Bukan! Ini Bukan Papa Yang Mantan Pacarnya Mamma!



Sunday, May 20, 2018

Tips Lolos Tes Administrasi saat Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2018


Sekarang, aku bakalan ngasih tau tentang "Tips Lolos Tes Administrasi saat Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan". Tahun 2017 lalu, tes Duta Wisata terbagi menjadi 4 (empat) jenis. Yaitu, tes administrasi, tes tertulis, tes wawancara serta tes minat dan bakat. Untuk tes administrasi, sebenernya tes ini adalah tes yang paling gampang. Nggak perlu ngerjain soal-soal, nggak perlu ditanyain kemudian jawab ini itu. Tinggal ngelengkapin syarat-syaratnya, udah deh lolos. Yaudah... gitu doang, sesimple itu. Tapi.. ada kiat-kiat atau tips khusus yang bakalan aku kasih tau melalui tulisan ini. Jadi, TIPS LOLOS TES ADMINISTRASI saat Pendaftaran Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan, kurang lebih kayak gini...
Secara umum, tes administrasi itu meliputi beberapa syarat. Diantaranya adalah:
  1. Putra atau Putri. Ya, cuman dua. Kalau nggak putra ya putri, yang lainnya nggak bisa. Dengan usia 17-24 Tahun.
  2. Domisili di Kabupaten Pekalongan. Buktiin pake fotokopi KTP atau Surat Domisili.
  3. Tinggi badan minimal 170 untuk putra dan 165 untuk putri.
  4. Minimal lulusan SMA atau masih SMA
  5. Foto terbaru ukuran 4R. Seluruh badan sama setengah badan.
Gampang kan?

TIPSNYA GINI

NB: Nomor tips yang ada, disesuaikan dengan syarat secara umum di atas. Jadi, kalau syarat di atas nomer 1, tipsnya ya yang nomer 1 juga.

  1. Ini digabung sama yang nomer 3. Jadi, baca tips nomer 3 aja
  2. Tahun kemarin, padahal syaratnya domisili Jawa Tengah. Nggak tau kenapa sekarang syaratnya jadi domisili Kabupaten Pekalongan. Tapi nggak apa, semuanya bisa disiasati. Waktu daftar tahun kemarin aja KTP ku masih KTP Kota Semarang. Tapi dengan bikin surat domisili, aku jadi bisa daftar dan lolos tahap administrasi.
  3. Untuk tinggi badan dan jenis kelamin, gampang. Kalau udah ngisi formulir online atau ngisi formulir di Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, yakinlah syarat pada bagian ini bakalan lolos. Nggak perlu pake surat dokter yang menyatakan jenis kelamin serta tinggi dan berat badan mu.
  4. Naaah... kalau yang ini, berarti harus nyantumin bukti yang menyatakan bahwa kamu udah lulus SMA atau masih sekolah setingkat SMA. Terserah mau bentuknya apaan, yang penting hal tersebut bisa membuktikan kalau kamu udah memenuhi batas minimal tersebut. Contoh: Fotokopi Ijazah, Fotokopi Kartu Pelajar.
  5. Nanti aku kasih contoh fotonya. Kalau soal foto, udah diatur pada selebaran yang dibuat. Yaitu menggunakan batik serta tidak menggunakan softlens. Catatan: Background fotonya putih.
Btw, aku belum ngasih tipsnya ya hahaha. Oke, jadi gini:

Buat Nomer 1 sama Nomer 3 (Usia dan Tinggi)
Nanti waktu seleksi tanggal 21 Juli. Bakalan diadakan pengukuran tinggi dan berat badan. Jadi, nggak usah khawatir gimana membuktikannya. Tapi, alangkah lebih baiknya kalau kamu melampirkan surat dokter yang menyatakan tingkat kesehatan mu. Selain itu, di surat dokter pasti akan mencantumkan jenis kelamin, berat dan tinggi badan mu. Kalau udah bikin, tandanya BERES! Kamu udah bisa membuktian semua syarat yang tercantum dalam poin 1 dan 3. Terus, bikin surat dokter gimana caranya? Gampang, tinggal ke puskesmas terdekat yang ada di sekitar tempat tinggal mu. Terus bilang petugas yang ada di sana kalau kamu mau bikin surat dokter. Soal biaya, aku nggak ngerti. Syukur-syukur bisa gratis. Tapi siap-siap bawa duit aja siapa tau bayar kan? Kalau aku ngetik "Surat Dokter" anggep aja aslinya mau ngetik "Surat Keterangan Dokter". Gini contohnya: 


