Bukan! Ini Bukan Papa Yang Mantan Pacarnya Mamma!



Friday, May 10, 2019

Baper? Ndasmu!! (Arti Kata Baper)


Arti Baper itu apa sih? Baper itu nggak punya arti yang baku. Jadi kalau ada yang tanya "Baper artinya apa?" kemudian ada yang jawab "Baper itu artinya bawa perasaan". Kalau kamu mendengar percakapan seperti itu, sudah bisa dipastikan kalau percakapan itu terjadi diantara orang yang perlu banyak membaca lagi. Dan kamu masih termasuk orang yang seperti itu? Jangan goblok! Baca tulisan ini sampai habis...

Cuy, Baper itu aslinya cuman singkatan. Penyingkat dari dua kata yaitu Bawa dan Perasaan. Jadi, Baper itu singkatan dari Bawa Perasaan. Bukan artinya bawa perasaan. Contoh, Puskesmas. Menurut Departemen Kesehatan tahun 2011, Puskesmas itu adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting di Indonesia. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kabupaten atau kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Itu pengertian dari Puskesmas. Sementara Pusat Kesehatan Masyarakat, itu kalau disingkat jadi Puskesmas. Udah tau bedanya belum?

Kembali lagi ke Baper...

Biasanya, baper itu digunakan untuk menyederhanakan kalimat yang berkaitan dengan perasaan. Tapi, kalimat itu nggak bisa diterjemahkan secara gamblang oleh seorang manusia ke manusia lainnya. Baper ini sering muncul diantara dua orang manusia atau lebih di dalam suatu percakapan yang intens. Contohnya gini: Ada laki-laki yang tertarik sama perempuan. Jelas, naluri laki pasti langsung bilang "Hajaar, deketin!". Habis itu minimal ada dua kemungkinan dong.
  1. Kemungkinan pertama adalah si perempuan yang dideketin ini ternyata mau dan merespon.
  2. Kemungkinan kedua adalah sebaliknya kemungkinan yang pertama.
Tapi, yang jadi masalah biasanya adalah di kemungkinan yang pertama. Perempuan yang dideketin mau dan merespon. Naluri laki, kalau direspon, jurusnya keluar semua. Terus aksinya untuk memperoleh perhatian dari si cewek yang dia kejar pasti banyak banget. Menurut ku sebagai laki, itu hal yang wajar pake banget. Tujuannya apa? Menarik perhatian. Karena direspon cuy sama ceweknya.

Tapi, kalau nggak direspon gimana? Laki zaman sekarang nggak semuanya tolol. Banyak yang udah mikir realistis. Kalau nggak di respon, nggak akan dikejar, pindah haluan pasti. Naaaah ini... masalahnya di sini. Kata-kata baper biasanya muncul ketika laki nggak dapet respon yang dia harapin dari perempuan yang bikin dia tertarik dan merespon dia (kemungkinan pertama). Tapi si laki ini masih ngejar aja, masih cari perhatian, masih ada harapan yang harus tetap dinyalakan.

Masalah akan timbul ketika si perempuannya yang awalnya merespon si laki yang deketin dia, tapi tiba-tiba berubah jadi nggak ngerespon. Si laki, yang udah tau kalau awalnya dia dapet respon pasti bakalan memperjuangkan peluangnya. Hingga akhirnya si cewek ngerasa kalau si cowok ini mengganggu si cewek tersebut.

Habis itu, jurus perempuan biasanya keluar "Apa sih lu, baru jalan sekali sama gue aja udah baper", "Bucin lu, baru di chat gitu doang udah baper". Ini nih... penggunakan kata baper yang bisa jadi sangat kurang tepat.



Kembali lagi ke arti kata baper itu sendiri. Jadi, apa artinya baper? Di KBBI pun belum ada penjelasan yang pasti tentang kata baper ini. Jadi, kalau ada yang bisa mengartikan baper, itu artinya versi terbaik menurut dia di situasi yang mendukungnya. Kalau situasi nggak mendukungnya, dia pasti nggak mau diomongin baper. Contohnya kayak di paragraf sebelumnya. Itu versi perempuannya. Jadi, wajar kalau perempuannya bilang "Apa sih lu, baru jalan sekali sama gue aja udah baper", "Bucin lu, baru di chat gitu doang udah baper".

Apakah kata-kata "Apa sih lu, baru jalan sekali sama gue aja udah baper", "Bucin lu, baru di chat gitu doang udah baper" pantas diungkapkan? Jawabannya adalah Iya, pantas diungkapkan. Dengan catatan, kalau ternyata emang laki-lakinya yang menganggu. Soalnya kan, siapa sih... pacar bukan, malah ganggu-ganggu. Bener tuh kalau diomongin baper.

Tapi ternyata, kalau situasinya sebenernya nggak sama kayak yang di atas tapi malah kayak contoh berikut...
  1. Whatsapp dong ya zaman sekarang. Ada laki yang ngechat perempuan incerannya.
  2. 08.00 Chatnya kekirim tuh. Diterima sama si perempuan sedetik kemudian.
  3. 08.30 belum dibaca, apalagi dibales. Laki yang baik pasti awalnya mikir positif kok "Oh iya, mungkin lagi belanja di pasar. Lagi sibuk, belum bisa megang hp"
  4. 10.30 "Kok belum dibaca juga ya? Oh, mungkin lagi masak buat makan siang"
  5. 12.30 Belum baca juga. Pasti dia langsung mikir "Waaaah jangan-jangan udah mati nih orang. Masa anak zaman now tahan 4 jam nggak pegang hp?"
Langsung deh, penasaran tingkat tinggi keluar. Jurus pencari fakta dikeluarkan.

