Sabtu, 05 Desember 2020

Prediksi (Very Quick Count) Pilkada Pilbup Pekalongan 2020





Prediksi (Very Quick Count) Pilkada Pilbup Kabupaten Pekalongan 2020 - Ini ku buat ngasal-asalan doang. Karena ku yakin, kata kunci ini bakalan banyak di cari dalam beberapa hari kedepan. Sengaja emang bikin ginian, supaya post ini lebih dulu keluar dibanding versi media-media yang tentu bakalan jadi nomer 1 di halaman pencarian google nantinya. Jadi, aku nyolong start untuk membuat Quick Count Pemilihan Bupati Pekalongan tahun 2020 menurut versi ku sendiri. Hasilnya hitung cepat versi ku adalah sebagai berikut:



FYI, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Pekalongan tahun 2020 ini diikuti oleh 2 pasang calon. Calon pasangan nomor urut 1 atas nama H. Asip Khilbihi, SH., M.Si. dan Hj. Sumarwati, S.Pd., M.A.P. Sementara calon pasangan nomor urut 2 atas nama Fadia A Rafiq dan H. Riswadi. Akan ditentukan oleh warga Kabupaten Pekalongan pada 9 Desember 2020.


Jadi, sebelum ku menyebutkan Prediksi (Very Quick Count) Pilkada Pekalongan 2020 versi ku, ku mau mengajak untuk entah siapapun yang membaca tulisan ini untuk mendatangi TPS (Tempat Pemungutan Suara) dimana kamu terdaftar di dalamnya untuk memberikan hak suara mu. Karena, seperti yang selalu dibilang oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) kalau satu suara menentukan masa depan bangsa. Dalam hal ini berarti masa depan daerah. Yang ku tau, pasti semua orang yang memiliki hak pilih juga tau akan maksud dari himbauan tersebut. Jadi, jangan lupa 9 Desember 2020 untuk memberikan hak suara yang kamu miliki. Siapa tau, tahun-tahun berikutnya malah kamu yang ada di posisi mereka kan? Jadi, mumpung masih ada kesempatan, silahkan gunakan hak pilih mu, sebelum nantinya kamu yang mungkin akan dipilih.


Oh ya, karena ini cuman prediksi, bukan berarti ini cerminan dari siapa yang ku pilih ya. Karena ku menjunjung tinggi azaz pemilu LUBERJURDIL (Langung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil). Yaaaa... walaupun sekarang ini kita semua udah tau bahwa azaz tersebut ya cuman azaz doang wkwkwk. Tapi sekali lagi ku jelaskan, kalau apa yang ku prediksikan nanti, bukanlah cerminan siapa yang menjadi pilihan ku. Baik yang dalam prediksi ku nanti ku buat menang atau kalah, aku nggak menyebutkan siapa pilihan ku. Soalnya, biasanya kalau dalam suatu Quick Count (Hitung Cepat) yang dibuat menang, berarti tandanya Quick Count tersebut adalah "milik" si calon pemenang.


Baca Juga: 6 Tahun Revolusi Mental, Hasilnya Kayak Gini?


Udah terbukti juga, saat pilihan presiden yang lalu. Dimana ada hasil hitung cepat di stasiun televisi dan atau media tertentu memenangkan calon A dan di televisi lainnya dan atau media tertentu justru malah memenangkan calon B yang "kepunyaanya yang menang". Aneh emang Quick Countnya wkwkwk.

Very Quick Count Tidak Berafiliasi Ke Calon tertentu

Naaaah... berkaca dari hal tersebut di atas, Prediksi (Very Quick Count) Pilkada Pekalongan 2020 versi ku ini tidak berafiliasi atau berat sebelah ke salah satu calon. Baik calon pasangan nomor 1 ataupun calon pasangan nomor 2. Sama sekali nggak ada afiliasinya. Pun, aku juga bukan kader partai, bukan pengurus partai, bukan juga termasuk dalam organisasi tertentu yang menyatakan keresmiannya untuk mendukung salah satu calon. Jadi, ini murni prediksi ku sendiri yang ku buat berdasarkan kesoktauan ku aja.