Kenapa kok harus pake surat dokter? Sebenernya nggak harus sih. Cuman dengan melampirkan surat dokter tersebut, seenggaknya udah bisa membuktikan kalau kamu memiliki jenis kelamin yang jelas serta memiliki tinggi dan berat yang memenuhi standar. Selain itu, harapannya adalah hal tersebut bisa bikin panitia agak sedikit berkesan "Ini anak niat banget, pake surat dokter segala". Hadirkan kesan yang baik ketika kamu belum bertatap muka dengan panitia. Intinya sih, buat nunjukin tingkat keantusiasan mu. Itu tips pertama. Eh satu lagi, Jangan minder dan merasa kalah sebelum perang dengan angka minimal atau maksimal yang diterapkan (17 Tahun dan 24 Tahun serta 170 cm dan 165 cm). Itu tips kedua. Untuk lebih jelasnya baca paragraf selanjutnya.

NB: 
  1. USIA. Syaratnya sih tertulis minimal 17 Tahun. Tapi pada prakteknya nggak se-ektrim itu diterapkan. Akan ada toleransi. Usia mu 16 Tahun dan mau daftar? Bisa banget. Nggak usah minder sama batasan usia minimal tersebut. Yang nggak bisa kalau usia mu udah lebih dari 24 tahun. Kalau mau daftar doang sih bisa, tapi kalau masalah lolos atau enggaknya jadi finalis, kayaknya kemungkinan besar enggak. Kalau usia dibawah 17 tahun, peluang untuk lolos jadi finalis masih terbuka lebar. Asalkan sesuai kualifikasi yang ditetapkan panitia. Soalnya, waktu tahun 2017 kemarin, ada finalis yang masih berusia 16 tahun kok.
  2. TINGGI BADAN. Syaratnya sih tertulis minimal 170 cm untuk Putra dan 165 cm untuk Putri. Jangan minder duluan. Angka segitu emang tergolong dalam kategori tinggi untuk ukuran orang Indonesia. Jadi, untuk masalah ini pun sama kayak usia, bakalan ada toleransi. Asalkan syarat dan kualifikasi lainnya memenuhi, tetep masih bisa lolos jadi finalis kok. Sekali lagi aku bilang, jangan minder. Coba bayangin, kalau rata-rata dan kebanyakan penduduk Pekalongan yang Putra tingginya dibawah 170 cm dan untuk Putri rata-rata dan kebanyakan tingginya dibawah 165 cm. Kamu pasti bisa nebak rerata pendaftar bakalan punya tinggi badan berapa? Naaah... kalau syarat ini wajib dan harus banget diterapkan. Kamu juga pasti bakalan bisa nebak berapa banyak pendaftar yang bakalan jadi finalis? Tahun 2017 kemarin pun banyak pendaftar yang memiliki tinggi dibawah syarat minimal. Peserta yang lolos jadi finalis pun nggak semuanya punya tinggi badan yang menyentuh angka minimal. 
Buat Nomer 2 (KTP)
Ini mutlak, harus. Nggak akan jadi masalah kalau kamu warga ber KTP Kabupaten Pekalongan. Yang jadi masalah adalah ketika kamu bukan warga ber KTP Kabupaten Pekalongan atau kamu belum punya KTP. Tenang... bisa disiasati, pake Surat Domisili. Cara bikinnya gimana? Gampang, tinggal ke balai desa tempat kamu tinggal, terus bilang mau bikin surat domisili. Syarat-syaratnya bisa jadi tiap daerah beda, tapi yang jelas sih musti ngelampirin Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Ada juga yang mengharuskan adanya pengantar dari Ketua RT dulu. Tapi, nggak semuanya menerapkan itu. Untuk lebih jelasnya, silahkan datangi balai desa tempat mu tinggal. Tipsnya, buat yang bukan warga ber KTP Kabupaten Pekalongan serta buat yang belum punya KTP, Bikin Surat Domisili. Itu tips ketiga.

