau sendirian, harus ada temennya". Ini dia klimaksnya... ku ulangi sekali lagi, malangnya nasib ku... sudah ketebakkan jalan ceritanya akan seperti apa? Hingga akhirnya, dengan sedikit pemaksaan, "I'm said YES!"

Waktu Karantina. Itu Lagi FGD Grup Kecil lagi Ngebahas Tentang Permasalahan Pariwisata di Kabupaten Pekalongan.
Jadi, intinya ikutan acara ginian itu gegara kecelakaan. Awalnya nggak niat-niat amat. Ditengah-tengah proses juga nggak niat-niat amat. Sampai akhir pun masih tetep aja nggak niat-niat amat. Kenapa sih kok harus nggak niat? Soalnya, dunia seperti ini adalah dunia yang benar-benar baru buat ku. Dunia dimana harus manis di depan semua orang, harus senyum ke semua orang, harus ramah ke semua orang, nggak boleh mengumpat dan yaaah... pokoknya harus menampilkan hal yang baik-baik di depan orang-orang. Harus jaga image gitu deh gampangnya. Pada kenyataannya, itu bukan aku banget. Itu nggak aku banget. Tapi, ini sesuatu yang beda. Suatu hal menantang yang belum pernah kulakukan sebelumnya. Suatu hal yang sama sekali nggak pernah ku ketahui sama sekali. Bahkan, untuk sekedar mempelajari pun aku belum sempat. Entah kenapa tetiba aku merasa tertantang melakukan hal yang pada dasarnya kurang ku sukai ini. Yah, akhirnya... daftar lah aku mengikuti acar tersebut. Pada posisi ini, rasanya suatu hal yang namanya "terpaksa" perlahan-lahan mulai terkikis.

PENGUMUMAN

Tahapan tes:
1. Tes Administrasi
2. Tes Tertulis
3. Tes Wawancara
4. Tes Bakat

Udaaah, gitu doang pengumuman yang dikeluarin panitia setelah proses pendaftaran. Seketika aku menerka-nerka... Ini ajang namanya "Duta Wisata". Jadi tes tertulis sama tes wawancara pasti bakalan berhubungan dengan wisata. Karena ini diadakannya di Kabupaten Pekalongan, pasti nggak jauh-jauh sama yang namanya wisata di daerah Kabupaten Pekalongan. Whaaaaat? Tesnya tentang wisata di Kabupaten Pekalongan?

Pikir ku, ya mati lah aku...

Hidup 23 tahun, 21 tahunnya dihabisin di Semarang. 2 tahun sisanya dihabiskan di Pekalongan. Dimana itu saat periode 0 sampai 2 tahun pertama hidup yang masih belum banyak dosanya. Jadi, bisa dibayangin kan kalau aku bakalan sama sekali nggak ngerti-ngerti amat tentang wisata di Kabupaten Pekalongan. Ini namanya bunuh diri. Terjun ke ajang yang asing banget buat aku. Dalam ruang lingkup yang nggak aku kenal-kenal amat. Gambarannya gini:

Ini kenapa waktu proses seleksi, karantina dan segala proses lainnya nggak ada fotonya  karena akun resmi, akun fanspage dan google nggak ada fotonya soalnya. Jadi nggak bisa ngasih lihat fotonya di sini. Padahal kayaknya waktu semua proses itu, difotoin sama panitian deh (kayaknya).

Duta Wisata harus tau, kenal  dan mengenali betul akan daerahnya. Jadi kalau ada orang luar Kabupaten Pekalongan tanya "Tempat wisata yang enak buat santai-santai di Pekalongan dimana aja sih?". Buat yang udah lama tinggal di Pekalongan mah nggak bakalan gelagepan ngejawabnya, bakalan ceplas ceplos, lancar mah pokoknya. Beda cerita kalau aku yang ditanyain "Em... Itu... Em... Mana ya... Emm... Nggak tau ah, cari aja di google". Bener banget, pengetahuan ku akan wisata di Kabupaten Pekalongan kalau disandingin sama angka jawabannya NOL BESAR.