Loooh... ini tadi kok jam 08.32 sempet online 2 menit, tapi kok chat ku nggak dibaca ya?
Scroll dikit... 10.33 sempet online 10 menit nih, tapi kok chat ku belum dibaca juga ya?
Loooh ini barusan, 12.25 online sampai 12.29 cuy. Waaah... aku telat satu menit buat mergokin dia online.

Ini nih kebanyakan cewek nggak mengira sampai sana. "Emang ada ya aplikasi yang kayak gitu?" Hahahaha :D

Setelah fakta didapat tanpa harus konfirmasi dahulu. Karena datanya tuh udah pasti valid. Si laki langsung membuat kesimpulan "Waaaah... ternyata aku deketin orang buta. Nggak bisa lihat dia kalau ada chat ku?"

Kalau habis ini si lakinya ngomel ke si perempuannya, aku setuju banget. Ibaratnya tuh kayak kamu disuruh beli sesuatu di warung sama ibu mu, tapi kamu pura-pura tidur. Kalau ibu mu tau ternyata kamu pura-pura tidur, ibu mu bakalan marah nggak? Pasti marah dong ya?

Eiiitsss... jangan datang dengan kalimat "Itu kan ibu ke anak, ya wajar. Lah ini siapa orang lain, tau. Ngapain dia (Si cowok) marah-marah ke si cewek cuman gegara chatnya nggak dibales?"

Oke, kita ambil contoh lain...

Kamu kerja, habis itu bikin surat sakit palsu. Kalau bos mu tau kamu pura-pura sakit. Bos mu bakalan marah nggak? Pasti marah dong ya?

Eittt... jangan kalimat receh ini yang jadi tameng mu "Ya wajarlah kalau bosnya marah. Kan itu ada hubungan antara bos dan bawahannya. Lah ini siapa? Orang lain, tau. Ngapain dia (Si cowok) marah-marah ke si cewek cuman gegara chatnya nggak dibales? Ada hubungan apa?"

Aku yakin, uraian di atas pun penafsirannya banyak banget, bakalan ada banyak beda pemahaman. Tapi mari kita kerucutkan menjadi satu permasalahan. Yaitu, "pura-pura". Kalau dalam situasi ini yaitu si-cewek pura-pura tidak melihat kalau ada chat masuk padahal dia online. Terus si lakinya marah, ngomel-ngomel dong ya. "Orang online kok, masa nggak di bales chat ku?!". Cewek, biasanya kalau digituin jurus andalannya keluar. "Apa sih lu, baru jalan sekali sama gue aja udah baper", "Bucin lu, baru di chat gitu doang udah baper".

"BAPER...BAPER... NDASMU!"


Baper itu nggak punya arti baku. Kuncinya cuman satu, jujur sama dirimu sendiri. Kalau emang udah cukup buat mu untuk tidak melanjutkannya, yaudah selesaikan. Bilang aja kalau nggak mau diganggu. Jangan sengaja nggak buka chat tapi kamu online dengan balesin chat yang lainnya. Tapi kamu malah bilang sibuk, atau lagi ngapain padahal aslinya males.

Masih inget dosa kan? Pura-pura tidak tau dan pura-pura tidak melihat itu dosa nggak sih?
Eanjing, ini aku sok suci banget ya ngomongin dosa?

Karena aku mau menebar dosa-dosa cuy. Biar kiamat itu cepet datengnya. Kalau nggak ada dosa, kiamatnya nggak dateng-dateng ntar. Kalau kamu tau majas, pasti kamu paham arti kalimat barusan.

Jadi kesimpulannya, Baper itu apa?

Baper adalah kalimat penyelamat ketika nggak enak bilang sesuatu ke orang lain, sementara situasinya mendukung ke dirinya sendiri. Ingat, baper itu nggak punya arti baku. Jadi kalimat barusan pun ngarang doang. Yang di atas-atas pun juga ngarang doang semuanya hahaha :D

Selamat! Kamu sudah menghabiskan kuota dan waktu mu untuk membaca tulisan enggak penting dan nggak ada maknanya ini. Juga nggak serta merta tetiba membuat mu menjadi pintar. Tapi setidaknya, kamu nggak goblok!

Nggak setuju sama tulisan ku di atas? Di bawah ada kolom komentar.
Masih nggak puas? Kamu juga bisa bikin blog kok. Caranya ada di sini:

BACA: Kenapa Harus Punya Blog? (Cara Membuat Blog dari HP)

Terus ini aku nggak ngerti aku ngetik apaan. Aku baca pun aku nggak paham aku mau menyampaikan pesan apa. Cuman aku inget, udah lama nggak ngeblog. Jadi, yaudah aku mau ngebog aja. mau bikin tulisan. Udah, gitu doang.

Tenaaaang... Kamu Nggak Sia-Sia kok Bacain Tulisan Ini, Nih ku Kenalin. Idola Baru Yang Mukanya Bakalan Beberapa kali akan Mengisi Postingan Blog ini. Yang mau tau namanya siapa, ntar deh ku kasih tau ya wkwk

Salam,
BAYU TAUFANI HARYANTO
Website                    http://www.papabackpacker.com
Admin Website        http://www.desawonopringgo.com
Admin Website        http://www.wonopringgo.desa.id
Admin Website        http://www.perpusdes.com
Facebook Page        @bayutaufani
Twitter                     @bayutaufani
Instagram                @bayutaufani
Youtube                   bayutaufaniharyanto
Steller                      @bayutaufani
Whatsapp                 08157677726 or CLICK (Just Click to Chat)
Telegram                  @bayutaufani or CLICK (Just Click to Chat)
Line                          bayutaufani or CLICK (Just Click to Chat)
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Subscribe

Masukkan Email:


Youtube Channel:

Popular Posts

Total Pageviews