Buat Nomer 4 (Ijazah)
Nggak akan jadi masalah ketika kamu udah lulus SMA dan udah punya Ijazah. Gampangkan, tinggal fotokopi Ijazah SMA mu. Yang jadi masalah adalah ketika kamu belum lulus SMA atau kamu masih SMA kelas 10. Tenaaang... ini juga bisa disiasati. Tinggal Fotokopi Kartu Pelajar mu. Beres kan? Buat yang ini, nggak ada tipsnya. Eh setelah kupikir-pikir ada tipsnya. Buat kamu yang udah lulus SMA dan punya ijazah SMA tapi sekarang lagi ngelanjutin kuliah, "Lampirkan sesuatu yang bisa membuktikan bahwa kamu lagi kuliah, Fotokopi KTM contohnya".  Ini tips keempat.


Buat Nomer 5 (Foto)
Tipsnya, apa ya? Aku bingung. Oh ini aja, pakai baju batik terbaik mu. Kalau bisa sih, jangan pakai batik yang berkesan kayak orang tua. Menurut ku, batik orang tua itu baju batik yang full batik semuanya. Inget tips yang pertama? "Hadirkan kesan yang baik ketika kamu belum bertatap muka dengan panitia. Intinya sih, buat nunjukin tingkat keantusiasan mu". Cek instagram @masmbakkabpekalongan di sana banyak ditampilkan batik yang nggak berkesan "Batik Orang Tua". Kalau kamu yang masih jadi peserta aja bisa menghadirkan atau menggunakan batik yang kurang lebih kayak yang ada di akun instagram tersebut, keren bukan? Naah... cek istagramnya aja, banyak referensi batik keren di sana. Ingat, "Hadirkan kesan yang baik ketika kamu belum bertatap muka dengan panitia. Intinya sih, buat nunjukin tingkat keantusiasan mu". Tipsnya, Jangan kirim foto pake baju batik yang terkesan "Batik Orang Tua". Ini tips kelima.



Buat Baju Batiknya, Kurang Lebih Kayak Begituan. Kalau Pose Full Badan atau Setengah Badan, cek Postingan Sebelumnya. Atau KLIK DI SINI
Kalau kamu bisa memenuhi ke lima syarat tersebut di atas. Yakinlah, buat lolos tahap administrasi itu gampang banget. Kalau cuman lolos doang gampang, berarti yang lainnya juga bisa dengan mudahnya lolos dong? Nggak asyik. Terus apa bedanya kamu dibanding peserta lainnya? Nggak seru. Percuma kamu bacain tulisan ini. Oh ya, ada tips tambahan diluar lima hal diatas yang bakalan menambah nilai jual mu. Kembali ke tips pertama "Hadirkan kesan yang baik ketika kamu belum bertatap muka dengan panitia. Intinya sih, buat nunjukin tingkat keantusiasan mu".


Pada formulir (online) yang diberikan panitia, ada 3 bagian yang bisa dibuat untuk menghadirkan kesan baik serta menunjukkan tingkat keantusiasan mu. Diantaranya adalah Bakat atau Kemampuan Khusus, Prestasi dan Penghargaan serta Bahasa yang Dikuasai.

Tipsnya:
Bakat
Kamu punya bakat ngelukis, lampirin lukisan yang udah pernah kamu buat dalam map yang udah kamu siapin buat melampirkan semua berkas persyaratan. Kamu punya bakat dibidang videografi, lampirin video yang udah kamu buat pada media penyimpanan khusus, lalu masukkan ke dalam maps berkas persyaratan. Atau kamu punya bakat nyanyi atau nari, lampirin aja video atau file suara yang bisa menunjukkan serta membuktikan bakat yang kamu punya. Emangsih, nanti bakalan ada tes atau sesi unjuk bakat tersendiri. Tapi kalau sebelum tes atau sesi tersebut kamu bisa menampilkannya ke hadapan panitia, kenapa enggak? Buat Panitia Berkesan. Tunjukkan Keantusiasan mu.