Walaupun mungkin waktu lihat debat yang disiarin di Youtube KPU Kab. Pekalongan yang durasinya berjam-jam tapi ternyata acaranya cuman 1 jam doang, karena sisanya adalah layar berwarna-warni yang nggak menampilkan gambar apapun, aku jadi mikir "Ini kalau nggak menghargai LUBERJURDIL dan himbauan serta ajakan KPU untuk memberikan hak pilih, sejujurnya hati kecil ku berkata kalau aku nggak mau milih kedua pasangan tersebut". Jujur aja, nggak ada yang cocok dan sesuai dengan apa yang ku inginkan terjadi di Kabupaten Pekalongan yang kalau boleh jujur, masih jauh banget tertinggal dibanding daerah lain. Contohnya disaat daerah lain udah teriak subway subwey mau dibangun di daerahnya, Kabupaten Pekalongan ni loh, KFC aja nggak ada. Apalagi Mekdi. Duh! Jangankan itu, Mall aja nggak ada. Hiks!


Baca Juga: Urang Kanekes, Penguasa Pedalaman Perkampungan Suku Baduy


Karena apa yang disampaikan kedua calon pasangan bupati dan wakil bupati pada saat acara debat tersebut, tidak ada yang sesuai dengan apa yang ku inginkan ada di Kabupaten Pekalongan. Seperti salah satu contohnya Angkutan Massal terintegrasi (Semacam BST di Solo), Acara kesenian untuk generasi muda (Minimal tempatnya deh, makanya belum ada sosok idola dari bidang kesenian yang berasal dari Kabupaten Pekalongan. Wong tempatnya aja nggak ada kan?). Emmm... dua itu aja deh contohnya.


Terus waktu kampanye. Saat masa awal kampanye, ditengah masa kampanye bahkan hingga akhir masa kampanye, nggak ada tuh dari dua calon pasangan tersebut yang kampanye pakai cara "zaman sekarang". Terlebih ini di era pandemi yang seharusnya mengurangi kerumunan, eh masih aja ada acara "kampanye" ngegas-ngegas motor yang knalpotnya nggak jelas itu di jalanan. Mana udah nggak penting, bikin macet jalanan doang. Ini fakta yaaaa.... walaupun itu nggak tiap hari dilakukan sih, cuman kalau pas kena apesnya, tentu masyarakat akan terganggu dengan cara-cara kampanye yang menurut ku masih kuno di era yang perkembangan teknologi dan komunikasi sudah berkembang sepesat sekarang ini.


Baca Juga: Hasil Pilkada Pekalongan 2020 di Desa Wonopringgo


Contohnya kemarin, video Gisel kesebar dikit, seantero negeri pada tau. Itu contoh efek negatif perkembangan teknologi di era sekarang. Tentu ada manfaat positif yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh kedua calon tersebut, seharusnya sih. Padahal aku nunggu iklan calon bupati dan wakil bupati yang muncul ke iklan di feed atau story instagram atau facebook ku. Eh ternyata malah nggak ada yang muncul sama sekali wkwkwkwk.

Prediksi (Very Quick Count) Pilkada Pekalongan 2020

Oleh karena keluhan tersebut di atas, sebenernya ku punya alasan untuk tidak memilih kedua pasangan tersebut pada pilkada Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 ini. Tapi, sekali lagi, demi menghargai dan menghormati azaz pemilu LUBERJURDIL dan menghargai serta menghormati himbauan KPU untuk memberikan hak suara dan demi menjadi warga negara yang baik, akhirnya ku memutuskan untuk memberikan pilihan ku pada salah satu dari dua calon yang tersedia, yang walaupun tidak ada yang melakukan apa keluhan yang telah ku sebutkan di atas tadi. Pun, juga jika tidak ada halangan nantinya.


