Saturday, December 14, 2019

Menikah Pakai Sistem Zonasi?


Kalau ngomongin menikah dan dikaitkan dengan diriku, kayaknya masih butuh beberapa tahun lagi. Perkara mau nggak mau, ya jelas pasti mau lah. Sebenernya dalam hati kecil ku, kalau toh besok pagi nikah pun, aku mau. Cuman, lebih pada masalah kesiapan sih. Aku belum siap jadi bapak-bapak, belum siap tiap mau dan bangun tidur ngelihat muka yang sama setiap harinya sih...  Jadi, ya memang perkara belum siap aja. Just wait and see ajalah ya. Cuman kalau inget umur, udah masa yang harap-harap cemas nih. Apalagi udah offically usia segini... Tapi kalau menikah pakai sistem zonasi, kayaknya aku bisa cepet nikah deh?

Menurut ku, kado terindah bagi seorang blogger adalah bisa posting tulisan tepat di hari lahirnya. Aku yang terakhir kali ngeluarin tulisan dibulan 5 pun, aslinya dengan amat sangat meluangkan waktu untuk bisa mengado diri sendiri sih. Hingga akhirnya muncul lah tulisan ini. Padahal di draft udah ku susun beberapa tulisan yang berkaitan dengan duta wisata dan blogging yang tinggal ngeluarin tulisannya aja loh. Cuman, akan aku skip dulu demi keluarnya tulisan ini, untuk keluar tepat di hari ulang tahun ku.

Biasanya tiap tahun kayak gitu. Tapi khusus untuk tahun ini, nggak akan ku keluarin tepat pada hari ulang tahun ku. Sengaja aku lebihkan supaya tulisan ini nggak jadi pengingat atau tulisan caper yang bisa mengingatkan orang lain tentang hari kelahiran ku. Terus ngarep diucapin gitu? Haha nggak aku banget.

Tulisan ini khusus ku dedikasikan untuk sahabat-sahabat ku...

Anjas dan Yoga. Dimana kami terakhir kali bertatap muka waktu nikahannya Yoga di Jakarta. Wich is sekitar empat bulan yang lalu ketika tulisan ini dibuat. Padahal, dulu kami hampir tiap hari bertemu dari pagi sampai larut malam. Jadi, Anjas sama Yoga ini adalah salah dua orang yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk masuk ke kehidupan ku dan kami saling mengisi cerita kami satu sama lainnya.

Kami bertiga memiliki cerita yang saling berkaitan… Kemudian menempa kami hingga saat ini kami ada pada posisi yang sekarang ini. Pun termasuk dengan intensitas komunikasi dan pertemuan yang sudah tidak seperti dulu pada masa-masa kami bersekolah. Tapi itu nggak akan merubah semuanya, Anjas dan Yoga akan tetap menjadi salah dua orang terpenting dalam kehidupan ku.

Kembali lagi ke perkara menikah…

Yoga menjadi yang pertama bisa pecah telor untuk perkara pernikahan. Kalau prediksi ku sih, habis ini Anjas yang akan menyusul dan kemudian aku yang terakhir akan melakukannya. Prediksi ku sih gitu ya. Btw, waktu denger Yoga mau nikah, rasanya seneng banget. Akhirnya, diantara kami bertiga akan ada yang kehidupannya menjadi next step. Udah nggak bocah lagi, soalnya bakalan ada manusia-manusia lain yang menjadi tanggung jawabnya; kelak.


Karena Yoga yang menikah, dengan sangat aku menyempatkan diri untuk menghadirinya. Menyaksikan tawa bahagia dari salah satu sahabat ku mengembang yang kulihat dengan mata kepala ku sendiri. Tawa bahagia yang melitas adalah bayangan yang ku ingat ketika dulu kami tertawa lepas bertiga bersama-sama. Tawa yang mungkin nggak akan pernah terulang lagi. Selamat Yog! Kalau kata agama kamu udah menyempurnakan iman mu. Tunggu Anjas dan aku yang akan segera mengikuti jejak mu, sahabat ku!

Ngomong-ngomong nikah pakai sistem zonasi… kayaknya nggak perlu kali ya. Toh semua orang juga tau kalau nikah pakai sistem zonasi hanyalah sebuah bercandaan. Hal yang dikarang-karang supaya memberikan bahan obrolan bagi masyarakat. Harusnya sih gitu ya, cuman jadi bahan obrolan doang. Bukan malah jadi bahan untuk berdebat dan menjadikan silang pendapat sebagai alasan untuk bercerai-berai. Jadi pada intinya sih, biar ada berita aja gitu loh. Kalau nggak ada berita yang nyeleneh dan click able nanti nggak ada pengiklan yang mau masuk to? Wkwk

Contoh deh, coba kamu googling pakai kata kunci "Menikah Sistem Zonasi"

Ntar di pencarian nomer satu google akan ada artikel dari kompasiana yang judulnya "Mulai 2020, Menikah Pakai Sistem Zonasi". Jujur aja, aku salah satu orang yang nggak baca artikel itu sampai kelar. Karena ku tau, pasti isinya adalah hal-hal yang debat able. Atau malah mungkin si penulis sengaja membuat majas metafora yang isi dari artikelnya adalah kebalikan dengan judulnya. Atau bisa aja si pembuat artikel malah mengedukasi pembaca melalui tulisannya dengan menerangkan apa yang sebenarnya terjadi.

Tapi menurut ku nggak apa kok, sah-sah aja. Terlebih, ketika membuka link dari tulisan itu, kanan-kiri-tengah artikel semuanya banner iklan. Udah judulnya click bait lalu isinya debat able, pastilah yang punya Kompasiana, yang bikin artikelnya, yang ngiklan dan yang iklannya muncul seneng kalau artikelnya viral dan banyak yang baca. Duit semua bro. Pun demikian juga dengan netijen bodoh yang senengnya debat, jadi punya bahan obrolan dan mengaku paling tau walaupun cuman baca judul artikelnya doang. Jadi menikah pakai sistem zonasi, menurut ku adalah pinter-pinternya orang cari duit di zaman sekarang ini. Nah yang goblok, orang yang cukup baca judulnya doang tapi  merasa tau segalanya dan disebar luaskan wkwkwk

Udah ah, nggak perlu panjang-panjang… Tulisan ini fungsinya cuman mau ngasih selamat buat Yoga yang udah menikah. Juga berfungsi sebagai hadiah ulang tahun ke seperempat abad buat diriku sendiri. FYI, tahun ini ku cuman dapet dua ucapan online dari temen ku. Pun yang satu udah kelewat harinya sih. Terus aku sedih nggak? Ya jelas enggak. Wong targetnya adalah nol ucapan yang pas harinya. Harusnya tuh pada kelewat semua wkwkwk :D


Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Back to Top