Prestasi dan Penghargaan
Fotokopi semua sertifikat yang berupa prestasi dan penghargaan yang kamu punya. Yang statusnya kamu cuman jadi peserta pun nggak apa. Pokoknya lampirin SEMUA serifikat yang kamu punya, lalu masukkan kedalam stop map. Kalau bisa sebanyak mungkin. Ingaaat, Buat Panitia Berkesan. Tunjukkan Keantusiasan mu. Kalau stop map yang kamu kasihin ke panitia tebel banget, seenggaknya bakalan beda daripada peserta lain yang stopmapnya tipis-tipis kan? Jangan kasih yang asli, kasih foto kopinya aja ya.

Bahasa yang Dikuasai
Sebenernya ini penting nggak penting. Bahasa asing dan bahasa daerah itu dalam dunia duta wisata ginian itu nggak kepake-kepake amat. Cuman kalau kamu bisa berbahasa asing dan fasih berbahasa daerah, bakalan jadi nilai tambah tersendiri. Punya sertifikat yang menyatakan kemampuan mu berbahasa asing atau berbahasa daerah? Jangan lupa lampirin. Jadi, ketika kamu ngisi jumlah bahasa yang kamu kuasai di formulir, nggak akan dianggep omong kosong gitu loooh. Kan ada sertifikat yang bisa membuktikan kemampuanmu dalam bidang kebahasaan.

Kayaknya cukup gitu doang sih. Tinggal pilih aja, kamu mau jadi yang "cuman" lolos dalam tahap administrasi atau jadi yang "bikin panitia berkesan dan menunjukkan keantusiasan mu"? Tinggal pilih aja.

Sebelum aku mengakhiri postingan ini, aku rangkum lagi beberapa tips yang udah aku kasih tadi:
NB: Tips ini hanya berlaku untuk kamu kamu yang mau lebih dari cuman sekedar lolos tes administrasi doang.

  1. Hadirkan kesan yang baik ketika kamu belum bertatap muka dengan panitia. Intinya sih, buat nunjukin tingkat keantusiasan mu.
  2. Jangan minder dan merasa kalah sebelum perang dengan angka minimal atau maksimal yang diterapkan (17 Tahun dan 24 Tahun serta 170 cm dan 165 cm).
  3. Buat yang bukan warga ber KTP Kabupaten Pekalongan serta buat yang belum punya KTP, Bikin Surat Domisili.
  4. Lampirkan sesuatu yang bisa membuktikan bahwa kamu lagi kuliah, Fotokopi KTM contohnya (Khusus buat yang lagi kuliah).
  5. Jangan kirim foto pake baju batik yang terkesan "Batik Orang Tua".
  6. Lampirkan video atau file atau foto atau apapun yang bisa menunjukkan serta membuktikan bakat yang kamu punya.
  7. Fotokopi semua sertifikat yang berupa prestasi dan penghargaan yang kamu punya. Terus, lampirin SEMUA. Yang sertifikatnya berstatus kamu cuman peserta juga nggak apa.
  8. Punya sertifikat yang menyatakan kemampuan mu berbahasa asing atau berbahasa daerah? Jangan lupa lampirin.

Kayaknya, cukup itu aja sih yang bisa aku kasih tau 😀 Tipsnya segitu doang? Tenaang, masih banyak. Pantengin terus PAPABACKPACKER.COM, karena akan ada tips tips lainnya yang akan ku bagikan melaluinya.

Baca Juga: ARTIKEL LENGKAP TENTANG DUTA WISATA

Salam,
BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com/
Admin Website        http://www.desawonopringgo.com/
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Google+                  +bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Subscribe

Masukkan Email:


Youtube Channel:

Popular Posts

Total Pageviews