Baca Juga: Jadi Lebih dengan Dunia Tri: Dorong Potensi Pemuda


Daripada tulisan ini semakin panjang, oke mari langsung ke Very Quick Count versi ku yang ku buat ngasal doang ini. Tentu, tingkat keakuratannya patut untuk dipertanyakan lagi, tingkat kebenarannya juga samar-samar, tapi aku mau mencoba menantang diri ku untuk mengungkapkan angka-angka yang terlintas di pikiran ku dalam blog ku ini.




Hasil Very Quick Count Pilkada Pekalongan 2020 menurut versi ku adalah 51,69% : 48,31%


Sekali lagi ku tekankan kalau aku bukan orangnya PASTI ataupun DADI. Angka tersebut di atas ku buat hanya berdasarkan asal-asalan doang. Terlebih, udah lama juga blog ini nggak update dan demi mengicar kata kunci "Quict Count Pilkada Pekalongan" atau "Hitung Cepat Pilkada Pekalongan" atau "Hasil Pilkada Pekalongan 2020". Buat apa sih bikin ginian? Lihat deh kanan kiri atas bawah blog ini ada iklannya, jadi ya demi iklan lah. 


Oh ya, hati-hati sama duit-duit yang bersebaran nanti ya. Ku punya hitung-hitungan begini:


Misal, nanti ada amplop yang isinya duit dari calon tertentu, yang menurut ku juga semua orang tau kalau ini adalah pelanggaran, yang semua orang juga akan acuh sama yang namanya pelanggarang. Yang penting nerima duit, terus pilih gitu ya? Wkwkwk


Misal, amplop yang dimaksud pada paragraf tadi isinya Rp100.000


Terus, kejadian seperti ini akan terulang dalam 5 tahun kemudian atau 1.800 hari kemudian. Artinya setiap 5 tahun sekali doang.


Baca Juga: Jangan Halu! Duit dari Adsense itu Sedikit!


Lalu aku megambil kesimpulan kalau Rp100.000 ini adalah biaya untuk menjabat selama 5 tahun atau 1.800 hari. Jadi Rp100.000 dibagi 1.800 hari. Artinya suara mu dihargai hanya sebesar Rp55 setiap harinya selama 5 tahun. Kalau aku sih, ya nggak mau wkwkwk.


Udah ah, daripada artikel ini jadi makin panjang, yang ku tau yang kesasar ke sini paling cuman gegara nyasar doang, jadi ku sudahi artikel ini sampai di sini saja.

Hasil Resmi Quick Count Pilkada Pekalongan 2020

Sembari ku ulangi Hasil Very Quick Count Pilkada Pekalongan 2020 menurut versi ku adalah 51,69% : 48,31%


Sembari ku ulangi lagi kalau aku bukan orangnya PASTI ataupun DADI. Angka tersebut di atas ku buat hanya berdasarkan asal-asalan doang. Terlebih, udah lama juga blog ini nggak update kolom opininya dan demi mengicar kata kunci "Quick Count Pilkada Pekalongan" atau "Hitung Cepat Pilkada Pekalongan" atau "Hasil Pilkada Pekalongan 2020". 


Lagian buat apa sih bikin ginian? Lihat deh kanan kiri atas bawah blog ini ada iklannya semua, jadi bikin ginian ya demi iklan lah wkwkwk


Oh ya, untuk yang ingin mengetahui hasil Quick Count Resmi KPU Pilkada Pekalongan 2020 ataupun Hasil Akhir Resmi KPU Pilkada Kabupaten Pekalongan 2020 silahkan lihat langsung dari versi resmi KPU Kab. Pekalongan itupun kalau diupdate ya di webnya KPU Kab. Pekalongan wkwkwkwkwk


Baca Juga: Biaya Calon Kepala Desa di Kabupaten Pekalongan






Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Back to Top