Waktu Malam Grand Final. Waktu itu, Aku Berpasangan dengan Khansa Ganim Al-Gabril.
Itu masih soal tes tertulis dan wawancara yang berkaitan dengan wisata di Kabupaten Pekalongan. Lihat tes yang keempat, Tes Bakat. MATI dua kali ini namanya! Nggak ngerti wisata dan nggak punya bakat. Main musik nggak bisa. Nyanyi... Suaranya kayak kentut, nggak bernada, bau lagi. Nari... Apalagi... badan kaku semua. Main drama, nggak bisa, bisanya marah-marah doang. Udah kan, selesai... Kalau bakat disandingin sama angka jawabannya bakalan sama kayak yang di atas NOL BESAR.

Jadi, mungkin aku satu-satunya peserta yang mengemban label tidak berbakat dan tidak mengerti wisata Kabupaten Pekalongan. Tapi, udah terlanjut daftar, udah terlanjur ikutan, udah capek-capek nyiapin syarat-syarat biar lolos tahap administrasi, masa mau berhenti di tempat? Yaudahlah nggak apa, LANJUUUT! Biarpun tak berbakat dan tak berpengetahuan. Seenggaknya dapet pengalaman baru dan dapet temen baru.

Singkatnya, segala proses udah dilaluin, segala tes udah dilaluin, hingga akhirnya aku terpilih menjadi salah satu finalis dari sekian banyak orang yang mendaftar. Ya, aku lolos tes tes yang tadi aku sebutin. Aku pun nggak ngerti kenapa bisa lolos. Setelah itu, masuk masa karantina, terus habis itu masuk masa grand final. Terus pas pengumuman, eh aku yang tidak berbakat dan tidak berpengetahuan luas tentang wisata di Kabupaten Pekalongan ini malah yang terpilih jadi MAS DUTA WISATA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2017.

Yes, i did it! Tapi... ya tetep aja masih sering mikir "Kok bisa aku sih yang menang?" Padahal, ya itu... baca aja di atas.
Naaaaah, buat kamu-kamu yang udah lama tinggal di Kabupaten Pekalongan dan punya bakat terpendam yang sekiranya bisa memukau segenap panitia dan dewan juri. Apa salahnya nyobain daftar? Aku yang nggak berbakat dan nggak berpengetahuan aja bisa kok. Apalagi kalian-kalian yang punya bakat dan berpengetahuan luas? Tunggu apa lagi? Ayo daftar jadi bagian dari DUTA WISATA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2018.

Caranya gampang:
1. Konek Internet
2. Klik ini bit.ly/2mkhn2G
3. Udah deh, tinggal isi informasi yang diminta
4. Ntar otomatis bakalan masuk grup whatsapp calon peserta
5. Ikutin prosesnya

Baca Selebaran ini deh, Kalau Kurang Jelas sama Hal-Hal yang udah Aku Uraikan di atas.

Gampang kan cara daftarnya? Jadi, tunggu apalagi? Aku yang nggak berbakat aja bisa loooh, masa kamu yang berbakat nggak berani?

PS: Ini contoh foto seluruh badan sama foto setengah badan. Buat yang bingung, bisa ditiru sih. Yaaa... biarpun alay nggak jelas begitu hehehe

 Kalau Fotonya Kurang Besar, Tinggal Klik Aja Fotonya.

Salam,
BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Admin Website        http://www.desawonopringgo.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani
Share:

4 comments:

  1. Tambahin tips2 nya dong mas...kok bisa menangšŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaaap, udah dibuat jauh-jauh hari mas. Udah masuk antrian posting juga. Tinggal nunggu tanggal keluarnya aja mas hehehe :D

      Delete
  2. Sania Miladi AzzahraMay 19, 2018 at 9:03 PM

    I did it��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoiii... I did it :D Etapi kok kayaknya heran gitu ya? Hahahaha Kenapa kenapa? :D

      Delete

Subscribe

Masukkan Email:


Youtube Channel:

Popular Posts

Total Pageviews